Habiburokhman Dorong Pengawas Khusus agar RUU Perampasan Aset Tak Disalahgunakan

Bella, Bagaskara Isdiansyah

Senin, 20 Juli 2026 | 14:53 WIB
Habiburokhman Dorong Pengawas Khusus agar RUU Perampasan Aset Tak Disalahgunakan
Ketua Komisi III DPR Habiburokhman memberikan keterangan saat konferensi pers di Kejaksaan Agung, Jakarta, Sabtu (11/7/2026). (ANTARA FOTO/Bayu Pratama)
baca 10 detik
  • Habiburokhman menyoroti pentingnya pengawasan ketat RUU Perampasan Aset agar tidak disalahgunakan oleh aparat penegak hukum yang korup.
  • Ia mengusulkan pembentukan lembaga pengawas khusus untuk mencegah penyalahgunaan wewenang dan konflik kepentingan selama implementasi undang-undang tersebut.
  • Pengelolaan aset hasil sitaan harus dilakukan secara profesional oleh unit khusus agar nilai ekonomisnya terjaga bagi keuangan negara.

Suara.com - Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, memberikan catatan kritis terkait penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama akademisi dan pakar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (20/7/2026).

Ia menekankan pentingnya pengawasan ketat agar undang-undang ini tidak menjadi instrumen "perampokan" oleh aparat yang korup.

Habiburokhman menyoroti integritas aparat penegak hukum yang nantinya akan menjadi garda terdepan dalam implementasi regulasi ini.

Ia mengibaratkan upaya pemberantasan korupsi jangan sampai dilakukan oleh oknum yang justru bermasalah.

"Kita tahu bahwa isu soal aparat yang bersih ini jadi masalah sekarang. Jangan sampai kita ingin membersihkan rumah dengan sapu yang kotor. Kalau situasi seperti itu terjadi, maka ini bisa jadi bencana justru," ujar Habiburokhman di hadapan para pakar.

Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman. (Suara.com/Bagas)
Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman. (Suara.com/Bagas)

Politikus Partai Gerindra itu mengkhawatirkan adanya potensi penyalahgunaan wewenang (abuse of power) jika aparat memiliki kuasa besar tanpa pengawasan yang memadai.

Menurutnya, alih-alih memulihkan keuangan negara, RUU ini bisa berbalik arah jika jatuh ke tangan oknum yang tidak bertanggung jawab.

"Bukan yang terjadi bukannya asset recovery atau pemulihan aset untuk negara, tapi adalah perampokan aset oleh aparat yang korup, aparat yang kotor. Kalau ada aparat yang tidak terkendali, memeras, menyalahgunakan jabatan, ini akan menimbulkan masalah baru," tegasnya.

Sebagai langkah antisipasi, Habiburokhman meminta agar dikaji pembentukan lembaga pengawas khusus dengan mencontoh best practices di negara lain atau seperti Dewan Pengawas (Dewas) KPK.

baca juga

Hal itu dianggap krusial untuk mencegah terjadinya konflik antarkelompok kepentingan yang ia istilahkan seperti "zaman para tuan perang".

"Takutnya kita malah bisa kayak negara zaman-zaman warlord, tuan-tuan perang itu. Kelompok ini menghajar kelompok ini dan lain sebagainya. Harus ada pengawas khusus yang maksimal dan efektif mencegah abuse of power," tambahnya.

Selain isu integritas aparat, Habiburokhman juga menyoroti aspek pasca-perampasan, yakni pengelolaan aset. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan perampasan aset tidak boleh hanya diukur dari angka di atas kertas saat penyitaan, tetapi dari nilai riil yang kembali ke kas negara.

Ia mencontohkan aset berupa kebun, hotel, atau apartemen yang jika tidak dikelola secara profesional akan mengalami penurunan nilai secara drastis (penyusutan).

"Namanya kebun kalau tidak diurus, nilainya bisa merosot sampai tinggal 30 persen. Tanaman tidak dirawat, dicuri, alat berat rusak. Pada akhirnya, kalau pengelolaannya tidak benar, aset itu justru membebani keuangan negara karena untuk merawatnya harus keluar uang negara, tapi asetnya tidak produktif," jelasnya.

Oleh karena itu, ia mendorong pembentukan unit khusus atau lembaga lintas kementerian/lembaga yang memiliki kompetensi di bidang pengelolaan aset agar pemulihan kerugian negara dapat berjalan maksimal dan efisien.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Program Makan Bergizi Gratis Belum Capai Target, Realisasinya Baru 59 Persen

Program Makan Bergizi Gratis Belum Capai Target, Realisasinya Baru 59 Persen

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 17:09 WIB

Masih Disidik Kejagung, Motor Listrik Rp243,9 Miliar Milik BGN Belum Dicatat sebagai Aset

Masih Disidik Kejagung, Motor Listrik Rp243,9 Miliar Milik BGN Belum Dicatat sebagai Aset

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 17:01 WIB

Masih Nunggak Rp1,6 Triliun ke Pihak Ketiga, BGN Janji Bakal Bayar Tahun Ini

Masih Nunggak Rp1,6 Triliun ke Pihak Ketiga, BGN Janji Bakal Bayar Tahun Ini

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 16:38 WIB

Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur

Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur

DPR | Kamis, 16 Juli 2026 | 20:49 WIB

Kasus Bom Rakitan di MAN 3 Padang Jadi Alarm Perlindungan Anak di Era Digital

Kasus Bom Rakitan di MAN 3 Padang Jadi Alarm Perlindungan Anak di Era Digital

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 13:41 WIB

DPR RI Luncurkan SIMASLEG, Publik Kini Bisa Pantau Proses Pembentukan UU Secara Digital

DPR RI Luncurkan SIMASLEG, Publik Kini Bisa Pantau Proses Pembentukan UU Secara Digital

DPR | Rabu, 15 Juli 2026 | 16:00 WIB

Sekolah Sepi Murid Makin Marak, Pemerintah Didesak Petakan Ulang Kebutuhan Sekolah

Sekolah Sepi Murid Makin Marak, Pemerintah Didesak Petakan Ulang Kebutuhan Sekolah

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 13:34 WIB

DPR RI Terima Delegasi California, Bahas Kerja Sama Perdagangan hingga Pendidikan

DPR RI Terima Delegasi California, Bahas Kerja Sama Perdagangan hingga Pendidikan

DPR | Selasa, 14 Juli 2026 | 17:38 WIB

Komisi X DPR Dukung MPLS 2026 Berbasis Karakter dan Bebas Perundungan

Komisi X DPR Dukung MPLS 2026 Berbasis Karakter dan Bebas Perundungan

DPR | Selasa, 14 Juli 2026 | 17:34 WIB

Habiburokhman Buka Suara Soal Kejagung Stop Usut SPPG Bermasalah: Saya Belum Tahu

Habiburokhman Buka Suara Soal Kejagung Stop Usut SPPG Bermasalah: Saya Belum Tahu

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 16:55 WIB

Terkini

Dinilai Berkonotasi Negatif, Istilah Perampasan Aset Diusulkan Berganti Nama Jadi Asset Recovery

Dinilai Berkonotasi Negatif, Istilah Perampasan Aset Diusulkan Berganti Nama Jadi Asset Recovery

News | Senin, 20 Juli 2026 | 14:45 WIB

Ironi Pendidikan Tinggi: Kelas Menengah Justru Paling Terjepit

Ironi Pendidikan Tinggi: Kelas Menengah Justru Paling Terjepit

Your Say | Senin, 20 Juli 2026 | 14:45 WIB

Roy Suryo Siapkan Praperadilan Ketiga, Tuntut Ganti Rugi Rp200 Juta

Roy Suryo Siapkan Praperadilan Ketiga, Tuntut Ganti Rugi Rp200 Juta

News | Senin, 20 Juli 2026 | 14:43 WIB

Bukan Menolak, PDIP Bongkar Alasan Larang Kadernya Ikut Proyek Makan Bergizi Gratis

Bukan Menolak, PDIP Bongkar Alasan Larang Kadernya Ikut Proyek Makan Bergizi Gratis

Jatim | Senin, 20 Juli 2026 | 14:42 WIB

Breakingnews! Mesir dan Yordania Diskusi Membahas Perang

Breakingnews! Mesir dan Yordania Diskusi Membahas Perang

News | Senin, 20 Juli 2026 | 14:40 WIB

Beli Onitsuka Tiger Ori di Mana? Ini Rekomendasi Toko Tepercaya untuk Hindari Barang Palsu

Beli Onitsuka Tiger Ori di Mana? Ini Rekomendasi Toko Tepercaya untuk Hindari Barang Palsu

Lifestyle | Senin, 20 Juli 2026 | 14:40 WIB

5 Rekomendasi HP Mid Range Terbaik untuk Foto 2026, Hasil Jernih dan Video Stabil

5 Rekomendasi HP Mid Range Terbaik untuk Foto 2026, Hasil Jernih dan Video Stabil

Tekno | Senin, 20 Juli 2026 | 14:37 WIB

Media Tetangga Sampai Heran Ada 3 Pemain Berdarah Australia Bersama Timnas Indonesia

Media Tetangga Sampai Heran Ada 3 Pemain Berdarah Australia Bersama Timnas Indonesia

Bola | Senin, 20 Juli 2026 | 14:36 WIB

Jangan Berharap Kopdes Seperti Minimarket, Tak Semua Barang Ada

Jangan Berharap Kopdes Seperti Minimarket, Tak Semua Barang Ada

Bisnis | Senin, 20 Juli 2026 | 14:31 WIB

Dewan Pers Sesalkan Ucapan Hotman Paris yang Dinilai Merendahkan Profesi Wartawan

Dewan Pers Sesalkan Ucapan Hotman Paris yang Dinilai Merendahkan Profesi Wartawan

News | Senin, 20 Juli 2026 | 14:30 WIB

×