- Belasan ban milik pedagang bernama Abdul Kadir dibakar massa dalam bentrokan di Jalan Matraman Dalam pada Minggu, 26 Juli 2026.
- Abdul Kadir baru bisa mendatangi lokasi pada Senin dini hari dan mengalami kerugian materiil mencapai ratusan ribu rupiah.
- Kepolisian masih mendalami penyebab pasti bentrokan antar kelompok tersebut sementara korban tetap membuka kembali lapaknya.
Suara.com - Seorang pedagang ban di Jalan Matraman Dalam, Jakarta Pusat, harus menanggung kerugian setelah belasan ban dagangannya dibakar massa di tengah bentrokan antarkelompok warga pada Minggu (26/7/2026).
Pedagang tersebut bernama Abdul Kadir, yang sehari-hari berjualan dan menerima jasa tambal ban di lokasi kejadian.
Insiden pembakaran terjadi setelah ia menutup lapaknya dan baru tiba di rumah pada Minggu malam, tak lama setelah massa kelompok di luar warga setempat kembali lagi ke titik awal bentrokan.
Ada warga yang berbagi cerita tentang suasana mencekam di Jalan Matraman Dalam, termasuk tentang bagaimana ban-ban yang dibakar oleh massa kelompok tersebut.

"Ban bekas, ban yang masih bisa dipakai, dibakar sama mereka di sini. Sekitar 10 ban," ungkapnya di lokasi, Senin (27/7/2026).
Abdul Kadir tidak bisa langsung mendatangi lokasi malam itu juga karena kawasan tersebut dijaga ketat aparat.
"Saya nunggu pagi, baru jam 3-an lah baru bisa ke sini setelah mereka (massa) sudah kosong di sini," kisahnya.
Bentrokan antarkelompok di Jalan Matraman Dalam hingga Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat itu sendiri menjadi sorotan luas dan hingga kini masih didalami penyebab pastinya oleh kepolisian.
Dari sisi kerugian materiil, Abdul Kadir memperkirakan total kerugian akibat ban yang dibakar mencapai ratusan ribu rupiah.
"Satu ban taruhlah 50 (ribu). Itu hitungan kasar, 30 sampai 50 ribu perkiraannya per ban. Total ada sekitar 10 ban," bebernya.
Abdul Kadir mengaku sempat merasa kesal mengetahui dagangannya dibakar, namun ia memilih tidak bertindak lebih jauh.
"Kan nggak bisa bertindak juga saya. Sudah malam juga tahunya, jam 11 pas pembakaran besar-besaran," jelas dia.
Di tengah kerugian yang dialaminya, Abdul Kadir berharap situasi di lingkungannya bisa kembali damai.
Menurut dia, ini merupakan kali pertama wilayah Matraman Dalam diguncang bentrokan hebat seperti kemarin.
"Ya damai aja lah dari kedua belah pihak. Buat apa sih ribut kayak gini? Kita kan satu bangsa, harus menggalang persatuan," imbaunya.
Abdul Kadir sendiri hari ini tetap membuka lapaknya seperti biasa, meski bekas ban-ban dagangannya yang dibakar pun masih terlihat jelas di lokasi.
"Nggak takut lah. Saya kan nggak ikut-ikut, saya cuma nyari duit," pungkas dia.