Sarat Diskriminasi, Entourage Bali Ikut Disorot Pemerintah Australia

M Nurhadi

Senin, 27 Juli 2026 | 08:00 WIB
Sarat Diskriminasi, Entourage Bali Ikut Disorot Pemerintah Australia
Direktorat Jenderal Imigrasi mengambil langkah tegas menyusul viralnya penyelenggaraan acara lari bertajuk Bali Silent Disco yang diduga melanggar aturan dan mendiskriminasi warga negara Indonesia (WNI). (tangkap layar)
baca 10 detik
  • Dua WNA Belanda penyelenggara acara lari diskriminatif di Bali dijatuhi sanksi pencekalan oleh Ditjen Imigrasi.
  • Komunitas Entourage Bali dituduh membedakan pendaftar lokal dan asing setelah protes viral di media sosial.
  • Penyelenggara berdalih kesalahan sistem otomatis WhatsApp, sementara Imigrasi memperketat pengawasan visa turis ilegal.

Suara.com - Insiden diskriminasi yang melibatkan Warga Negara Asing (WNA) di Bali kembali mencoreng pariwisata Indonesia dan kini tengah menjadi sorotan tajam di kancah internasional.

Setidaknya dua media asing ternama, yakni ABC Australia dan The Telegraph, terpantau turut menyoroti skandal yang melibatkan komunitas lari bernama Entourage Bali.

Otoritas Imigrasi Bali secara resmi telah menjatuhkan sanksi larangan masuk (cekal) terhadap dua pria asal Belanda yang bertindak sebagai penyelenggara acara, setelah agenda yang mereka buat dinilai "fraught with discrimination against local residents".

Kehebohan ini bermula dari keluhan netizen Indonesia yang viral di media sosial. Kasus ini meledak ketika seorang perempuan asal Indonesia membagikan pengalaman pahitnya saat mencoba bergabung dengan komunitas Entourage Bali.

Melalui pesan daring, ia menerima balasan otomatis yang menyatakan bahwa pendaftarannya masih akan ditinjau. Namun ironisnya, ketika suaminya yang menggunakan profil dengan "Western name and number" mendaftar, aplikasinya langsung diterima seketika tanpa proses kurasi.

Hal ini memicu amarah publik, mengingat pembatasan akses publik berbasis rasial tersebut justru terjadi di atas tanah kedaulatan Indonesia.

Merespon gelombang protes dari masyarakat luas, Direktorat Jenderal Imigrasi bergerak cepat. Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, merilis pernyataan keras yang mengutuk penyelenggaraan acara tersebut. Ia menginstruksikan jajarannya untuk segera memberlakukan larangan masuk bagi "two foreign nationals involved" dalam kegiatan yang berbau rasialis tersebut.

“,Acara lari Silent Disco di Bali yang diselenggarakan oleh warga negara asing diduga melanggar peraturan dan sarat dengan diskriminasi terhadap warga setempat,” tegas Hendarsam Marantoko dalam rilis resminya.

Beliau juga menyoroti bahayanya eksklusivitas yang dibangun oleh segelintir turis asing di Bali, yang seolah-olah menciptakan ekosistem hukum mereka sendiri.

baca juga

“This running event represents a state within a state.” tambahnya.

Sebagai tindak lanjut, operasi pengawasan langsung digelar. “Saya telah menginstruksikan tim imigrasi Bali untuk memeriksa penyelenggara acara [dan] jika ada warga negara asing yang terlibat, segera tangkap mereka”

Kedua pria asal Belanda yang diidentifikasi dengan inisial JAS (35) dan HQV (37) diketahui telah melarikan diri dan meninggalkan Bali menuju Singapura pada Rabu malam.

Kendati demikian, negara tetap menjatuhkan sanksi tegas dengan memasukkan nama mereka ke dalam daftar hitam perjalanan.

Pihak berwenang juga kembali menekankan bahwa pemegang visa turis sama sekali tidak diizinkan untuk mengelola acara komersial maupun bertindak sebagai event organiser di wilayah hukum Republik Indonesia.

Eksklusivitas komunitas ini sebenarnya sudah mulai terendus pada bulan Mei lalu. Berdasarkan unggahan media sosial, Entourage Bali menggelar acara lari massal di jalanan padat kawasan Canggu, di mana sekelompok besar orang berlari melintasi jalan umum menggunakan penyuara telinga (headphone) dan melambaikan tangan ke udara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pencuri Ayam di Bali Tewas Diamuk Massa di Depan Anaknya, KSP: Main Hakim Sendiri Bukan Budaya Kita!

Pencuri Ayam di Bali Tewas Diamuk Massa di Depan Anaknya, KSP: Main Hakim Sendiri Bukan Budaya Kita!

News | Senin, 27 Juli 2026 | 07:47 WIB

Notarace 2026: Gaya Hidup Sehat Menjadi Momen Silaturahmi Ribuan Notaris

Notarace 2026: Gaya Hidup Sehat Menjadi Momen Silaturahmi Ribuan Notaris

Lifestyle | Minggu, 26 Juli 2026 | 23:36 WIB

HIV AIDS di Sidoarjo Viral Usai Ribuan Kasus Pasien Anak Remaja, Kemenkes Buka Suara

HIV AIDS di Sidoarjo Viral Usai Ribuan Kasus Pasien Anak Remaja, Kemenkes Buka Suara

Health | Minggu, 26 Juli 2026 | 16:07 WIB

Eksklusivitas Komunitas Lari WNA di Bali: Menggugat Kedaulatan Ruang Publik Kita

Eksklusivitas Komunitas Lari WNA di Bali: Menggugat Kedaulatan Ruang Publik Kita

Your Say | Minggu, 26 Juli 2026 | 14:23 WIB

5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review

5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review

Lifestyle | Minggu, 26 Juli 2026 | 09:15 WIB

3 Rekomendasi Sepatu Lari 910 Nineten untuk Kaki Lebar, Aman buat Daily Training

3 Rekomendasi Sepatu Lari 910 Nineten untuk Kaki Lebar, Aman buat Daily Training

Lifestyle | Minggu, 26 Juli 2026 | 07:15 WIB

Terkini

Stop Sikap Overproud: Pejabat Bukan Raja, Kenapa Masih Disambut Berlebihan?

Stop Sikap Overproud: Pejabat Bukan Raja, Kenapa Masih Disambut Berlebihan?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 15:50 WIB

Pembukaan MTQ Nasional XXXI, Gubernur Khofifah Dukung Kafilah Jatim untuk Berikan Hasil Gemilang

Pembukaan MTQ Nasional XXXI, Gubernur Khofifah Dukung Kafilah Jatim untuk Berikan Hasil Gemilang

Jatim | Minggu, 13 September 2026 | 15:47 WIB

Derby Sumatera Dimulai! Sumsel United Bidik Balas Kekalahan dari PSMS di Laga Perdana

Derby Sumatera Dimulai! Sumsel United Bidik Balas Kekalahan dari PSMS di Laga Perdana

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 15:31 WIB

6 Penumpang Kapal Virgo Transport 8 Meninggal usai Hilang Kontak di Laut Jawa

6 Penumpang Kapal Virgo Transport 8 Meninggal usai Hilang Kontak di Laut Jawa

News | Minggu, 13 September 2026 | 15:26 WIB

Purbaya Klaim APBN Masih Aman Meski Harga Minyak Dunia Lebihi 100 Dolar AS per Barel

Purbaya Klaim APBN Masih Aman Meski Harga Minyak Dunia Lebihi 100 Dolar AS per Barel

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 15:23 WIB

Spirit Fingers: Menemukan Warna Diri di Tengah Ramainya Perbandingan

Spirit Fingers: Menemukan Warna Diri di Tengah Ramainya Perbandingan

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 15:20 WIB

SPBU Buka 24 Jam hingga Sistem Ganjil-Genap, Pertamina: Antrean BBM di Makassar Mulai Melandai

SPBU Buka 24 Jam hingga Sistem Ganjil-Genap, Pertamina: Antrean BBM di Makassar Mulai Melandai

Sulsel | Minggu, 13 September 2026 | 15:19 WIB

9 Moisturizer Terbaik untuk Mengatasi Warna Kulit Tidak Merata Usia 30-an

9 Moisturizer Terbaik untuk Mengatasi Warna Kulit Tidak Merata Usia 30-an

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 15:15 WIB

Rekening Gratis untuk 200 Juta Warga Disorot, Saldo Rp 50 Ribu Bisa Habis Tergerus Biaya Bank

Rekening Gratis untuk 200 Juta Warga Disorot, Saldo Rp 50 Ribu Bisa Habis Tergerus Biaya Bank

News | Minggu, 13 September 2026 | 15:11 WIB

Pemerintah Dorong Perluasan MBG ke Wilayah Sulit Akses

Pemerintah Dorong Perluasan MBG ke Wilayah Sulit Akses

News | Minggu, 13 September 2026 | 15:04 WIB

×