- Bupati Pemalang Anom Widiyantoro terjaring OTT KPK pada Rabu.
- Profil Bupati Pemalang Anom Widiyantoro memiliki rekam jejak karier di BUMN.
- OTT KPK ini merupakan operasi ke-18 lembaga antirasuah sepanjang tahun 2026.
Suara.com - Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, dikabarkan terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu, 29 Juli 2026.
Penangkapan Bupati Pemalang, Anom Widiyantiro ini dikonfirmasi langsung oleh Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto.
OTT terhadap orang nomor satu di Pemalang ini menjadi operasi ke-18 yang dilakukan lembaga antirasuah sepanjang tahun 2026.
"Benar," ujar Fitroh singkat saat dikonfirmasi awak media di Jakarta, Rabu.
Lantas, siapakah sosok Anom Widiyantoro sebenarnya? Simak profil lengkapnya berikut ini.
Baru Menjabat Setahun
![Bupati Pemalang Anom Widiyantoro saat melakukan aksi Gerakan Jumat Bersih di Alun-alun Pemalang, pada Jumat, (17/7/2026). [Suara.com/Instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/29/56245-anom-widiyantoro.jpg)
Anom Widiyantoro merupakan Bupati Pemalang untuk masa jabatan 2025–2030. Ia tergolong baru memimpin Kabupaten Pemalang, setelah dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada 20 Februari 2025 lalu.
Kemenangannya di Pilbup Pemalang 2024 diraih saat ia berpasangan dengan Nurkholes, seorang pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN).
Pasangan ini berhasil mengantongi 278.043 suara atau sekitar 44,51 persen dari total suara sah.
Latar Belakang Profesional BUMN
Sebelum terjun ke dunia politik, pria kelahiran 20 Maret 1970 ini dikenal sebagai profesional yang malang melintang di Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Anom tercatat memiliki karier panjang di PT Wijaya Karya (Wika) selama kurang lebih 25 tahun (1996–2021).
Di sana, ia pernah menduduki berbagai posisi strategis, mulai dari Staf Ahli, Internal Auditor, Manajer Keuangan, hingga General Manajer.
Ia juga sempat menjabat sebagai Direktur di PT Wijaya Karya Realty.
Karier profesionalnya berlanjut pada periode 2021-2024, di mana ia menjabat sebagai Direktur Keuangan, Human Capital, dan Manajemen Risiko di PT Hotel Indonesia Property (PT Hipa).
Riwayat Pendidikan
Meski kini memimpin Pemalang, masa kecil hingga remaja Anom banyak dihabiskan di Jawa Barat.
Ia merupakan alumni SD St. Yusuf Cimahi, SMP Negeri 1 Cimahi, dan SMA Negeri 4 Bandung.
Pendidikan tingginya ditempuh di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang dengan mengambil jurusan Manajemen Keuangan dan lulus pada 1996.
Tak puas dengan gelar sarjana, ia melanjutkan studi Magister Ekonomi dan Bisnis di Universitas
Padjadjaran (Unpad) Bandung dan lulus pada tahun 2005.
Hingga saat ini, KPK masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap Anom Widiyantoro dan pihak-pihak lain yang turut diamankan.
Sesuai dengan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum dari para pihak yang tertangkap tangan tersebut.
Publik kini menanti keterangan resmi lebih lanjut dari KPK mengenai detail kasus korupsi yang menyeret mantan bos BUMN tersebut.