Rencana Hibah Kapal Induk Bekas Italia Disorot, Pengamat Minta Pemerintah Hitung Ulang Kebutuhan

Bella, Hiskia Andika Weadcaksana

Rabu, 22 Juli 2026 | 11:01 WIB
Rencana Hibah Kapal Induk Bekas Italia Disorot, Pengamat Minta Pemerintah Hitung Ulang Kebutuhan
Presiden Prabowo Subianto melakukan prosesi penyiraman air kembang saat serah terima alat utama sistem persenjataan (alutsista) dari Pemerintah kepada TNI di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (18/5/2026). [ANTARA FOTO/Galih Pradipta/bar]
baca 10 detik
  • Pengamat UGM Muhadi Sugiono menyatakan pengadaan alutsista Indonesia harus didasarkan pada pemetaan ancaman nyata pada Rabu (22/7/2026).
  • Indonesia dinilai lebih membutuhkan peningkatan proteksi data strategis daripada alat perang konvensional karena tidak sedang dalam konflik terbuka.
  • Pendekatan pertahanan Indonesia berbeda dengan negara seperti Iran atau India yang menghadapi ancaman militer langsung dari luar.

Suara.com - Perdebatan mengenai kebutuhan alat utama sistem persenjataan (alutsista) Indonesia kembali mengemuka di tengah rencana penguatan armada pertahanan nasional. Hal ini menyusul rencana Indonesia menerima hibah kapal induk bekas Italia yang telah berusia sekitar 40 tahun.

Pengamat Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada (UGM), Muhadi Sugiono, menilai pengadaan alutsista seharusnya tidak didasarkan pada keinginan memiliki peralatan militer paling canggih, melainkan pada ancaman nyata yang dihadapi Indonesia.

Menurut Muhadi, langkah pertama yang harus dilakukan pemerintah adalah memetakan tantangan pertahanan secara komprehensif. Dari pemetaan itu, negara dapat menentukan jenis kemampuan pertahanan yang benar-benar dibutuhkan, bukan sekadar mengikuti tren modernisasi militer negara lain.

"Ancaman terhadap kita itu apa? Tantangan pertahanan kita itu apa?" kata Muhadi kepada Suara.com, Rabu (22/7/2026).

Parade alutsista berbaris saat gladi menyambut HUT TNI ke-80 di kawasan Monas, Jakarta, Rabu (1/10/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Parade alutsista berbaris saat gladi menyambut HUT TNI ke-80 di kawasan Monas, Jakarta, Rabu (1/10/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Ia menegaskan kebutuhan pertahanan Indonesia belum tentu identik dengan kapal perang modern, jet tempur mutakhir, atau sistem senjata berteknologi tinggi. Bentuk ancaman yang dihadapi Indonesia bisa berbeda sehingga kebutuhan alutsistanya pun harus berbeda.

"Jadi alutsista kita itu harus tailor made, harus disesuaikan dengan kebutuhan kita," ucapnya.

Muhadi mencontohkan tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini bisa lebih banyak berkaitan dengan keamanan siber dan perlindungan data strategis negara.

Dalam situasi tersebut, investasi pada kemampuan pertahanan digital dapat menjadi lebih relevan dibandingkan pengadaan alat perang konvensional yang mahal.

"Tetapi yang kita butuhkan misalkan lebih pada peningkatan kapasitas untuk memproteksi database kita misalkan. Nah itu kan beda," ujarnya.

baca juga

Ia mengingatkan Indonesia tidak berada dalam situasi konflik terbuka dengan negara lain. Bahkan jika ketegangan geopolitik di kawasan Indo-Pasifik meningkat, Indonesia selama ini konsisten menyatakan tidak akan terlibat dalam konflik militer antarnegara.

"Jangan karena militer harus ada kapal yang canggih, pesawat tempur yang canggih, dan sebagainya. Memang kita akan menggunakannya kapan? Kita sedang tidak dalam situasi itu," ucapnya.

"Dan kalaupun toh di Indo-Pasifik ada perang, kita kan sudah mengklaim kita tidak akan terlibat di dalam perang itu. Mungkin kita akan terdampak, iya, tetapi bukan berarti kemudian kita harus ikut menyerang toh?" imbuhnya.

Muhadi mengatakan pendekatan pertahanan Indonesia tidak bisa disamakan dengan negara-negara yang hidup dalam lingkungan keamanan yang jauh lebih keras. Negara seperti Iran, India, atau Pakistan memiliki ancaman militer langsung sehingga kebutuhan memperkuat armada tempur dan persenjataan strategis menjadi lebih mendesak.

"Iran itu jelas ancamannya, dia melihat negara-negara sekitarnya itu mengancam, Amerika mengancam, Israel mengancam. India-Pakistan jelas ancamannya. Jadi militer, memperkuat armada, memiliki balistik, dan sebagainya menjadi kebutuhan, tetapi kita kan tidak harus," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sudah Berusia 40 Tahun, Kapal Induk Italia Dinilai Tak Cocok Untuk Pertahanan RI

Sudah Berusia 40 Tahun, Kapal Induk Italia Dinilai Tak Cocok Untuk Pertahanan RI

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 19:20 WIB

Di Balik Hibah Kapal Induk Italia, Ada Ambisi Kejar Tayang 5 Oktober yang Bisa Sedot Anggaran Jumbo

Di Balik Hibah Kapal Induk Italia, Ada Ambisi Kejar Tayang 5 Oktober yang Bisa Sedot Anggaran Jumbo

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 18:48 WIB

Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah

Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 20:23 WIB

Agus Jabo Minta Kader PRIMA Kawal Program Kerakyatan Pemerintahan Prabowo

Agus Jabo Minta Kader PRIMA Kawal Program Kerakyatan Pemerintahan Prabowo

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 17:59 WIB

Negara di Eropa Mendadak Jor-joran Belanja Militer, Ada Isu Perang Besar?

Negara di Eropa Mendadak Jor-joran Belanja Militer, Ada Isu Perang Besar?

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:17 WIB

Kapolri Temui Prabowo di Istana, Stabilitas Keamanan dan Hari Bhayangkara Jadi Bahasan

Kapolri Temui Prabowo di Istana, Stabilitas Keamanan dan Hari Bhayangkara Jadi Bahasan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 20:16 WIB

Datangi Kediaman Jokowi di Solo, Sespri Prabowo Rizky Irmansyah Jadi Sorotan

Datangi Kediaman Jokowi di Solo, Sespri Prabowo Rizky Irmansyah Jadi Sorotan

Video | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:07 WIB

Slip of the Tongue 'Ndasmu' Prabowo di Penas: Gaya Autentik atau Asal?

Slip of the Tongue 'Ndasmu' Prabowo di Penas: Gaya Autentik atau Asal?

Your Say | Kamis, 25 Juni 2026 | 10:28 WIB

Saat Tentara Harus Pegang Cangkul: Tamparan untuk Birokrasi Sipil Kita

Saat Tentara Harus Pegang Cangkul: Tamparan untuk Birokrasi Sipil Kita

Your Say | Rabu, 24 Juni 2026 | 16:30 WIB

Keterlibatan TNI Urus Pangan Jadi Sorotan, Prabowo Sebut Langkah Strategis bagi Negara

Keterlibatan TNI Urus Pangan Jadi Sorotan, Prabowo Sebut Langkah Strategis bagi Negara

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 15:26 WIB

Terkini

Karhutla Tak Pilih Korban, 4 Tokoh Lintas Agama Bicara soal Menjaga Alam

Karhutla Tak Pilih Korban, 4 Tokoh Lintas Agama Bicara soal Menjaga Alam

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 18:39 WIB

Nekat Beroperasi Tanpa SLHS, Penutupan 1.999 Dapur MBG Dinilai Cermin Kegagalan Perencanaan

Nekat Beroperasi Tanpa SLHS, Penutupan 1.999 Dapur MBG Dinilai Cermin Kegagalan Perencanaan

News | Rabu, 16 September 2026 | 18:34 WIB

Potret Sungai Cileungsi Menghitam Akibat Dugaan Limbah Industri

Potret Sungai Cileungsi Menghitam Akibat Dugaan Limbah Industri

Foto | Rabu, 16 September 2026 | 18:31 WIB

Kasus Dolar Singapura Palsu Rp4,7 M Disorot DPR! Polisi Diminta Ungkap Jaringannya

Kasus Dolar Singapura Palsu Rp4,7 M Disorot DPR! Polisi Diminta Ungkap Jaringannya

News | Rabu, 16 September 2026 | 18:27 WIB

Jangan Asal Ikut-ikutan Resign! Beda Kasta Antara Privilege Finansial dan Perjudian Ekonomi

Jangan Asal Ikut-ikutan Resign! Beda Kasta Antara Privilege Finansial dan Perjudian Ekonomi

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 18:25 WIB

Kebakaran Hanguskan 2 Hektare Lahan di Kerinci

Kebakaran Hanguskan 2 Hektare Lahan di Kerinci

Foto | Rabu, 16 September 2026 | 18:23 WIB

Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI

Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI

Jatim | Rabu, 16 September 2026 | 18:17 WIB

Bukan yang Pertama! KPK Bongkar Suap Awal Rp300 Juta dari PT Summarecon ke Pejabat ATR/BPN

Bukan yang Pertama! KPK Bongkar Suap Awal Rp300 Juta dari PT Summarecon ke Pejabat ATR/BPN

News | Rabu, 16 September 2026 | 18:15 WIB

iNews Group Dilepas MNC Group ke Bos Republikorp Norman Joesoef

iNews Group Dilepas MNC Group ke Bos Republikorp Norman Joesoef

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 18:11 WIB

Daftar Harga Helm Cargloss Half Face: Dari Seri Klasik hingga Khusus Hijab

Daftar Harga Helm Cargloss Half Face: Dari Seri Klasik hingga Khusus Hijab

Otomotif | Rabu, 16 September 2026 | 18:10 WIB

×