Ekonom UGM Kritik Kebijakan Pemerintah: Data Tak Sinkron hingga Risiko Inflasi dari MBG

Vania Rossa, Hiskia Andika Weadcaksana

Selasa, 28 Juli 2026 | 12:25 WIB
Ekonom UGM Kritik Kebijakan Pemerintah: Data Tak Sinkron hingga Risiko Inflasi dari MBG
Ekonom UGM, Amirullah Setya Hardi. (Suara.com/Hiskia)
baca 10 detik
  • Ekonom UGM Amirullah Setya Hardi menyatakan kebocoran anggaran negara bersumber dari lemahnya investasi serta beban pajak tinggi.
  • Pada Selasa 28 Juli 2026, Amirullah menilai program strategis pemerintah belum didasari naskah akademik kredibel dan target tidak realistis.
  • Peningkatan permintaan pangan program prioritas berpotensi memicu inflasi yang menggerogoti daya beli serta memicu resistensi wajib pajak.

Suara.com - Ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM), Amirullah Setya Hardi, menyoroti pengakuan Presiden Prabowo Subianto mengenai temuan persoalan Indonesia yang di luar perkiraan. Hal itu perlu dibaca sebagai sinyal adanya masalah dalam perencanaan dan kualitas informasi yang diterima pemerintah. 

Pernyataan mengenai besarnya kebocoran keuangan negara dan distorsi ekonomi nasional dinilai belum menyentuh akar masalah yang sebenarnya.

Amirullah menegaskan bahwa fenomena kebocoran anggaran maupun aliran modal keluar (cash outflow) pada dasarnya bersumber dari lemahnya daya tarik investasi di dalam negeri serta beban pajak yang terlampau menekan. 

Di sisi lain, pelaksanaan program-program strategis pemerintah dianggap belum didasari oleh naskah akademik yang kredibel.

"Kalau enggak ada dokumen perencanaan ya memang gini hasilnya. Naskah akademik enggak ada kok, saya lihat. Kalaupun ada, itu pasti formalitas," kata Amirullah kepada Suara.com, Selasa (28/7/2026).

Kondisi tersebut kian diperparah oleh munculnya angka-angka atau target yang dianggap tidak masuk akal dalam penyampaian informasi publik. 

Akibatnya, narasi yang dibangun oleh pembuat kebijakan justru memicu keraguan di tengah masyarakat mengenai keabsahan data yang digunakan sebagai acuan nasional.

"Masa ada RMU (Rice Milling Unit), penggilingan padi, kok bisa Rp2 triliun sebulan ini kan ya halu. Gimana kemudian publik mengakses data yang valid? Datanya sendiri berbeda antara yang ditulis sama yang disampaikan," ungkapnya.

Amirullah memaparkan bahwa aliran modal yang deras ke luar negeri (cash outflow) terjadi secara alamiah. Pasalnya uang akan selalu mencari imbal hasil (return) yang lebih tinggi dan lingkungan yang lebih menguntungkan. 

baca juga

Beban pajak yang sangat tinggi di dalam negeri tanpa diimbangi oleh kepastian insentif disebut menjadi pemicu utama para pemilik modal memilih mengalirkan dananya ke luar negeri.

"Kok sampai ada cash outflow berarti apa? Opportunity untuk mendapatkan return lebih tinggi tidak ada di dalam negeri. Ada di luar negeri. Ditambah lagi dengan apa? Ya mungkin kita return-nya tinggi, tapi ingat pajak kita tuh luar biasa tinggi," tandasnya.

Selain persoalan perpajakan dan pelarian modal, kebijakan program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) turut disorot. Hal itu tak terlepas dari program itu yang dinilai menimbulkan friksi persepsi dampak ekonomi. 

Peningkatan permintaan komoditas pangan untuk kebutuhan program tersebut dinilai berpotensi menggerogoti daya beli masyarakat luas melalui tekanan inflasi.

"SPPG itu kan kemudian dibangga-banggakan sebagai agregator, sebagai orang yang akan membeli hasil-hasil dari petani. Entah itu daging, entah itu telur, entah sayur tapi kita lupa bahwa peningkatan permintaan itu akan meningkatkan potensi inflasi," ungkapnya.

Munculnya resistensi wajib pajak (taxpayer) di Indonesia dipandang wajar. Mengingat masyarakat tidak merasakan imbal balik (reward) yang sepadan atas pajak yang mereka bayarkan. 

Keadaan psikologis pembayar pajak kian memburuk saat melihat bahwa pemanfaatan uang pajak di dalam negeri justru didominasi oleh praktik penyimpangan dan korupsi.

"Di luar negeri itu ya orang happy bayar pajak karena dia tahu manfaat ketika dia bayar pajak. Sekolah gratis, dan lainnya. Kemudian di luar negeri pun juga melihat bahwa penggunaannya transparan, meskipun mungkin ada kebocoran, tapi kan enggak dominan," ujarnya.

"Nah, di tempat kita kan dominan toh, yang dominan itu kebocorannya ketimbang penggunaan. Korupsi segini, nah, itu kan nanti merugikan taxpayer toh," imbuhnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Usai Jadi Sorotan Nasional, SDN Tanggirejo Akhirnya Direvitalisasi

Usai Jadi Sorotan Nasional, SDN Tanggirejo Akhirnya Direvitalisasi

Foto | Selasa, 28 Juli 2026 | 12:00 WIB

Kami Ireng Tapi Bukan Londo, Menjawab Cap Antek Asing dari Podium Kekuasaan

Kami Ireng Tapi Bukan Londo, Menjawab Cap Antek Asing dari Podium Kekuasaan

Liks | Senin, 27 Juli 2026 | 18:33 WIB

Prabowo Minta Kampus Kuasai Teknologi Perkapalan

Prabowo Minta Kampus Kuasai Teknologi Perkapalan

News | Senin, 27 Juli 2026 | 16:26 WIB

Terkini

Ekonom UGM Kritik Kebijakan Pemerintah: Data Tak Sinkron hingga Risiko Inflasi dari MBG

Ekonom UGM Kritik Kebijakan Pemerintah: Data Tak Sinkron hingga Risiko Inflasi dari MBG

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 12:25 WIB

Di Mana Tempat Beli Sepatu Salomon Ori? Ini 5 Rekomendasi Toko Resmi dan Tepercaya di Indonesia

Di Mana Tempat Beli Sepatu Salomon Ori? Ini 5 Rekomendasi Toko Resmi dan Tepercaya di Indonesia

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 12:25 WIB

2 Anak Medan Ditangkap Kasus Narkoba Lintas Pulau, Modus Kirim Paket Ekspedisi

2 Anak Medan Ditangkap Kasus Narkoba Lintas Pulau, Modus Kirim Paket Ekspedisi

Sumut | Selasa, 28 Juli 2026 | 12:24 WIB

Setelah Eksfoliasi Boleh Pakai Moisturizer Niacinamide? Jangan Asal Gabung, Ini 4 Pilihan Terbaik

Setelah Eksfoliasi Boleh Pakai Moisturizer Niacinamide? Jangan Asal Gabung, Ini 4 Pilihan Terbaik

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 12:23 WIB

Adik Kim Jong-un Serang Indonesia Cs: Kalian Itu Sesat Pikir dan Bodoh!

Adik Kim Jong-un Serang Indonesia Cs: Kalian Itu Sesat Pikir dan Bodoh!

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 12:21 WIB

Pertumbuhan Pelanggan Transjakarta Melambat, Baru 6 Persen Warga DKI Aktif Naik Transportasi Umum

Pertumbuhan Pelanggan Transjakarta Melambat, Baru 6 Persen Warga DKI Aktif Naik Transportasi Umum

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 12:20 WIB

Nasib Justin Hubner di Piala AFF 2026 Tergantung Bursa Transfer, Bakal Gabung Persib?

Nasib Justin Hubner di Piala AFF 2026 Tergantung Bursa Transfer, Bakal Gabung Persib?

Bola | Selasa, 28 Juli 2026 | 12:20 WIB

Punya HP Lipat? Hindari 5 Kesalahan Ini Sebelum Terlambat

Punya HP Lipat? Hindari 5 Kesalahan Ini Sebelum Terlambat

Your Say | Selasa, 28 Juli 2026 | 12:20 WIB

Peristiwa tragis terjadi di sekolah Methodist VI, Jalan Gatot Subroto, Kota Medan.

Peristiwa tragis terjadi di sekolah Methodist VI, Jalan Gatot Subroto, Kota Medan.

Sumut | Selasa, 28 Juli 2026 | 12:17 WIB

13 Shade Maybelline Superstay Matte Ink untuk Bibir Gelap, Awet 16 Jam dan Anti Luntur!

13 Shade Maybelline Superstay Matte Ink untuk Bibir Gelap, Awet 16 Jam dan Anti Luntur!

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 12:15 WIB

×