- Erupsi Gunung Anak Krakatau sejak 4 Juni 2026 menyebabkan sebaran abu vulkanik mencapai wilayah Jakarta.
- Dinkes DKI Jakarta menyatakan paparan abu vulkanik berbahaya bagi kesehatan saluran pernapasan, mata, dan kulit.
- Masyarakat diimbau membatasi aktivitas luar ruangan, memakai masker KN95, serta membersihkan lingkungan dengan air.
Suara.com - Meningkatnya aktifitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang telah berlangsung sejak Jumat, (4/6/2026) lalu mengakibatkan sejumlah daerah terdampak sebaran abu vulkanik. Bahkan sebaran debu vulkanik itu meluas hingga beberapa titik di Jakarta.
Dinas Kesehatan DKI Jakarta menjabarkan paparan debu sisa abu vulkanik berpotensi menganggu kesehatan masyarakat. Meski abu vulkanik memiliki ukuran kecil, namun juga mengandung silika dan material kaca vulkanik yang bersifat abstraksi.
"Jika terhirup atau mengenai bagian tubuh tertentu, abu vulkanik dapat menimbulkan gangguan kesehatan, terutama saluran pernapasan, mata, dan kulit," tulis mereka melalui keterangan pers pada Minggu, (6/9/2026).
Paparan abu vulkanik juga berpotensi menimbukkan keluhan batuk, iritasi tenggorokan, sesak napas, serta memperparah kondisi asma dan penyakit pernapasan lainnya.
Karena itu, Dinkes menghimbau masyarakat untuk membatas kegiatan di luar rumah apabila tidak diperlukan. Pun semisal beraktifitas di luar rumah, masyarakat disarankan menggunakan masker KN95 itu mencegah menghirup debu vulkanik.
"Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta mengingatkan masyarakat, khususnya anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat dengan penyakit pernapasan seperti asma dan PPOK, untuk lebih berhati-hati terhadap paparan abu vulkanik," katanya.
*Bersihkan Lingkungan Dari Abu Vulkanik*
Dinkes DKI Jakarta juga menyarankan masyarakat untuk membersihkan lingkungan sekitar dari paparan abu vulkanik secara berkala. Katanya, menyapu debu tidak disarankan dalam kondisi kering karena khawatir partikel halus abu justru malah berterbangan.
"Sebelum menyapu, percikkan air secukupnya agar abu menjadi lebih berat dan tidak mudah beterbangan," tambah mereka.
Masyarakat juga diharapkan untuk senantiasa menjaga sterilisasi diri saat sebelum dan sesudah membersihkan lingkungan sekitar dari paparan abu vulkanik.
Apabila ditemukan gejala gangguan kesehatan pernapasan dan lainnya, masyarakat juga dihimbau untuk segera memeriksa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapat penanganan serius. (Reporter: Alif Bintang)