Indonesia Perluas Restorasi Mangrove Lewat Proyek Karbon Biru, Sasar Hingga 70 ribu Hektare di Jawa

Bimo Aria Fundrika

Senin, 27 Juli 2026 | 17:15 WIB
Indonesia Perluas Restorasi Mangrove Lewat Proyek Karbon Biru, Sasar Hingga 70 ribu Hektare di Jawa
Potret Ekosisitem Mangrove (Pexels/Jazmin Morales)
baca 10 detik
  • Kementerian Kelautan dan Perikanan menandatangani LoI dengan Rubicon Carbon pada Hari Mangrove Sedunia untuk proyek karbon biru di pesisir utara Jawa.
  • Pemerintah menargetkan restorasi mangrove seluas 50.000 hingga 70.000 hektare guna menghadapi perubahan iklim serta mendukung komitmen iklim nasional.
  • Kemitraan strategis ini dirancang untuk memberikan manfaat ekonomi dan ekologi bagi 1,4 juta masyarakat di sepanjang pesisir utara Pulau Jawa.

Suara.com - Indonesia memiliki hutan mangrove terbesar di dunia, membentang seluas sekitar 3,44 juta hektare atau hampir seperlima dari total mangrove global. Namun, di balik besarnya potensi itu, sekitar 38 persen kawasan mangrove diperkirakan telah mengalami degradasi.

Kondisi tersebut membuat upaya restorasi tidak lagi dipandang semata sebagai agenda konservasi, tetapi juga bagian dari strategi menghadapi perubahan iklim sekaligus membangun ekonomi pesisir.

Momentum Hari Mangrove Sedunia tahun ini dimanfaatkan pemerintah untuk memperkuat arah tersebut. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menandatangani Letter of Intent (LoI) dengan perusahaan pengembang pasar karbon internasional, Rubicon Carbon, untuk menjajaki proyek karbon biru berintegritas tinggi di sepanjang pesisir utara Pulau Jawa.

Kerja sama ini menjadi salah satu langkah pemerintah menghubungkan perlindungan ekosistem pesisir dengan pembiayaan iklim. Sebelumnya, KKP juga meluncurkan Roadmap dan Action Guide Ekosistem Karbon Biru Indonesia pada COP30 di Belém, sekaligus menegaskan bahwa sektor kelautan dan perikanan akan menjadi bagian dari komitmen iklim nasional melalui Nationally Determined Contribution (NDC).

Hutan mangrove (Pexels/Alex Gonzo)
Hutan mangrove (Pexels/Alex Gonzo)

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan pemerintah menargetkan restorasi sekaligus penguatan ekosistem mangrove di pesisir utara Jawa dengan potensi cakupan sekitar 50.000 hingga 70.000 hektare.

"Indonesia berkomitmen mengoptimalkan potensi ekonomi karbon biru sekaligus memastikan masyarakat pesisir tetap menjadi pusat dari pengembangannya," kata Trenggono.

Menurut KKP, pesisir Jawa Tengah dipilih karena memiliki kawasan mangrove yang luas, kebutuhan rehabilitasi yang tinggi, serta dukungan infrastruktur dan pemerintah daerah. Wilayah tersebut juga dinilai memiliki peluang pengembangan pasar karbon karena keberadaan kawasan industri dan sektor minyak serta gas yang membutuhkan skema pengimbangan emisi.

Rubicon Carbon akan bekerja sama dengan KKP untuk mengembangkan proyek yang memenuhi standar internasional. Perusahaan tersebut menilai Indonesia memiliki kombinasi antara kebijakan yang semakin matang, ekosistem mangrove yang luas, serta keterlibatan masyarakat yang menjadi modal penting dalam pengembangan karbon biru.

Head of Asia Rubicon Carbon, Flora Ji, mengatakan keberhasilan proyek karbon biru bergantung pada keseimbangan antara manfaat lingkungan dan manfaat sosial bagi masyarakat pesisir.

baca juga

Sementara itu, Chief Market Relations Officer Rubicon Carbon Filipe Blackwood Oliveira menyebut kemitraan ini dirancang agar manfaat ekonomi maupun ekologinya dapat dirasakan sekitar 1,4 juta masyarakat yang tinggal di sepanjang pesisir utara Pulau Jawa.

Di sisi lain, pemerintah menilai keberhasilan restorasi mangrove tidak cukup hanya bergantung pada investasi. Perlindungan kawasan, keterlibatan masyarakat lokal, serta tata kelola yang transparan menjadi faktor yang akan menentukan apakah mangrove benar-benar dapat berfungsi sebagai penyerap karbon sekaligus penyangga kehidupan masyarakat pesisir dalam jangka panjang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PNM Hadirkan Dampak Berantai Bagi Lingkungan dan Ekonomi Pesisir di Hari Mangrove Sedunia

PNM Hadirkan Dampak Berantai Bagi Lingkungan dan Ekonomi Pesisir di Hari Mangrove Sedunia

Bisnis | Senin, 27 Juli 2026 | 13:44 WIB

Bagaimana Mangrove Membantu Nelayan Kuri Caddi Bertahan di Tengah Cuaca Ekstrem?

Bagaimana Mangrove Membantu Nelayan Kuri Caddi Bertahan di Tengah Cuaca Ekstrem?

News | Senin, 27 Juli 2026 | 13:05 WIB

Peringati Hari Mangrove Sedunia, BRI Peduli Tanam 24.000 Pohon di Pesisir Karawang

Peringati Hari Mangrove Sedunia, BRI Peduli Tanam 24.000 Pohon di Pesisir Karawang

Bri | Minggu, 26 Juli 2026 | 20:38 WIB

Terkini

Soroti Tata Kelola Negara, Emak-Emak di Yogyakarta: Remuk!

Soroti Tata Kelola Negara, Emak-Emak di Yogyakarta: Remuk!

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:10 WIB

Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!

Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:55 WIB

Stop Scroll Medsos Seharian! Ini Terapi Paling Manjur Bebas dari Brain Fog

Stop Scroll Medsos Seharian! Ini Terapi Paling Manjur Bebas dari Brain Fog

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:55 WIB

Bingung Cari Kerja? Job Fair Virtual Bekasi Tawarkan 1.313 Lowongan dari 45 Perusahaan

Bingung Cari Kerja? Job Fair Virtual Bekasi Tawarkan 1.313 Lowongan dari 45 Perusahaan

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:54 WIB

Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi

Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi

Bekaci | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:37 WIB

Sulap Pohon Tua Berbuah dalam 2 Tahun, Klon Kopi Racikan Petani Lampung Resmi Diadopsi Pemerintah

Sulap Pohon Tua Berbuah dalam 2 Tahun, Klon Kopi Racikan Petani Lampung Resmi Diadopsi Pemerintah

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:32 WIB

Shio Monyet Tanah Tahun Berapa? Ini Karakteristik, Peruntungan, dan Kecocokannya

Shio Monyet Tanah Tahun Berapa? Ini Karakteristik, Peruntungan, dan Kecocokannya

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:24 WIB

Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT

Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT

Jatim | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:23 WIB

Wisatawan Cerdas Wajib Tahu: 4 Alasan Hotel Jaringan Global Lebih Menguntungkan

Wisatawan Cerdas Wajib Tahu: 4 Alasan Hotel Jaringan Global Lebih Menguntungkan

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:15 WIB

Warisan Resep Dapur Ibu

Warisan Resep Dapur Ibu

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:15 WIB

×