Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo

Dwi Bowo Raharjo, Hiskia Andika Weadcaksana

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:50 WIB
Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
Presiden Prabowo Subianto. (foto: BPMI Sekretariat Presiden)
baca 10 detik
  • Guru Besar UII Masduki menilai Presiden Prabowo layak mendapatkan mosi tidak percaya dari masyarakat pada Sabtu, 25 Juli 2026.
  • Pernyataan kontroversial Prabowo seperti diksi "londo ireng" menunjukkan kemunduran kualitas demokrasi serta etika komunikasi publik di Indonesia.
  • Pola komunikasi kepala negara tersebut dinilai menciptakan polarisasi, merusak ruang dialog, dan memperlihatkan krisis keteladanan kepemimpinan nasional.

Suara.com - Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Islam Indonesia (UII), Masduki, menilai publik sudah semestinya tidak lagi sekadar menuntut Presiden Prabowo Subianto meminta maaf atas pernyataan kontroversialnya.

Menurut Kepala Pusat Studi Agama dan Demokrasi Universitas Islam Indonesia (PSAD UII) itu, rentetan retorika Presiden, termasuk ucapan "londo ireng" yang menyindir pihak yang disebut menyamar sebagai pengamat dan wartawan, layak direspons dengan mosi tidak percaya dari masyarakat.

"Solusinya ini atau aspirasi yang harusnya muncul bukan hanya Prabowo diminta (untuk) minta maaf. Tapi publik itu menyatakan mosi tidak percaya terhadap Prabowo," tegas Masduki kepada Suara.com, Sabtu (25/7/2026).

Hal itu disampaikan Masduki menanggapi pidato Prabowo yang kembali menggunakan diksi kontroversial saat menyinggung kritik terhadap pemerintah.

Ia menyebut penggunaan istilah-istilah bernada kasar dan stigmatis oleh seorang kepala negara bukan lagi persoalan gaya komunikasi. Melainkan menunjukkan kemunduran kualitas demokrasi dan etika komunikasi publik.

Apalagi pola komunikasi semacam itu telah berulang kali dilakukan Prabowo.

Sebelumnya, kepala negara pernah melontarkan istilah seperti "bangsat" hingga "antek asing".

Baginya, pilihan kata tersebut sengaja membangun pembelahan antara pemerintah sebagai pihak yang benar dengan kelompok pengkritik sebagai pihak yang diposisikan sebagai musuh.

"Ini kan sudah berulang kali Prabowo itu menyampaikan diksi-diksi yang bermasalah secara etika sosial, bermasalah juga secara komunikasi publik, ya, dalam posisi sebagai presiden," ujarnya.

baca juga

Retorika itu, kata Masduki, menciptakan framing yang berbahaya karena menempatkan kritik sebagai sesuatu yang negatif. Akibatnya, ruang publik yang semestinya menjadi arena dialog dan adu gagasan justru berubah menjadi ruang yang dipenuhi stigma terhadap pihak-pihak yang berbeda pendapat dengan pemerintah.

"Jadi seperti menggunakan diksi orang-orang biasa tapi yang di pinggiran, yang kasar, yang to the point, yang cenderung mengandung framing atau stigma yang membangun namanya binari. Jadi Prabowo sebagai orang baik, kira-kira gitu, dan para pengkritiknya ini sebagai orang jahat," ungkapnya.

Masduki bilang pola komunikasi tersebut menjadi salah satu indikator defisit demokrasi.

Seharusnya, seorang presiden membangun komunikasi yang deliberatif, menghormati kritik, dan menjadi teladan dalam menjaga kualitas diskursus publik, bukan justru memproduksi narasi yang memperlebar polarisasi.

"Nah, apa yang bisa kita baca secara umum dari pernyataan-pernyataan retorik ini? Ini sebetulnya menggambarkan apa yang disebut defisit demokrasi kita di ruang publik," ujarnya.

Ia menyoroti respons Presiden terhadap berbagai kritik publik yang dinilai kerap tidak menyentuh substansi persoalan. Misalnya saja bagaimana kritik mengenai kondisi demokrasi maupun berbagai persoalan nasional justru dibalas dengan pernyataan yang dianggap meremehkan atau menyudutkan para pengkritik.

"Jadi saya perkirakan akan muncul lagi ini yang disebut tadi ketidak selarasan antara apa yang dikatakan dengan kenyataan," tuturnya.

Lebih jauh, Masduki menilai persoalan tersebut memperlihatkan krisis keteladanan di level kepemimpinan nasional. Kepala negara semestinya menjadi contoh dalam bertutur kata, menyampaikan pidato, hingga mengarahkan jalannya pemerintahan.

Jika pola komunikasi seperti ini terus dipertahankan, ia mengingatkan kepercayaan publik terhadap Presiden akan semakin terkikis di tengah masa pemerintahannya.

"Jadi dalam defisit demokrasi itu ada keteladanan pemimpin. Nah, Prabowo ini tidak memberikan keteladanan. Baik dalam hal perkataan, pidato, maupun arahan," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Respons Laporan Kerusakan, Pemerintah Pastikan Perbaikan SDN Tanggirejo Jadi Prioritas

Respons Laporan Kerusakan, Pemerintah Pastikan Perbaikan SDN Tanggirejo Jadi Prioritas

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 12:25 WIB

Londo Ireng Artinya Apa? Ini Asal Usul Istilah yang Dipakai Prabowo Menyindir Jurnalis hingga LSM

Londo Ireng Artinya Apa? Ini Asal Usul Istilah yang Dipakai Prabowo Menyindir Jurnalis hingga LSM

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 11:36 WIB

Heboh Sebutan Londo Ireng untuk Jurnalis, Prabowo Subianto Kini Dituntut Minta Maaf!

Heboh Sebutan Londo Ireng untuk Jurnalis, Prabowo Subianto Kini Dituntut Minta Maaf!

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 10:52 WIB

Mr Presiden Harus Tahu! Siapa Londo Ireng, Benarkah Orang Indonesia yang Berkhianat?

Mr Presiden Harus Tahu! Siapa Londo Ireng, Benarkah Orang Indonesia yang Berkhianat?

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 10:42 WIB

Reshuffle Kabinet Prabowo Diprediksi Terjadi Agustus 2026, Ini Isyarat yang Diungkap Pengamat

Reshuffle Kabinet Prabowo Diprediksi Terjadi Agustus 2026, Ini Isyarat yang Diungkap Pengamat

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 08:05 WIB

Terkini

Promo Superindo 31 Oktober 2026: Diskon Daging, Minyak Goreng hingga Buah-buahan

Promo Superindo 31 Oktober 2026: Diskon Daging, Minyak Goreng hingga Buah-buahan

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 07:16 WIB

Ramalan Zodiak Scorpio 31 Oktober 2026: Finansial Membaik, Karier Stabil

Ramalan Zodiak Scorpio 31 Oktober 2026: Finansial Membaik, Karier Stabil

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 07:05 WIB

Jelang Lawan Arema FC, Pelatih Bali United Keluhkan Masalah Ini

Jelang Lawan Arema FC, Pelatih Bali United Keluhkan Masalah Ini

Bali | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:48 WIB

5 Moisturizer untuk Kencangkan Kulit Kendur Wanita Usia 50 Tahun ke Atas

5 Moisturizer untuk Kencangkan Kulit Kendur Wanita Usia 50 Tahun ke Atas

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:45 WIB

Laut Bercerita dan Ingatan yang Belum Selesai

Laut Bercerita dan Ingatan yang Belum Selesai

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:39 WIB

Misi Balas Dendam! 23 Pemain Terbaik Madura United Siap Bungkam Tren Positif PSM Makassar

Misi Balas Dendam! 23 Pemain Terbaik Madura United Siap Bungkam Tren Positif PSM Makassar

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:29 WIB

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

×