Di Tengah Hilirisasi Nikel, Perempuan Pulau Obi Menemukan Jalan Baru Gerakkan Ekonomi

Fabiola Febrinastri

Kamis, 16 Juli 2026 | 12:27 WIB
Di Tengah Hilirisasi Nikel, Perempuan Pulau Obi Menemukan Jalan Baru Gerakkan Ekonomi
Suasana di Nyala Cafe, yang dikelola oleh warga Obi, merupakan hasil binaan Harita Nickel pada Program Pengembangan Masyarakat di bidang ekonomi. (Dok: Harita Nickel)

Mengelola usaha yang melibatkan puluhan orang tentu bukan tanpa tantangan. Perbedaan pendapat hingga rasa iri antaranggota pernah muncul. Namun, menurut Delila, tantangan tersebut menjadi bagian dari proses membangun usaha bersama.

Ia berharap semakin banyak perempuan di Kawasi berani mengambil kesempatan yang sama.

"Mudah-mudahan ibu-ibu yang lain juga mau membuka diri dan bergabung. Memang harus ada kesediaan dan kesabaran untuk belajar."

Jika Delila mewakili tumbuhnya UMKM, Dalfa Jouronga menunjukkan bagaimana peluang ekonomi juga hadir di sisi lain rantai usaha.

Perempuan berusia 28 tahun asal Kawasi itu awalnya hanya ingin membantu ayahnya yang berprofesi sebagai petani. Ketika keluarganya mendapat kesempatan memasok kebutuhan dapur perusahaan, sang ayah sempat ragu karena belum pernah menjalankan usaha seperti itu, Dalfa justru melihat peluang.

"Saya bilang ke bapak, ambil saja. Nanti saya sama kakak yang urus. Bapak cukup kasih modal," katanya.

Sejak saat itu, kesehariannya berubah. Ia mengatur pengadaan buah, sayur, tahu, tempe, dan berbagai kebutuhan pangan lainnya. Sebagian didatangkan dari luar Pulau Obi, sementara komoditas lokal diperoleh dari petani di Soligi dan Waringi.

Hubungan dengan para petani dibangun secara langsung. Ketika ada pesanan, Dalfa menghubungi mereka agar hasil panen dapat dipersiapkan sesuai kebutuhan.

"Kalau ada PO, saya telepon mereka. Mereka sudah tahu kapan harus siapkan barang dan kapan harus diantar," ujarnya.

baca juga
Dalfa Jouronga sedang berkoordinasi dengan staf catering perihal paket sayur mayur yang disuplai untuk pangan pegawai. (Dok: Harita Nickel)
Dalfa Jouronga sedang berkoordinasi dengan staf catering perihal paket sayur mayur yang disuplai untuk pangan pegawai. (Dok: Harita Nickel)

Menurut Dalfa, pola tersebut membuat petani memiliki pasar yang lebih pasti untuk sejumlah komoditas lokal. Di sisi lain, ia juga memperoleh pasokan yang lebih dekat dan lebih efisien dibanding harus mendatangkan seluruh kebutuhan dari luar daerah.

Sepanjang 2025, tercatat 67 supplier lokal terlibat dalam memenuhi berbagai kebutuhan operasional perusahaan dengan total nilai transaksi mencapai sekitar Rp169 miliar. Kehadiran para supplier tersebut ikut menghubungkan hasil pertanian masyarakat dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.

Kini, usaha keluarganya terus berkembang. Dari yang semula menyewa kendaraan operasional, kini mereka telah memiliki armada sendiri untuk mendukung distribusi barang.

"Saya jadi belajar bisnis, belajar mengatur keuangan, belajar berhubungan dengan petani. Saya juga jadi punya lebih banyak kenalan” pungkasnya.

Kisah Delila dan Dalfa menunjukkan bahwa dampak ekonomi di Pulau Obi tidak berhenti pada terciptanya lapangan kerja di sektor industri. Di sekitarnya, tumbuh pula ekosistem usaha yang melibatkan kelompok perempuan, petani, pelaku UMKM, hingga supplier lokal.

Pendekatan tersebut berkembang melalui program pengembangan ekonomi masyarakat yang tidak hanya berfokus pada bantuan modal, tetapi juga peningkatan kapasitas pelaku usaha, pendampingan bisnis, penyediaan fasilitas produksi, hingga pembukaan akses pasar.

Selain Nyala Cafe dan Hop Mart, berbagai unit usaha lain seperti Obi Snack, RUTE (Rumah Usaha Tangguh Ekonomi), dan PROSA (Project Rasa) juga berkembang di Pulau Obi. Sepanjang 2025, keseluruhan UMKM tersebut membukukan total omzet sekitar Rp5,6 miliar.

Di tengah pesatnya hilirisasi nikel, angka-angka tersebut menjadi penanda bahwa pertumbuhan ekonomi di Pulau Obi tidak hanya terjadi di dalam kawasan industri. Ia juga tumbuh di dapur-dapur rumah warga, di kebun para petani, dan di tangan perempuan-perempuan seperti Delila serta Dalfa yang melihat perubahan sebagai peluang untuk membangun masa depan yang lebih baik. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berdayakan Pemuda, Harita Nickel Cetak Operator Bersertifikat dari Pulau Obi

Berdayakan Pemuda, Harita Nickel Cetak Operator Bersertifikat dari Pulau Obi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 10:15 WIB

Harita Nickel NCKL Tebar Dividen Rp2,7 Triliun

Harita Nickel NCKL Tebar Dividen Rp2,7 Triliun

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB

Harmoni Industri Tambang dan Pertanian, Harita Nickel Perkuat Ekonomi Petani Pulau Obi

Harmoni Industri Tambang dan Pertanian, Harita Nickel Perkuat Ekonomi Petani Pulau Obi

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 09:44 WIB

Dari Pulau Obi untuk Literasi: Rumah Belajar Harita Nickel Tumbuhkan Minat Baca Anak

Dari Pulau Obi untuk Literasi: Rumah Belajar Harita Nickel Tumbuhkan Minat Baca Anak

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:15 WIB

Kualitas Air Terjaga, Nelayan Halmahera Penuhi Kebutuhan Gizi Karyawan Harita Nickel

Kualitas Air Terjaga, Nelayan Halmahera Penuhi Kebutuhan Gizi Karyawan Harita Nickel

News | Kamis, 09 April 2026 | 09:09 WIB

Harita Nickel Tingkatkan Kualitas Pendidikan Pulau Obi Melalui Revitalisasi Sekolah

Harita Nickel Tingkatkan Kualitas Pendidikan Pulau Obi Melalui Revitalisasi Sekolah

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 18:29 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×