Minim Partisipasi Warga, Pembentukan Koperasi Merah Putih Dinilai Terburu-Buru dan Kurang Transparan

Vania Rossa, Lilis Varwati

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:43 WIB
Minim Partisipasi Warga, Pembentukan Koperasi Merah Putih Dinilai Terburu-Buru dan Kurang Transparan
Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, Cirebon. [Suara.com/Dythia]
baca 10 detik
  • Solidaritas Perempuan menyampaikan temuan asesmen di Jakarta pada Selasa, 28 Juli 2026, terkait pembentukan Koperasi Desa Merah Putih.
  • Pembentukan koperasi yang terburu-buru demi target delapan puluh ribu unit membuat masyarakat desa kekurangan informasi utuh dan ruang partisipasi.
  • Proses rekrutmen manajer yang kurang transparan serta minimnya keterlibatan perempuan menunjukkan prinsip dasar koperasi belum sepenuhnya terwujud.

Suara.com - Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di sejumlah daerah dinilai dilakukan terburu-buru demi segera mencapai target Presiden Prabowo yang ingin ada 80 ribu KDMP seluruh Indonesia.

Solidaritas Perempuan menemukan, proses pembentukan yang dilakukan secara terburu-buru tersebut berpotensi membuat masyarakat desa belum memperoleh informasi secara utuh mengenai tujuan, mekanisme pembentukan, tata kelola, hingga jenis produk yang akan dijual melalui koperasi.

Staf Peneliti dan Pengembangan Solidaritas Perempuan, Finna Falah Husani, mengatakan temuan tersebut diperoleh dari hasil asesmen organisasi di berbagai wilayah pengorganisasian Solidaritas Perempuan.

"Proses pembentukannya cenderung dilakukan secara terburu-buru untuk memenuhi target dari presiden yang 80 ribu itu. Sehingga sosialisasinya itu lebih bersifat satu arah dan juga belum membuka ruang dialog yang bermakna dalam masyarakat," kata Fanni dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Ia menyebut kondisi tersebut berdampak pada terbatasnya ruang partisipasi masyarakat, terutama perempuan, dalam proses pembentukan KDMP.

"Perempuan khususnya, kesulitan untuk terlibat dalam pengambilan keputusan maupun memberikan persetujuan berdasarkan informasi yang memadai atau Free, Prior and Informed Consent (FPIC)," tutur Finna.

Selain itu, Solidaritas Perempuan juga menemukan mekanisme rekrutmen manajer KDMP di sejumlah daerah dinilai sulit diakses masyarakat.

Di wilayah Floba Morata (Flores, Sumba, Timor, Alor) juga Mataram, mekanisme rekrutmen manajer KDMP dinilai terlalu tinggi. Sehingga sulit diakses oleh masyarakat dan juga dinilai kurang transparan.

Finna mengatakan perempuan di sejumlah daerah bahkan mengaku tidak pernah dilibatkan dalam proses pembentukan koperasi. Salah satu temuan berasal dari Kelurahan Mujamuju, Daerah Istimewa Yogyakarta.

baca juga

"Mereka mengaku tidak pernah dilibatkan, tahu-tahu sudah dibentuk KDMP-nya, padahal kami tidak tahu itu apa dan juga tujuannya bagaimana juga tidak tahu. Tahu-tahu sudah dibentuk saja KDMP itu," katanya.

Berdasarkan temuan tersebut, Solidaritas Perempuan menilai prinsip transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi yang menjadi fondasi koperasi belum sepenuhnya tercermin dalam proses pembentukan KDMP di sejumlah daerah.

"Hal ini menunjukkan bahwa prinsip transparansi, akuntabilitas, dan juga partisipasi yang harusnya menjadi fondasi dari koperasi itu sendiri belum sepenuhnya diwujudkan oleh pembentukan KDMP ini," pungkas Finna.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

61,1 Persen Publik Tak Yakin Koperasi Merah Putih Akan Berkembang

61,1 Persen Publik Tak Yakin Koperasi Merah Putih Akan Berkembang

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 15:34 WIB

Zulhas Pastikan Koperasi Merah Putih Tak Akan Matikan Warung dan UMKM

Zulhas Pastikan Koperasi Merah Putih Tak Akan Matikan Warung dan UMKM

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 15:19 WIB

Pembentukan KDMP Disebut Didominasi Pemerintah Pusat, Desa Tak Boleh Nolak

Pembentukan KDMP Disebut Didominasi Pemerintah Pusat, Desa Tak Boleh Nolak

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 14:44 WIB

Terkini

Siapa Burhanuddin Abdullah? Diisukan Jadi Calon Gubernur Bank Indonesia

Siapa Burhanuddin Abdullah? Diisukan Jadi Calon Gubernur Bank Indonesia

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 15:41 WIB

Pilihan Mobil Keluarga Harga Terjangkau Jelang GIIAS 2026

Pilihan Mobil Keluarga Harga Terjangkau Jelang GIIAS 2026

Otomotif | Selasa, 28 Juli 2026 | 15:37 WIB

Ekspor Mineral Kritis Tersendat, Kementerian ESDM Benahi Aturan Kandungan Logam Tanah Jarang

Ekspor Mineral Kritis Tersendat, Kementerian ESDM Benahi Aturan Kandungan Logam Tanah Jarang

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2026 | 15:35 WIB

61,1 Persen Publik Tak Yakin Koperasi Merah Putih Akan Berkembang

61,1 Persen Publik Tak Yakin Koperasi Merah Putih Akan Berkembang

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 15:34 WIB

Film Live-Action Look Back Masuk Kompetisi Festival Film Venesia ke-83

Film Live-Action Look Back Masuk Kompetisi Festival Film Venesia ke-83

Your Say | Selasa, 28 Juli 2026 | 15:31 WIB

Review Film The Dink: Transisi Karir Atlet Muda hingga Menjadi Pelatih

Review Film The Dink: Transisi Karir Atlet Muda hingga Menjadi Pelatih

Your Say | Selasa, 28 Juli 2026 | 15:30 WIB

Kenapa Perry Warjiyo Mundur dari Jabatan Gubernur BI?

Kenapa Perry Warjiyo Mundur dari Jabatan Gubernur BI?

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 15:28 WIB

2 Lokasi Terancam Tsunami Usai Gempa Bumi Besar di Kumamoto Jepang

2 Lokasi Terancam Tsunami Usai Gempa Bumi Besar di Kumamoto Jepang

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 15:27 WIB

Review See You at Work Tomorrow: Cinta yang Diuji oleh Rahasia Masa Lalu

Review See You at Work Tomorrow: Cinta yang Diuji oleh Rahasia Masa Lalu

Your Say | Selasa, 28 Juli 2026 | 15:25 WIB

Biar Sadar! Bahaya Tramadol Bakal Masuk Materi Khotbah Jumat di Jakarta Pusat

Biar Sadar! Bahaya Tramadol Bakal Masuk Materi Khotbah Jumat di Jakarta Pusat

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 15:20 WIB

×