- Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma menegaskan bentrokan di Adonara Timur dipicu konflik lama, bukan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.
- Bentrokan antara warga di Flores Timur pada Sabtu (18/7/2026) menyebabkan tiga orang tewas serta puluhan rumah rusak.
- Pemerintah Provinsi NTT kini fokus mengamankan lokasi dan melakukan identifikasi komprehensif untuk menyelesaikan akar permasalahan konflik tersebut.
Suara.com - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Johni Asadoma membantah anggapan bahwa bentrokan antarmasyarakat di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, dipicu pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.
Menurut Johni, konflik yang menewaskan tiga orang itu merupakan persoalan lama yang kembali mencuat karena penyelesaiannya belum tuntas.
"Saya rasa tidak, karena ini memang sudah ada konflik sebelumnya. Ini bukan baru kali ini, sudah ada konflik sebelumnya, dan mungkin penyelesaiannya tidak tuntas, jadi mungkin muncul lagi permasalahan itu," kata Johni kepada suara.com, ditemui di kantor Bapenas, Jakarta, Senin (20/7/2026).
Ia mengatakan, situasi keamanan di lokasi bentrokan kini sudah berangsur kondusif setelah aparat kepolisian diterjunkan untuk mengamankan wilayah tersebut.
"Sekarang kondisinya sudah kondusif, apalagi aparat kepolisian sudah diturunkan ke sana sehingga situasinya sudah kondusif sekarang," ujarnya.
Meski demikian, Johni mengingatkan pekerjaan pemerintah belum selesai. Menurutnya, tantangan terbesar saat ini adalah menemukan penyelesaian yang menyentuh akar persoalan agar konflik serupa tidak kembali terjadi.
"Yang masih menjadi masalah adalah bagaimana kita bisa menyelesaikan permasalahan ini secara komprehensif, sehingga tidak akan muncul lagi di kemudian hari," katanya.
Pemerintah Provinsi NTT, lanjut Johni, masih melakukan identifikasi terhadap akar konflik yang terjadi. Hasil pendalaman itu nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan langkah lanjutan, termasuk kemungkinan berkoordinasi dengan pemerintah pusat.
"Sekarang kita masih dalam proses untuk mengidentifikasi akar masalah dan sebagainya. Nanti kalau memang harus koordinasi dengan pemerintah pusat, ya kita akan melakukan, tapi sekarang masih dalam proses mengidentifikasi masalah," tutur Johni.
Sebelumnya, bentrokan antara warga Desa Narasoina dan Dusun Bele, Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, pada Sabtu (18/7/2026), menyebabkan tiga orang meninggal dunia, lima orang mengalami luka-luka, serta mengakibatkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan.
Berdasarkan keterangan Wakil Komandan Batalyon (Wadanyon) B Pelopor Satuan Brimob Polda NTT AKP Antonio Cortareal dikatakan bahwa penyebab bentrokan dipicu persoalan batas tanah serta klaim sepihak atas lokasi yang disebut akan digunakan untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.