- Ketua DPP Partai Gerindra Bambang Haryadi menyatakan hubungan Presiden Prabowo dan Wapres Gibran tetap solid.
- Mensesneg Prasetyo Hadi menjelaskan tata letak kursi sidang kabinet di Istana Negara berubah demi kebutuhan teknis teleprompter.
- Sidang Kabinet Paripurna yang membahas evaluasi program pemerintah tersebut dilaksanakan pada Senin 20 Juli 2026.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi akhirnya memberikan klarifikasi mendalam mengenai perubahan tata letak tersebut.
Ia menjelaskan, SKP semester pertama 2026 ini memiliki agenda yang sangat padat, di mana Presiden perlu menyampaikan evaluasi dan arahan yang berbasis data secara detail.
"Beliau ingin menjelaskan banyak program. Maka kalau diperhatian saat sidang, program-program itu didukung data-data. Makanya beliau memakai alat bantu teleprompter," kata Prasetyo.
Penggunaan teleprompter dan layar data ini menuntut posisi Presiden Prabowo harus berada di tengah, agar pandangan matanya bisa menjangkau seluruh peserta sidang dengan jelas, sekaligus tetap bisa membaca data-data penting yang ditampilkan secara visual. Perubahan ini murni demi kelancaran komunikasi teknis di dalam ruangan.