Di Tengah Hilirisasi Nikel, Perempuan Pulau Obi Menemukan Jalan Baru Gerakkan Ekonomi

Fabiola Febrinastri

Kamis, 16 Juli 2026 | 12:27 WIB
Di Tengah Hilirisasi Nikel, Perempuan Pulau Obi Menemukan Jalan Baru Gerakkan Ekonomi
Suasana di Nyala Cafe, yang dikelola oleh warga Obi, merupakan hasil binaan Harita Nickel pada Program Pengembangan Masyarakat di bidang ekonomi. (Dok: Harita Nickel)

Suara.com - Pulau Obi, Halmahera Selatan, kini dikenal sebagai salah satu episentrum hilirisasi nikel di Indonesia. Kehadiran industri tidak hanya mengubah wajah pulau berukuran 4 kali luas wilayah Singapura tersebut, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Peluang itu ditangkap dengan munculnya usaha-usaha baru yang dikelola warga, mulai dari kelompok UMKM, pemasok bahan pangan, hingga pelaku usaha lokal yang kini menjadi bagian dari rantai ekonomi di sekitar kawasan industri.

Salah satunya ialah Delila Nomor, warga Desa Kawasi. Tujuh tahun lalu, Delila habiskan waktunya menjadi ibu rumah tangga. Ia tidak pernah membayangkan akan memimpin sebuah kelompok usaha yang kini beranggotakan 31 perempuan.

Ia masih ingat, ketika tim community development Harita Nickel mendorongnya mengembangkan produk berbahan lokal yang dapat diolah. Delila memilih membuat abon ikan.

"Saya sebenarnya tidak tahu bikin abon. Tapi saya belajar sendiri. Pokoknya jatuh bangun dari awal," kenangnya.

Perjalanan itu tidak selalu mulus. Produk pertama yang mereka hasilkan bahkan belum memenuhi standar sehingga belum bisa dipasarkan. Delila bersama anggota kelompok terus mencoba. Mereka memperbaiki resep, mempelajari teknik pengolahan, menghitung masa simpan produk, hingga menyempurnakan kemasan.

"Awalnya cuma tahan satu minggu. Terus kami belajar lagi sampai satu bulan, akhirnya bisa enam bulan," ujarnya.

Tidak berhenti di situ, mereka juga belajar mengurus sertifikasi halal, pencatatan usaha, hingga pengelolaan bisnis. Bekal tersebut menjadi fondasi ketika kelompok perempuan Kawasi mulai mengembangkan berbagai produk olahan pangan khas Pulau Obi melalui Kelompok Obi Jaya Mandiri.

Hari ini, kelompok Obi Jaya Mandiri yang dipimpin Delila beranggotakan 31 perempuan. Mereka memproduksi berbagai makanan olahan seperti abon ikan, keripik pisang, sambal, air guraka (jahe), manisan pala, dan berbagai camilan khas lainnya.

baca juga

Tak berhenti disitu, kelompok ini juga mengelola Nyala Cafe dan Hop Mart, dua unit usaha yang berada di dalam kawasan industri Harita Nickel. Dengan begitu, Delila dan anggota kelompoknya tidak hanya memproduksi makanan, tetapi juga memiliki saluran untuk memasarkan produknya.

Nyala Cafe dikelola oleh 16 anggota UMKM lokal dan menyediakan aneka makanan dan minuman bagi Insan Harita. (Dok: Harita Nickel)
Nyala Cafe dikelola oleh 16 anggota UMKM lokal dan menyediakan aneka makanan dan minuman bagi Insan Harita. (Dok: Harita Nickel)

Dari kedua unit usaha itu Delila juga belajar bagi para anggotanya untuk mengelola operasional usaha, keuangan, hingga sumber daya manusia.

Pada 2025, Nyala Cafe membukukan omzet sekitar Rp985 juta, sementara Hop Mart mencapai Rp2,7 miliar. Bagi Delila, capaian tersebut menunjukkan bahwa usaha yang dimulai dari kelompok kecil ibu rumah tangga kini mampu berkembang menjadi bisnis yang memberi manfaat bagi banyak orang.

Nyala Cafe dan Hop Mart sendiri mempekerjakan lima karyawan yang seluruhnya dikelola oleh kelompok. Modal usaha berasal dari para anggota dengan nilai investasi yang berbeda-beda sesuai kemampuan masing-masing.

Menariknya, pembagian keuntungan tidak hanya didasarkan pada besarnya modal.

"Yang paling besar justru dilihat dari kehadiran. Kalau ada pesanan rica ayam atau pekerjaan lain, siapa yang aktif bekerja, pembagiannya juga lebih besar," kata Delila.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berdayakan Pemuda, Harita Nickel Cetak Operator Bersertifikat dari Pulau Obi

Berdayakan Pemuda, Harita Nickel Cetak Operator Bersertifikat dari Pulau Obi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 10:15 WIB

Harita Nickel NCKL Tebar Dividen Rp2,7 Triliun

Harita Nickel NCKL Tebar Dividen Rp2,7 Triliun

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB

Harmoni Industri Tambang dan Pertanian, Harita Nickel Perkuat Ekonomi Petani Pulau Obi

Harmoni Industri Tambang dan Pertanian, Harita Nickel Perkuat Ekonomi Petani Pulau Obi

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 09:44 WIB

Dari Pulau Obi untuk Literasi: Rumah Belajar Harita Nickel Tumbuhkan Minat Baca Anak

Dari Pulau Obi untuk Literasi: Rumah Belajar Harita Nickel Tumbuhkan Minat Baca Anak

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:15 WIB

Kualitas Air Terjaga, Nelayan Halmahera Penuhi Kebutuhan Gizi Karyawan Harita Nickel

Kualitas Air Terjaga, Nelayan Halmahera Penuhi Kebutuhan Gizi Karyawan Harita Nickel

News | Kamis, 09 April 2026 | 09:09 WIB

Harita Nickel Tingkatkan Kualitas Pendidikan Pulau Obi Melalui Revitalisasi Sekolah

Harita Nickel Tingkatkan Kualitas Pendidikan Pulau Obi Melalui Revitalisasi Sekolah

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 18:29 WIB

Terkini

Pemerintah Rela Tak Pungut Pajak Rp632 Triliun pada 2027, Siapa yang Diuntungkan?

Pemerintah Rela Tak Pungut Pajak Rp632 Triliun pada 2027, Siapa yang Diuntungkan?

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:35 WIB

Bachtiar Nasir Tolak Konser Andrea Bocelli di Indonesia, Soroti Keberpihakan ke Israel

Bachtiar Nasir Tolak Konser Andrea Bocelli di Indonesia, Soroti Keberpihakan ke Israel

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:31 WIB

Malaikat Maut Juga Bisa Galau? Sisi Lain Kematian di Novel Setelah Melompat Aku Ingin Hidup

Malaikat Maut Juga Bisa Galau? Sisi Lain Kematian di Novel Setelah Melompat Aku Ingin Hidup

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:31 WIB

Pakar UMY Ingatkan Jokowi Bawa Ijazah Asli di Sidang Roy Suryo: Jangan Fotokopi

Pakar UMY Ingatkan Jokowi Bawa Ijazah Asli di Sidang Roy Suryo: Jangan Fotokopi

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:27 WIB

6 Arti Punggung Merinding Tiba-tiba Siang Hari Menurut Primbon Jawa

6 Arti Punggung Merinding Tiba-tiba Siang Hari Menurut Primbon Jawa

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:25 WIB

Jebakan Konsumerisme Digital: Di Balik Perilaku Cemas dan Lapar Mata Gen Z

Jebakan Konsumerisme Digital: Di Balik Perilaku Cemas dan Lapar Mata Gen Z

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:10 WIB

Laba SIG Meroket 363%, Industri Semen Masih Dibayangi Overcapacity

Laba SIG Meroket 363%, Industri Semen Masih Dibayangi Overcapacity

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:10 WIB

Anak SD Tewas Dibully Kakak Kelas: Guru, Sekolah, atau Orang Tua yang Harus Bertanggung Jawab?

Anak SD Tewas Dibully Kakak Kelas: Guru, Sekolah, atau Orang Tua yang Harus Bertanggung Jawab?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:06 WIB

Imbas Seruan Boikot, Ini Daftar Musisi yang Kompak Mundur dari Rans Carnival Jogja

Imbas Seruan Boikot, Ini Daftar Musisi yang Kompak Mundur dari Rans Carnival Jogja

Entertainment | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:01 WIB

Abdullah Dorong RUU Perampasan Aset Atur Investasi Bodong, Tegaskan Uang Korban Harus Kembali

Abdullah Dorong RUU Perampasan Aset Atur Investasi Bodong, Tegaskan Uang Korban Harus Kembali

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:55 WIB

×