Membangun PLTS Saja Tidak Cukup: Bagaimana Mewujudkan Elektrifikasi yang Berkelanjutan di Indonesia?

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 10 Juli 2026 | 11:48 WIB
Membangun PLTS Saja Tidak Cukup: Bagaimana Mewujudkan Elektrifikasi yang Berkelanjutan di Indonesia?
Unsplash/ Andreas Gücklhorn

Suara.com - Hampir seluruh rumah tangga di Indonesia kini telah teraliri listrik. Namun, akses listrik belum otomatis berarti masyarakat menikmati layanan energi yang andal dan berkelanjutan. Di banyak wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), tantangan justru muncul setelah pembangkit dibangun: bagaimana memastikan listrik tetap tersedia, terawat, dan mampu mendukung kegiatan ekonomi masyarakat.

Persoalan ini menjadi perhatian Perkumpulan Pemasang PLTS Atap Seluruh Indonesia (PERPLATSI). Organisasi tersebut menilai keberhasilan program elektrifikasi, khususnya melalui pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), tidak cukup diukur dari jumlah sistem yang terpasang, tetapi dari manfaat yang dihasilkan dalam jangka panjang.

"Tantangan hari ini bukan sekadar bagaimana membawa kabel ke desa, melainkan bagaimana memastikan energi tersedia secara andal, terjangkau, dan benar-benar bermanfaat bagi kehidupan masyarakat," kata Bendahara Umum PERPLATSI, Nimas Puspito Pratiwi, dalam Indonesia Solar Summit 2026, Kamis (9/7/2026).

Menurut Nimas, salah satu penyebab PLTS tidak berumur panjang adalah pendekatan pembangunan yang masih berorientasi pada proyek. Setelah instalasi selesai dan diserahterimakan, banyak sistem tidak lagi mendapatkan pendampingan, pemeliharaan, atau operator yang memahami cara mengelolanya.

Selain itu, desain PLTS sering kali mengikuti anggaran yang tersedia, bukan berdasarkan kebutuhan masyarakat. Akibatnya, kapasitas pembangkit bisa terlalu kecil atau terlalu besar sehingga tidak optimal digunakan.

Padahal, menurut Nimas, setiap wilayah membutuhkan pendekatan elektrifikasi yang berbeda. Daerah yang mudah dijangkau jaringan PLN lebih sesuai menggunakan perluasan jaringan (grid extension), sementara wilayah terpencil dapat memanfaatkan solar mini-grid, sistem hibrida, atau PLTS terdesentralisasi yang disesuaikan dengan kondisi setempat.

PERPLATSI juga menilai listrik seharusnya menjadi penggerak aktivitas produktif, bukan hanya untuk kebutuhan rumah tangga. Di sektor pertanian, misalnya, PLTS dapat mengoperasikan pompa irigasi, sedangkan di sektor perikanan listrik dapat digunakan untuk penyimpanan hasil tangkapan. Bagi pelaku UMKM, listrik memungkinkan penggunaan mesin produksi dan memperpanjang jam operasional.

"Keberhasilan elektrifikasi tidak dilihat dari jumlah sistem yang terpasang, tetapi dari seberapa besar energi itu dimanfaatkan untuk kegiatan produktif masyarakat," ujar Nimas.

Untuk itu, PERPLATSI mengusulkan lima aspek yang perlu menjadi perhatian pemerintah, yakni perancangan berbasis kebutuhan (need-based design), jaminan kualitas instalasi, penguatan kapasitas operator lokal, sistem operasi dan pemeliharaan yang berkelanjutan, serta pemanfaatan energi untuk kegiatan produktif.

baca juga

Menurut organisasi tersebut, elektrifikasi perlu dipandang sebagai layanan jangka panjang, bukan sekadar pembangunan infrastruktur. Dengan desain yang sesuai kebutuhan, dukungan teknis, serta keterlibatan masyarakat lokal, PLTS dinilai dapat berkontribusi tidak hanya terhadap pemerataan akses energi, tetapi juga peningkatan kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah.

Penulis: Chairunisa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Masih Misteri, Spesifikasi Hyundai Ioniq 3 Setara BYD Apa?

Harga Masih Misteri, Spesifikasi Hyundai Ioniq 3 Setara BYD Apa?

Otomotif | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:36 WIB

Harga Selisih Jauh, Motor Listrik Yamaha Aerox E vs Aerox 155 Lebih Kencang Mana?

Harga Selisih Jauh, Motor Listrik Yamaha Aerox E vs Aerox 155 Lebih Kencang Mana?

Otomotif | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:02 WIB

Rumah Estetik Saja Tidak Cukup, Pahami Standar Keamanan Listrik Modern

Rumah Estetik Saja Tidak Cukup, Pahami Standar Keamanan Listrik Modern

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 12:45 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×