-
Serangan udara helikopter Israel menewaskan satu keluarga termasuk anak enam tahun di Deir el-Balah.
-
Pasukan Israel menahan puluhan warga sipil Palestina dan melakukan interogasi lapangan secara paksa.
-
Pemukim ilegal Israel merusak fasilitas umum dan memutus aliran listrik perumahan di Tepi Barat.
Suara.com - Serangan udara helikopter militer Israel ke sebuah rumah di Deir el-Balah menewaskan 4 orang seketika. Insiden tragis pada Rabu subuh ini merenggut nyawa satu keluarga termasuk anak usia 6 tahun.
Korban jiwa di wilayah Jalur Gaza bagian tengah tersebut dikonfirmasi langsung oleh kantor berita Palestina, Wafa. Serangan ini menjadi bukti nyata eskalasi kekerasan yang terus menyasar area pemukiman padat penduduk.
Tim medis melaporkan bom menghantam langsung kediaman keluarga Abu Qasim saat penghuninya sedang tertidur. Omar Sami Ahmad Abu Qasim yang berusia 33 tahun tewas bersama seluruh anggota inti keluarganya.
![Puluhan siswa Palestina di desa Umm al-Khair, yang terletak di kawasan Masafer Yatta, Tepi Barat bagian selatan, ditembak gas air mata oleh Israel. [Middle East Monitor]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/15/46486-israel-tembaki-anak-palestina.jpg)
Istrinya yang bernama Asmaa Ghazi Abu Qasim juga ditemukan meninggal dunia di lokasi runtuhan. Putri kecil mereka bernama Habiba Omar Sami Abu Qasim ikut menjadi korban dalam serangan subuh tersebut.
Ledakan fatal ini terjadi di tengah rentetan tembakan meriam dan bombardir udara di berbagai sudut Gaza. Situasi semakin mencekam karena militer Israel juga melakukan persekusi darat di wilayah kamp pengungsian.
Pasukan infanteri Israel dilaporkan menggeledah puluhan rumah warga secara paksa di kawasan kamp tersebut. Sebanyak 25 pemuda Palestina ditahan dan diinterogasi di lapangan selama berjam-jam sebelum dilepaskan.
Aksi teror tidak hanya datang dari militer resmi tetapi juga dari kelompok pemukim ilegal Israel. Kelompok pemukim ekstremis ini menyusup ke wilayah al-Aqaba yang terletak di pinggiran kota subuh tadi.
Mereka merusak fasilitas umum dan menyayat ban mobil-mobil milik warga yang terparkir di depan rumah. Provokasi ini memicu kemarahan mendalam dari penduduk lokal yang merasa ruang geraknya terus dipersempit.
Pada waktu yang hampir bersamaan, tentara Israel menyisir wilayah Beita dan al-Lubban Asharqiya di selatan Nablus. Dua warga setempat langsung ditangkap dalam penggerebekan rumah yang dilakukan secara mendadak tersebut.
Ketegangan memuncak saat pemukim ilegal menyerang kawasan al-Dahra dan merobohkan tiang-tiang listrik utama desa. Tindakan sabotase ini memutus aliran listrik ke puluhan rumah warga dan memicu bentrokan fisik.
Dua pemuda Palestina mengalami luka parah akibat hantaman benda tumpul dalam bentrokan dengan pemukim tersebut. Kekerasan bersenjata ini menghambat evakuasi medis karena ambulans setempat dihadang oleh kelompok penyerang.
Konflik berkepanjangan di Jalur Gaza dan Tepi Barat terus memburuk akibat perluasan pemukiman ilegal Israel. Serangan subuh di Deir el-Balah menambah panjang daftar korban sipil yang tidak berdosa dalam krisis ini.