Donald Trump: Iran Mau Banget Bertemu, Tapi Amerika Tak Tertarik

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 22 Juli 2026 | 14:48 WIB
Donald Trump: Iran Mau Banget Bertemu, Tapi Amerika Tak Tertarik
Donald Trump resmi memerintahkan blokade laut Iran setelah negosiasi damai di Islamabad menemui jalan buntu. (Gemini AI)
baca 10 detik
  • AS menolak bertemu Iran sebelum Teheran siap menggelar perundingan nuklir yang berdampak nyata.

  • Donald Trump mengancam akan menggempur lokasi material nuklir Iran dengan kekuatan militer sangat besar.

  • Serangan balasan AS merusak kesepakatan damai yang sebelumnya telah dimediasi oleh Pakistan.

Suara.com - Pemerintah Amerika Serikat menutup pintu diplomasi formal dan memilih bersiap melancarkan aksi militer masif ke objek vital nuklir Iran.

Langkah tegas ini diambil lantaran Washington menilai Teheran belum menunjukkan iktikad serius untuk menghentikan ambisi persenjataan nuklirnya.

Sikap tanpa kompromi tersebut ditegaskan Presiden Donald Trump saat menerima kunjungan Presiden Lebanon Joseph Aoun di Gedung Putih.

Presiden China, Xi Jinping, diperkirakan akan menekan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait isu Taiwan dan perang tarif dalam pertemuan tingkat tinggi yang berlangsung di tengah memanasnya perang Iran. [istimewa]
Presiden China, Xi Jinping, diperkirakan akan menekan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait isu Taiwan dan perang tarif dalam pertemuan tingkat tinggi yang berlangsung di tengah memanasnya perang Iran. [istimewa]

Trump mengklaim bahwa pihak lawan sebenarnya sangat berhasrat membuka kembali pintu negosiasi dengan pemerintahannya.

Namun, ia memilih acuh jika pembicaraan tersebut tidak memuat tawaran konkret serta penyelesaian yang substansial.

"Mereka sangat ingin bertemu, dan sampai mereka siap bertemu dengan cara yang bermakna, kami sama sekali tidak tertarik,” kata Trump dikutip dari Anadolu.

Pemimpin Negeri Paman Sam itu memastikan serangan strategis yang telah dilancarkan berhasil menumpas potensi militer Teheran dalam skala masif.

Dampak penyerangan tersebut diklaim membuat kekuatan pertahanan Iran mundur hingga kurun waktu dua dekade ke depan.

“Jika kami berhenti sekarang, Iran akan membutuhkan waktu 20 hingga 25 tahun untuk membangun kembali,” ujarnya.

baca juga

Operasi militer skala besar ini dinilai jauh lebih masif dibandingkan intervensi AS yang pernah dilakukan di Venezuela.

Tanpa keberanian aksi militer AS, Trump bahkan menyebut keberadaan dan keselamatan negara Israel bakal terancam hebat.

Ia juga memberi sinyal kuat bahwa tekanan militer terhadap kawasan tersebut masih jauh dari kata usai.

“Yang ini, Iran, jauh lebih besar.”

“Dan sejujurnya, mereka belum melihat apa pun. Kami masih bersikap baik," tambahnya.

Mengenai dugaan pemindahan sentrifus nuklir ke area gunung, Trump mengaku belum memegang bukti catatan tertulis yang resmi.

Ketika ditanya apakah Iran telah memindahkan sentrifus nuklir ke Pickaxe Mountain, Trump menjawab, “Saya pikir mungkin saja. Kami tidak memiliki catatan yang memastikan hal itu.”

Kendati demikian, fokus utama intelijen AS berada pada pergerakan dan pelacakan material nuklir aktif yang tersimpan.

“Kami melacak materialnya. Di situlah inti persoalannya, dan kemungkinan besar kami akan mendatangi wilayah itu dalam waktu dekat,” tambahnya.

Pernyataan ini mengindikasikan bahwa gempuran lanjutan berdaya hancur tinggi tinggal menunggu waktu pelaksanaan.

“Biasanya saya tidak akan mengatakan ini. Jika saya pikir mereka bisa melakukan sesuatu untuk mengatasinya, saya tidak akan pernah mengatakannya. Namun kami akan menyerang wilayah itu dalam waktu dekat, dan dengan kekuatan yang sangat besar,” tambah Trump.

Sebelumnya, jajaran militer AS merancang beberapa opsi aksi balasan mematikan di Ruang Situasi Gedung Putih.

Rencana ofensif tersebut mencakup penguasaan terminal minyak utama Pulau Kharg hingga bombardir udara ke Pickaxe Mountain.

Gempuran balasan pun meletus setelah Iran menargetkan markas serta pangkalan sekutu AS di pelbagai kawasan regional.

Eskalasi berdarah ini secara praktis menghancurkan nota kesepahaman damai yang sempat dimediasi Pakistan pada Juni lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lagi! Iran Bom Pangkalan AS di Yordania dan Bahrain, Gudang Logistik Tempur Ludes

Lagi! Iran Bom Pangkalan AS di Yordania dan Bahrain, Gudang Logistik Tempur Ludes

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 14:11 WIB

Donald Trump Restui Arab Saudi Kembangkan Nuklir

Donald Trump Restui Arab Saudi Kembangkan Nuklir

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:34 WIB

Amerika Ancam Bombardir Fasilitas Nuklir Bawah Tanah Iran, Trump: Mustahil Dihentikan

Amerika Ancam Bombardir Fasilitas Nuklir Bawah Tanah Iran, Trump: Mustahil Dihentikan

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 12:08 WIB

Terkini

Kronologi Pasutri Palembang Diduga Kunci Pria di Kamar Mandi, Motor dan 3 HP Raib

Kronologi Pasutri Palembang Diduga Kunci Pria di Kamar Mandi, Motor dan 3 HP Raib

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 13:06 WIB

NASA Potret Gunung Anak Krakatau Meletus dari Angkasa, Begini Penampakannya

NASA Potret Gunung Anak Krakatau Meletus dari Angkasa, Begini Penampakannya

News | Minggu, 13 September 2026 | 13:05 WIB

3 Barang Ini Sebaiknya Tidak Diletakkan di Atas Mesin Cuci, Bisa Berbahaya

3 Barang Ini Sebaiknya Tidak Diletakkan di Atas Mesin Cuci, Bisa Berbahaya

Sumut | Minggu, 13 September 2026 | 13:05 WIB

Sepiring Nasi Goreng di Pinggir Jalan

Sepiring Nasi Goreng di Pinggir Jalan

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 13:00 WIB

Fakta-fakta Dugaan Keracunan Massal MBG di Karo dan Pati, Ratusan Anak Jadi Korban

Fakta-fakta Dugaan Keracunan Massal MBG di Karo dan Pati, Ratusan Anak Jadi Korban

News | Minggu, 13 September 2026 | 12:53 WIB

Tingkatkan Kualitas, Bleach TYBW Tunda Dua Episode Terakhir pada Oktober

Tingkatkan Kualitas, Bleach TYBW Tunda Dua Episode Terakhir pada Oktober

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 12:50 WIB

Begini Kondisi Antrean BBM di SPBU Makassar

Begini Kondisi Antrean BBM di SPBU Makassar

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 12:46 WIB

Jadi Ketum PB PJSI, Maruli Simanjuntak Ditantang Bawa Judo Indonesia ke Podium Dunia

Jadi Ketum PB PJSI, Maruli Simanjuntak Ditantang Bawa Judo Indonesia ke Podium Dunia

News | Minggu, 13 September 2026 | 12:46 WIB

Strategi Anak Usaha Emiten Sawit TAPG Cegah Karhutla di Kaltim

Strategi Anak Usaha Emiten Sawit TAPG Cegah Karhutla di Kaltim

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 12:39 WIB

Viral Pengerusakan Belasan Rumah di Humbahas Diduga Sengketa Lahan

Viral Pengerusakan Belasan Rumah di Humbahas Diduga Sengketa Lahan

Sumut | Minggu, 13 September 2026 | 12:35 WIB

×