Bom Rakitan Siswa MAN 3 Padang Jadi Alarm, Sosiolog UGM Soroti Bahaya Copycat Crime

Vania Rossa, Hiskia Andika Weadcaksana

Rabu, 15 Juli 2026 | 18:16 WIB
Bom Rakitan Siswa MAN 3 Padang Jadi Alarm, Sosiolog UGM Soroti Bahaya Copycat Crime
Pekerja kebersihan menyapu lantai sekolah pascaledakan bom rakitan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang, Sumatera Barat, Selasa (14/7/2026). [ANTARA FOTO/Fitra Yogi/agr]
baca 10 detik
  • Seorang siswa MAN 3 Padang melakukan ledakan bom rakitan karena terinspirasi dari aksi kekerasan serupa di media sosial.
  • Algoritma media sosial memicu fenomena copycat crime dengan menyebarkan narasi radikal kepada remaja yang mengalami tekanan psikologis berat.
  • Sosiolog UGM mendesak pemerintah dan sekolah memperbaiki sistem perlindungan anak untuk meminimalisasi pengaruh buruk budaya digital bagi siswa.

Suara.com - Ledakan bom rakitan yang diduga dibuat seorang siswa di MAN 3 Padang memunculkan sorotan terhadap pengaruh teknologi digital terhadap perilaku remaja. 

Sosiolog Universitas Gadjah Mada (UGM), Andreas Budi Widyanta, menilai media sosial dan jejak digital kekerasan berpotensi memicu munculnya aksi serupa melalui fenomena copycat crime.

Menurut Abe sapaan akrabnya, algoritma media sosial saat ini mampu membentuk cara berpikir hingga tindakan seseorang. Apalagi bagi remaja yang mengalami tekanan psikologis akibat bullying dan merasa terisolasi.

Ruang digital dapat menjadi tempat yang memvalidasi kekerasan sebagai solusi atas persoalan yang mereka hadapi.

"Di era teknologi hari ini menunjukkan bahwa kita melihat teknologi algoritmanya dengan budaya digital yang itu membentuk kesadaran, narasi, dan juga tindakan dari pelaku itu nyata terjadi," kata Abe kepada Suara.com, Rabu (15/7/2026).

Di sana ada semacam algoritma radikalisasi ya. Dan juga ada echo chamber dalam konteks itu," imbuhnya.

Belum lagi soal informasi bahwa pelaku di MAN 3 Padang terinsipirasi membuat peledak dari kasus bom di SMAN 72 Jakarta beberapa waktu lalu. 

Abe bilang beberapa kasus serupa yang terdokumentasi di internet menjadi contoh bagaimana rekam jejak aksi kekerasan dapat terus diakses dan ditiru oleh generasi berikutnya. Kondisi tersebut membuat pola kekerasan terus direproduksi melalui ruang digital.

"Itu artinya ada pola penyebaran taktik, kita bisa menyebutnya sebagai copycat crime," ujarnya.

baca juga

Menurut Abe, pemberitaan maupun konten digital yang terlalu rinci mengenai cara merakit bom atau detail pelaksanaan aksi sangat berpotensi menjadi cetak biru bagi pelaku lain. 

Apalagi jejak digital sulit dihapus, informasi tersebut dapat terus beredar dan menjadi referensi tindakan serupa.

Ia menilai persoalan tersebut semakin berbahaya ketika dipadukan dengan kondisi siswa yang mengalami tekanan psikologis akibat bullying atau perundungan. Dalam situasi itu, teknologi digital menjadi ruang yang memperkuat kemarahan sekaligus menyediakan referensi untuk melakukan aksi balas dendam.

Kondisi tersebut diperparah dengan terbatasnya siswa untuk mengekspresikan diri. Alih-alih memberikan nilai dan makna yang terkoneksi dengan kehidupan, sistem pendidikan sekarang justru membuat para siswa terasing.

"Tragis, ironis, ketika satu-satunya yang membesarkan adalah teknologi digital, satu-satunya yang memberikan tuntunan nilai itu justru adalah teknologi digital yang ada di saku mereka," ungkapnya.

Abe menegaskan penanganan kasus tidak cukup hanya berfokus pada pelaku. Ia meminta pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat membangun kembali sistem perlindungan terhadap anak agar ruang digital tidak menjadi satu-satunya tempat remaja mencari jawaban atas persoalan hidupnya.

"Selama ini kita hanya mengobati atau menangani simtom-simtomnya saja, akar masalahnya enggak tersentuh.. Maka kita butuh evaluasi secara radikal sekolah-sekolah kita," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sentil Polisi dan Lembaga Negara, MenHAM Pigai Curhat Jadi Korban Rasisme: Kenapa Tak Mau Hentikan?

Sentil Polisi dan Lembaga Negara, MenHAM Pigai Curhat Jadi Korban Rasisme: Kenapa Tak Mau Hentikan?

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:42 WIB

Ngeri! Selain Rakit Bom, Pelajar MAN 3 Padang Juga Simpan Panah dan Pisau di Sekolah

Ngeri! Selain Rakit Bom, Pelajar MAN 3 Padang Juga Simpan Panah dan Pisau di Sekolah

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 09:54 WIB

Kondisi di MAN 3 Padang Pascaledakan Bom Rakitan

Kondisi di MAN 3 Padang Pascaledakan Bom Rakitan

Foto | Rabu, 15 Juli 2026 | 06:00 WIB

Terkini

Wamen ATR/BPN Ungkap Arahan Nusron Wahid Usai Kasus Dugaan Korupsi HGB

Wamen ATR/BPN Ungkap Arahan Nusron Wahid Usai Kasus Dugaan Korupsi HGB

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:17 WIB

Rp49 Triliun Uang Rakyat Raib Kena Scam, Ini Ternyata Industri Besar!

Rp49 Triliun Uang Rakyat Raib Kena Scam, Ini Ternyata Industri Besar!

Video | Rabu, 16 September 2026 | 17:10 WIB

Diskon Ramen Haraku Terbaru: Bayar Pakai QRIS BRImo, Dapat Cashback hingga Rp100 Ribu!

Diskon Ramen Haraku Terbaru: Bayar Pakai QRIS BRImo, Dapat Cashback hingga Rp100 Ribu!

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 17:09 WIB

Bukan Soal Biaya, Mengapa ESG Perlu Dilihat Sebagai Cara Kelola Risiko?

Bukan Soal Biaya, Mengapa ESG Perlu Dilihat Sebagai Cara Kelola Risiko?

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:00 WIB

Kupas Lagu Teh Hijau Tulus, Sulitnya Mencari Rasa yang Hilang

Kupas Lagu Teh Hijau Tulus, Sulitnya Mencari Rasa yang Hilang

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 17:00 WIB

Inul Daratista Ungkap Cara Manjakan Kucing Kesayangan, Ternyata Waktu Makan Jadi Momen Bonding

Inul Daratista Ungkap Cara Manjakan Kucing Kesayangan, Ternyata Waktu Makan Jadi Momen Bonding

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 16:59 WIB

Spesifikasi Redmi Note 17 Series Lengkap, Ada yang Bawa Baterai 10.000 mAh & Anti Air 72 Jam

Spesifikasi Redmi Note 17 Series Lengkap, Ada yang Bawa Baterai 10.000 mAh & Anti Air 72 Jam

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 16:58 WIB

Menkeu Suahasil Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahlil hingga Dony Oskaria Ikut Hadir

Menkeu Suahasil Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahlil hingga Dony Oskaria Ikut Hadir

News | Rabu, 16 September 2026 | 16:56 WIB

Kembalinya Harta Karun Sasak, Kain Tenun Berusia Seabad Lebih

Kembalinya Harta Karun Sasak, Kain Tenun Berusia Seabad Lebih

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 16:56 WIB

Bhimasena Run for Whale Shark 2026: Saat Langkah Kaki Membawa Pesan untuk Laut

Bhimasena Run for Whale Shark 2026: Saat Langkah Kaki Membawa Pesan untuk Laut

Jawa Tengah | Rabu, 16 September 2026 | 16:54 WIB

×