-
Serangan militer Israel melukai dua petugas medis di Lebanon selatan.
-
Kementerian Kesehatan Lebanon mengecam keras penargetan sistematis terhadap armada ambulans.
-
Pasukan Israel memutus akses jalan antarwilayah dan menembaki area Majdel Zoun.
Suara.com - Serangan udara militer Israel menghantam 1 unit ambulans dan melukai 2 petugas medis di kota Nabatieh al-Fawqa, Lebanon selatan.
Aksi penembakan langsung tersebut merusak armada penolong milik Pertahanan Sipil - Otoritas Kesehatan Islam.
Insiden mematikan ini menegaskan eskalasi bahaya yang terus mengincar para tenaga medis di garis depan perbatasan.
![Serangan militer Israel kembali mengguncang Lebanon dan menewaskan sedikitnya sembilan orang, termasuk tenaga medis, dalam eskalasi terbaru yang juga menjangkau pinggiran ibu kota Beirut. [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/04/24114-serangan-israel-ke-lebanon.jpg)
Kementerian Kesehatan Lebanon menilai penargetan armada penyelamat ini merupakan bukti nyata pelanggaran hukum kemanusiaan internasional.
Dikutip dari Al Jazeera, pemerintah setempat menegaskan bahwa gempuran terhadap fasilitas kesehatan berlangsung secara sistematis dan terstruktur.
Pihak kementerian mendesak komunitas internasional serta badan PBB untuk segera turun tangan menghentikan gempuran susulan.
Kementerian Kesehatan Lebanon mengecam keras aksi tersebut yang disebut sebagai "bagian dari penargetan sistematis terhadap pekerja kesehatan dan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional serta kemanusiaan."
Kondisi armada yang hancur parah kini menambah panjang daftar kerugian fasilitas medis di kawasan konflik.
Dua paramedis yang menjadi korban langsung mendapatkan perawatan darurat akibat luka-luka yang diderita.
Selain menggempur fasilitas medis, pasukan militer Israel melancarkan operasi pembongkaran jalan menjelang fajar.
Sejumlah perlintasan utama yang menghubungkan kawasan Haddatha, Tayri, dan Qounine hancur diterjang material berat.
Aksi perusakan infrastruktur ini melumpuhkan akses mobilitas warga sipil antarwilayah di Lebanon selatan.
Tembakan senapan mesin berat juga dimuntahkan ke pinggiran kota Majdel Zoun pada Jumat pagi.
Wilayah perbatasan Lebanon selatan terus berada dalam cengkeraman tensi militer yang sangat tinggi.
Saling serang di area perbatasan kerap mengorbankan infrastruktur sipil serta petugas kemanusiaan yang bertugas di lapangan.