-
IRGC Iran menghasut warga Yordania dan Kuwait untuk mengusir paksa seluruh militer Amerika Serikat.
-
Serangan udara rudal Iran mengklaim telah menghancurkan fasilitas jet tempur AS di Yordania.
-
Militer Yordania bertindak cepat menembak jatuh empat rudal balistik Iran demi menjaga kedaulatan.
Suara.com - Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC secara terbuka menghasut rakyat Yordania dan Kuwait untuk bangkit melawan serta mengusir kehadiran militer Amerika Serikat dari wilayah mereka.
Seruan provokatif ini muncul usai Teheran meluncurkan gelombang serangan rudal terbaru yang diklaim berhasil menghancurkan pangkalan udara militer Amerika Serikat di Azraq, Yordania.
Dikutip dari Al Jazeera, langkah berani IRGC ini menandai babak baru eskalasi regional karena Iran kini secara langsung menargetkan opini publik domestik negara tetangganya untuk meruntuhkan pengaruh pertahanan Washington.
![Divisi elite IRGC Iran menggelar latihan anti-helikopter skala besar di Teheran untuk meningkatkan kesiapsiagaan tempur dan pertahanan wilayah. [Tasnim News]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/13/64921-irgc-iran.jpg)
Dalam keterangan resminya, IRGC menyatakan telah membumihanguskan tempat perlindungan jet tempur F-15, F-16, dan F-35 milik Amerika Serikat.
Operasi militer bertajuk Nasr 2 gelombang keenam tersebut dilaporkan turut menghancurkan sejumlah pesawat tanpa awak jenis MQ-9 drone di lokasi pengeboman.
Konfrontasi langsung ini memicu kekhawatiran global mengenai potensi perluasan zona perang yang melibatkan kekuatan militer asing di tanah Arab.
Melalui pernyataan tertulis yang ditujukan kepada masyarakat Yordania, IRGC mendesak mereka segera mengakhiri keberadaan tentara Amerika Serikat.
Pihak Garda Revolusi meminta warga lokal agar tidak membiarkan tanah suci itu menjadi titik peluncuran serangan terhadap negara-negara Islam.
Bukan hanya itu, Iran juga meminta rakyat Yordania untuk memanfaatkan setiap kesempatan demi mengusir pasukan asing serta menyerang seluruh fasilitas milik Washington.
Provokasi serupa dialamatkan kepada masyarakat Kuwait melalui pesan resmi yang memuji kehormatan dan kemurahan hati mereka.
IRGC mengaku bertanggung jawab atas gempuran ke target militer Amerika Serikat di Kuwait dan meminta warga setempat untuk membebaskan tanah Islam dari pangkalan penjajah Amerika.
Angkatan Bersenjata Yordania mengonfirmasi bahwa sistem pertahanan udara mereka berhasil mencegat dan menembak jatuh empat rudal balistik milik Iran.
Rudal-rudal berbahaya tersebut terdeteksi menyusup dan melintasi wilayah udara Yordania dari arah teritori Iran pada Selasa dini hari.
Tim Korps Teknik Kerajaan langsung bergerak cepat mengamankan serpihan rudal yang jatuh di beberapa lokasi terpisah demi menjaga keselamatan warga sipil.
Pihak militer menegaskan bahwa mereka menolak keras segala bentuk pelanggaran terhadap kedaulatan negara atau pemanfaatan ruang udara untuk mengancam stabilitas Yordania.
Komando militer Yordania saat ini terus memantau perkembangan situasi regional tersebut dengan tingkat kesiapsiagaan tertinggi.
Ketegangan di Timur Tengah terus membara seiring dengan penempatan ribuan personel militer dan fasilitas pertahanan udara Amerika Serikat di berbagai negara Arab.
Pangkalan di Azraq Yordania serta instalasi militer di Kuwait selama ini menjadi jangkar strategis bagi Washington untuk mengimbangi dominasi geopolitik Iran di kawasan tersebut.