- Rieke Diah Pitaloka mengecam kasus pengeroyokan hingga tewas terhadap terduga pencuri ayam berinisial KD di Tabanan, Bali, pada Jumat, 24 Juli 2026.
- Politisi DPR RI tersebut meminta Polri membentuk tim khusus untuk mengusut tuntas seluruh pelaku pengeroyokan secara adil tanpa standar ganda.
- Rieke mendesak Pemda Bali dan desa adat mengaktifkan kembali musyawarah serta memberikan perlindungan trauma bagi anak korban yang menyaksikan peristiwa tersebut.
"Kembalikan peran banjar, pecalang, dan tokoh adat sebagai penengah. Jangan biarkan Bali kehilangan jiwanya: Bali yang damai," ungkapnya.
Sebagai tindak lanjut, Rieke memberikan rekomendasi khusus kepada aparat penegak hukum dan pemerintah daerah di Bali.
Kepada Polri, ia meminta agar dibentuk tim khusus untuk mengusut tuntas siapa pelaku pengeroyokan dan penyebab pasti kematian korban.
"Jangan biarkan ada kesan 'kasus bule cepat, kasus rakyat sendiri lambat'. Keadilan harus terasa, bukan hanya di atas kertas," tuturnya.
Kepada Pemda Bali & Tabanan, Rieke mendesak kehadiran pemerintah melalui jaring pengaman sosial agar warga tidak terpaksa mencuri karena lapar, serta penyediaan layanan hukum gratis di desa-desa. Ia juga menyarankan pelatihan bagi Pecalang dan aparat desa terkait SOP penanganan terduga pelaku secara manusiawi.
Kepada Desa Adat, Rieke berharap fungsi paruman (musyawarah) dikembalikan untuk menangani kasus-kasus ringan agar emosi sesaat tidak merusak nilai luhur Bali.
"Hukum ditegakkan, kemanusiaan dijaga, budaya Bali dirawat. Jangan sampai Bali hanya ramah untuk turis, tapi lupa melindungi rakyatnya sendiri," pungkasnya.