- Megawati melarang kader PDIP menjadi buzzer yang menyerang individu secara personal.
- Sekjen PDIP Hasto menegaskan bahwa kader harus menyampaikan kritik berbasis data.
- Pernyataan tersebut merespons pidato Presiden Prabowo Subianto.
Suara.com - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengingatkan seluruh kader partainya agar tidak menjadi buzzer yang menyerang individu. Hasto menegaskan kritik yang disampaikan PDIP harus berbasis argumentasi, data, dan aspirasi rakyat, bukan mendiskreditkan orang per orang.
Pernyataan itu disampaikan Hasto saat menanggapi ucapan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut PDIP sejatinya memiliki hati yang sama dengan partai-partai pendukung pemerintah.
Menurut Hasto, apresiasi Presiden terhadap posisi PDIP sebagai partai penyeimbang menunjukkan bahwa keberadaan partai di luar pemerintahan tetap memiliki peran penting dalam sistem demokrasi.
"Artinya dalam sistem tata pemerintahan negara kita, baik yang berada dalam pemerintahan maupun yang bertugas di luar sebagai penyeimbang, itu punya nilai-nilai patriotisme bagi bangsa dan negara," kata Hasto di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (26/7/2026).
Hasto kemudian mengungkap arahan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri kepada seluruh kader banteng. Menurutnya, Megawati secara tegas meminta kader tidak menjalankan politik yang hanya menyerang individu layaknya buzzer.
Sebaliknya, kritik harus disampaikan secara bertanggung jawab dengan mengedepankan argumentasi terhadap kebijakan pemerintah dan menyerap aspirasi masyarakat.
"Maka Ibu Mega ketika di tim menyampaikan kritik yang disampaikan oleh PDI Perjuangan adalah kritik berbasis argumentasi. Jangan menjadi buzzer yang kemudian mendiskreditkan orang per orang. Kritik atas dasar suatu kebijakan-kebijakan dan menyerap aspirasi rakyat," ungkap Hasto.
Respons Ucapan Prabowo
Pernyataan Hasto merupakan respons atas pidato Presiden Prabowo Subianto dalam puncak Hari Lahir ke-28 PKB di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (23/7/2026).
Di hadapan para pimpinan partai politik, termasuk perwakilan PDIP Djarot Saiful Hidayat, Prabowo menyampaikan keyakinannya bahwa PDIP pada dasarnya memiliki semangat yang sama dengan partai-partai di Koalisi Indonesia Maju (KIM).
Prabowo menilai perbedaan politik merupakan bagian dari demokrasi. Namun setelah kontestasi selesai, seluruh kekuatan politik pada akhirnya memiliki tujuan yang sama, yakni membangun bangsa.
Ia bahkan menyebut PDIP memiliki hati yang sama dengan partai-partai pendukung pemerintah.
Selain itu, Prabowo menegaskan pemerintah yang dipimpinnya tidak antikritik.
Menurut dia, kritik merupakan bagian penting dalam mengingatkan pemerintah agar tetap berada di jalur yang benar.
Meski demikian, Prabowo mengingatkan adanya perbedaan mendasar antara kritik yang membangun dengan caci maki maupun fitnah. Karena itu, ia meminta kritik tetap disampaikan secara bertanggung jawab dan tidak berubah menjadi serangan personal.