Selat Hormuz Lumpuh, Kapal Tanker Bisa Melintas Kalau Punya Ordal di Iran

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 21 Juli 2026 | 15:21 WIB
Selat Hormuz Lumpuh, Kapal Tanker Bisa Melintas Kalau Punya Ordal di Iran
ilustrasi kapal tanker melintasi Selat Hormuz (Google Gemini)
baca 10 detik
  • Lalu lintas kapal di Selat Hormuz anjlok 66 persen akibat blokade AS dan larangan Iran.

  • Penghentian armada pengangkut minyak mentah mengancam pasokan seperlima kebutuhan energi dunia.

  • Analis memperingatkan harga minyak global berpotensi tembus 100 dolar per barel jika konflik berlanjut.

Suara.com - Perang antara Amerika Serikat dan Iran melumpuhkan pergerakan kapal tanker di Selat Hormuz. Pemilik armada global memilih menghentikan pelayaran guna menghindari risiko serangan pada jalur vital tersebut.

Langkah sepihak Tehran melarang aktivitas pelayaran komersial makin memperkeruh situasi keamanan di Teluk. Penurunan drastis lalu lintas kapal terjadi secara serentak berdasarkan pemantauan berbagai lembaga data maritim.

Data Lloyd's List Intelligence mencatat pergerakan kapal melintasi selat hanya tersisa 53 unit pekan lalu. Angka tersebut merosot tajam hingga 66 persen dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai 157 kapal.

Kapal-kapal di Selat Hormuz dekat pantai Bandar Abbas, Iran, pada 21 Juni. [West Asia News Agency/via Reuters]
Kapal-kapal di Selat Hormuz dekat pantai Bandar Abbas, Iran, pada 21 Juni. [West Asia News Agency/via Reuters]

Penurunan paling ekstrem terjadi pada sektor pengangkut minyak mentah dan gas alam cair. Jumlah perlintasan kapal tanker anjlok drastis dari 90 pelayaran menjadi hanya 30 armada.

Pemantauan Kpler menunjukkan intensitas harian kapal merosot hingga ke angka satu digit. Kondisi stagnan ini menghancurkan tren pemulihan aktivitas maritim yang sempat membaik pertengahan Juni lalu.

Mogoknya lalu lintas maritim mengancam stabilitas distribusi seperlima konsumsi minyak mentah dunia. Para pengusaha pelayaran kini bersikap ekstra hati-hati sebelum melintas.

"Hal-hal telah melambat secara signifikan sejak ketegangan kembali menyala," kata Bridget Diakun, analis risiko senior di Lloyd's List Intelligence, dikutip dari CNBC Internasional, Selasa (21/7/2026) sore.

"Itu tidak mengejutkan - orang-orang mundur dan menilai kembali, seperti yang Anda duga."

Meski begitu, lalu lintas komersial di koridor energi tersebut tidak sepenuhnya terhenti total. Pergerakan kapal masih terlihat meski dalam jumlah yang sangat terbatas.

baca juga

"Setiap orang memiliki selera risiko yang berbeda," kata Diakun.

"Kami masih melihat kapal tanker melintas masuk dan keluar, itu belum berhenti sama sekali."

Diakun memprediksi pergerakan armada komersial akan terus naik turun menyesuaikan dinamika keamanan wilayah. Pemilik kapal hanya memanfaatkan celah waktu aman sebelum kembali menarik armadanya.

Catatan S&P Global merekam rerata perlintasan harian kapal kini hanya menyisakan 13 armada. Sebagian besar kapal yang berani melintas diduga memiliki keterkaitan khusus dengan pihak Iran.

Mayoritas pemilik kapal internasional memilih menahan diri dari risiko kehancuran armada. Harapan pembukaan kembali akses Selat Hormuz secara cepat kini dinilai tidak realistis.

"Eskalasi terbaru menunjukkan bagaimana ekspektasi pembukaan cepat Selat itu terlalu dini," kata Saul Kavonic, kepala riset energi di MST Marquee.

Kavonic menyebut volume distribusi energi di Selat Hormuz kini tersisa 15 persen dari kondisi normal. Ia memperingatkan harga minyak mentah dunia berisiko menembus angka 100 dolar AS per barel.

"Permusuhan dan penerapan kembali blokade mengembalikan konflik ke lintasan eskalasi," katanya.

Kondisi ini diprediksi memburuk jika infrastruktur energi kawasan mulai diserang secara terbuka.

Anjloknya arus pelayaran ini merupakan buntut panjang dari blokade resmi Amerika Serikat sejak minggu lalu. Ketegangan militer dua negara menghentikan proses diplomasi yang sebelumnya sempat memberi harapan perdamaian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Minyak Dunia Bisa Makin Kacau, Giliran Jalur Utama Ekspor BBM Arab Saudi Diblokir

Harga Minyak Dunia Bisa Makin Kacau, Giliran Jalur Utama Ekspor BBM Arab Saudi Diblokir

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 14:17 WIB

Titik Serangan AS ke Selat Hormuz, Hancurkan Fasilitas Sipil Iran Hingga Krisis Air

Titik Serangan AS ke Selat Hormuz, Hancurkan Fasilitas Sipil Iran Hingga Krisis Air

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 13:27 WIB

Rudal Jelajah Iran Hancurkan Infrastuktur Data Amazon di Bahrain

Rudal Jelajah Iran Hancurkan Infrastuktur Data Amazon di Bahrain

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 13:06 WIB

Terkini

Seru Banget! 5 Rekomendasi Drakor Aksi yang Bikin Tegang Sekaligus Terhibur

Seru Banget! 5 Rekomendasi Drakor Aksi yang Bikin Tegang Sekaligus Terhibur

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 15:20 WIB

5 Sunscreen Anti Aging yang Cocok untuk Kulit di Atas 40 Tahun sesuai Review dan Harga

5 Sunscreen Anti Aging yang Cocok untuk Kulit di Atas 40 Tahun sesuai Review dan Harga

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 15:15 WIB

Beli Satu Dapat Dua! Makan Sushi Gratis di Semarang Khusus Promo dari BRI

Beli Satu Dapat Dua! Makan Sushi Gratis di Semarang Khusus Promo dari BRI

Bri | Selasa, 21 Juli 2026 | 15:14 WIB

Musim Kemarau di Jateng Datang, Pendaki Gunung Diminta Tak Nyalakan Api Sembarangan

Musim Kemarau di Jateng Datang, Pendaki Gunung Diminta Tak Nyalakan Api Sembarangan

Jawa Tengah | Selasa, 21 Juli 2026 | 15:13 WIB

Minyak Mentah Rusia Tiba di Indonesia, Bahlil: Jangan Tanya Harganya

Minyak Mentah Rusia Tiba di Indonesia, Bahlil: Jangan Tanya Harganya

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 15:11 WIB

DPR Sahkan UU Kerja Sama Pertahanan, Bidik Alih Teknologi dan Penguatan SDM Militer

DPR Sahkan UU Kerja Sama Pertahanan, Bidik Alih Teknologi dan Penguatan SDM Militer

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 15:06 WIB

Mesin Mobil Copot Mendadak Usai Terjang Genangan Air, BYD Beri Klarifikasi

Mesin Mobil Copot Mendadak Usai Terjang Genangan Air, BYD Beri Klarifikasi

Otomotif | Selasa, 21 Juli 2026 | 15:05 WIB

Indonesia Gabung Organisasi AI Dunia yang Diinisiasi China

Indonesia Gabung Organisasi AI Dunia yang Diinisiasi China

Video | Selasa, 21 Juli 2026 | 15:05 WIB

Google Ungkap 4 Kerugian Indonesia Jika Terapkan Hak Cipta AI

Google Ungkap 4 Kerugian Indonesia Jika Terapkan Hak Cipta AI

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 15:04 WIB

Ramai Desakan Febrie Adriansyah Dijatuhi Hukuman Mati, LBHM Ingatkan Bahaya Ilusi Ketegasan

Ramai Desakan Febrie Adriansyah Dijatuhi Hukuman Mati, LBHM Ingatkan Bahaya Ilusi Ketegasan

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 15:01 WIB

×