- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung merencanakan perbaikan JPO Jalan Kapten Tendean yang rusak akibat ditabrak truk pada Selasa.
- Pemerintah berencana menyediakan zebra cross sebagai solusi jangka pendek untuk menjaga keamanan pejalan kaki di lokasi tersebut.
- Pembangunan JPO permanen akan segera direalisasikan menggunakan skema pendanaan dari APBD, dana CSR, maupun melalui mekanisme naming rights.
Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan rencana penyelesaian jangka pendek dan jangka panjang untuk Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.
JPO tersebut sebelumnya rusak berat akibat dihantam truk pembawa alat bore pile pada Selasa (14/7/2026) dini hari, sehingga akhirnya terpaksa dibongkar total.
Pramono menyampaikan, penanganan JPO Tendean akan ditempuh melalui dua tahap, yakni solusi sementara dan pembangunan permanen.
"Jangka pendeknya, saya sudah meminta kepada Dinas Perhubungan untuk melakukan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan memintakan izin apakah itu bisa digunakan untuk zebra cross dalam jangka pendek dulu," kata politisi senior tersebut di Balai Kota, Jumat (17/7/2026).
![Petugas membongkar Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean yang rusak usai tertabrak truk pengangkut alat berat di kawasan Tendean, Jakarta, Selasa (14/7/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/14/11983-truk-tabrak-jpo-tendean-jpo-tendean-dibongkar.jpg)
Menurutnya, opsi zebra cross sementara diajukan karena proses pembangunan JPO baru membutuhkan waktu yang tidak sebentar.
Di sisi lain, Pramono menegaskan pembangunan JPO baru tetap menjadi prioritas dan telah diperintahkan untuk segera direalisasikan.
"Apakah melalui APBD, creative financing, CSR dan sebagainya atau naming right, segera kami lakukan," ujarnya.
Skema pendanaan pembangunan JPO baru, baik melalui APBD, creative financing, CSR, maupun naming rights, akan dibahas dalam rapat pekan depan dan diputuskan secepatnya.
Sebelumnya, Pramono juga sempat menyinggung bahwa lokasi JPO tersebut memiliki tingkat mobilitas warga yang tinggi sehingga tidak elok jika dibiarkan rusak berlarut-larut.
Melalui penyediaan zebra cross sementara, Pemprov DKI Jakarta berupaya memastikan keselamatan pejalan kaki di kawasan Tendean tetap terjaga selama proses pembangunan JPO permanen berlangsung.