Arab Saudi - Amerika Bersatu Serang Irak, 8 Milisi Pendukung Iran Tewas Dirudal

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 29 Juli 2026 | 13:34 WIB
Arab Saudi - Amerika Bersatu Serang Irak, 8 Milisi Pendukung Iran Tewas Dirudal
Serangan udara gabungan militer Arab Saudi dan Amerika Serikat menewaskan 8 anggota Popular Mobilisation Forces (PMF) serta melukai 4 orang lainnya di Irak. (Medsos/Aljazeera)
baca 10 detik
  • Serangan gabungan Arab Saudi dan AS membunuh delapan anggota milisi PMF di Irak.

  • Riyadh membalas serangan dron yang mengincar fasilitas pertambangan minyak dan pangkalan tentara AS.

  • Perdana Menteri Irak dijadwalkan berkunjung ke Arab Saudi guna meredakan eskalasi konflik diplomatik.

Suara.com - Serangan udara gabungan militer Arab Saudi dan Amerika Serikat menewaskan 8 anggota Popular Mobilisation Forces (PMF) serta melukai 4 orang lainnya di Irak. Langkah militer lintas negara ini diambil untuk membalas gempuran drone yang menyasar fasilitas minyak Riyadh serta pangkalan pasukan Amerika Serikat.

Eskalasi militer ini menandai babak baru keterlibatan terbuka Arab Saudi dalam melakukan aksi pembalasan udara langsung di dalam wilayah kedaulatan Irak. Keterlibatan aktif Riyadh membongkar dinamika keamanan regional baru, di mana negara kawasan tidak lagi hanya mengandalkan payung pertahanan militer Washington.

Penindakan tegas ini sekaligus menjadi sinyal peringatan keras bagi jaringan milisi penyokong Iran agar tidak melintasi batas pertahanan nasional.

Kedutaan Amerika Serikat di Baghdad menjadi sasaran serangan drone dan roket pada Selasa (17/3) dini hari waktu setempat. [Tangkap layar X]
Kedutaan Amerika Serikat di Baghdad menjadi sasaran serangan drone dan roket pada Selasa (17/3) dini hari waktu setempat. [Tangkap layar X]

"Tindakan tegas tersebut merupakan respons terhadap serangan drone baru-baru ini," kata Kementerian Pertahanan Arab Saudi.

Sebelumnya pertahanan udara Arab Saudi telah mencegat dan menghancurkan beberapa drone yang mencoba menargetkan fasilitas minyak di wilayah Provinsi Timur dan Riyadh. Diluncurkan dari wilayah Irak dan dilakukan oleh milisi teroris yang berpihak pada Iran.

Pihak Kerajaan Arab Saudi menembak jatuh deretan pesawat nirawak tersebut sebelum berhasil merusak infrastruktur energi vital nasional mereka.

“Kerajaan menekankan bahwa mereka tidak mencari eskalasi tetapi akan membalas setiap agresi yang dihadapinya,” kata Pemerintah Arab Saudi.

Sementara itu, kelompok gabungan milisi PMF mengecam keras serangan udara balasan tersebut.

PMF menyatakan bahwa serangan itu merupakan eskalasi yang sangat berbahaya dan pelanggaran terhadap kedaulatan Irak serta lembaga keamanan resminya.

baca juga

Di sisi lain, kelompok Perlawanan Islam di Irak membantah tuduhan keterlibatan mereka atas gempuran dron ke wilayah Arab Saudi.

"Tindakan konyol Arab Saudi apa pun akan dibalas dengan respons yang keras," kata pihak PMF.

Silang pendapat ini makin memperkeruh posisi politik dan pertahanan Pemerintah Irak di mata tetangga regionalnya.

PMF secara hukum memang berstatus sebagai bagian resmi dari struktur aparat keamanan nasional Irak.

Organisasi paramiliter ini berada langsung di bawah komando Perdana Menteri Irak selaku panglima tertinggi angkatan bersenjata.

Namun, berbagai kepemimpinan Irak sebelumnya selalu gagal meredam manuver independen dan kekuatan militer kelompok armed tersebut.

Milisi ini kerap melancarkan gempuran ke Kedutaan Besar AS di Baghdad dan pangkalan militer tanpa mengindahkan perintah resmi pemerintah.

Sebagai langkah peredaman, Perdana Menteri Irak Ali al-Zaidi dijadwalkan terbang melangsungkan kunjungan diplomasi ke Arab Saudi pada Kamis ini.

Lawatan diplomatik tersebut dilakukan hanya beberapa hari setelah al-Zaidi memerintahkan lembaga keamanan Irak mengusut tuntas dalang serangan dron ke Arab Saudi.

Ketegangan antara milisi pro-Iran dan pasukan koalisi telah lama menjadi isu krusial yang memicu instabilitas geopolitik di kawasan Irak dan Timur Tengah.

Kedudukan PMF yang terintegrasi secara formal dalam sistem pertahanan Irak kerap menciptakan dilema diplomasi bagi pemerintah Baghdad saat berhadapan dengan Washington dan negara-negara Teluk.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Arab Saudi di Pusaran Perang Timur Tengah, Apa Dampaknya untuk Minyak Dunia?

Arab Saudi di Pusaran Perang Timur Tengah, Apa Dampaknya untuk Minyak Dunia?

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 13:19 WIB

Perang Makin Panas! Amerika Kerahkan 20 Kapal Tempur Perketat Blokade Selat Hormuz Iran

Perang Makin Panas! Amerika Kerahkan 20 Kapal Tempur Perketat Blokade Selat Hormuz Iran

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 10:10 WIB

Statistik Tak Elok Pelatih Baru Italia Roberto Mancini: Dibuat Malu Timnas Indonesia

Statistik Tak Elok Pelatih Baru Italia Roberto Mancini: Dibuat Malu Timnas Indonesia

Bola | Rabu, 29 Juli 2026 | 09:33 WIB

Terkini

Laka Maut KM Virgo di Laut Masalembo, Kenapa Kapal Cepat Miring dan Tanpa Alarm Bahaya?

Laka Maut KM Virgo di Laut Masalembo, Kenapa Kapal Cepat Miring dan Tanpa Alarm Bahaya?

News | Senin, 14 September 2026 | 17:07 WIB

Suahasil Seharusnya Jadi Menkeu Sejak Sri Mulyani Mundur

Suahasil Seharusnya Jadi Menkeu Sejak Sri Mulyani Mundur

News | Senin, 14 September 2026 | 17:07 WIB

Bupati Bogor Targetkan Api TPAS Galuga Padam Sebelum Groundbreaking PSEL 17 September

Bupati Bogor Targetkan Api TPAS Galuga Padam Sebelum Groundbreaking PSEL 17 September

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 16:59 WIB

BKPM Kalah Lawan Greenpeace di PTUN, Putusan KIP soal IUP Raja Ampat Dikuatkan

BKPM Kalah Lawan Greenpeace di PTUN, Putusan KIP soal IUP Raja Ampat Dikuatkan

News | Senin, 14 September 2026 | 16:57 WIB

Jadi Menkeu, Suahasil Nazara Masih Rangkap Jabatan Wakomut PLN

Jadi Menkeu, Suahasil Nazara Masih Rangkap Jabatan Wakomut PLN

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 16:53 WIB

Bagi-Bagi Nasi Kotak di Pagebangan, Dede Rohana Ajak Ojol dan Warga Doakan Jurnalis di Selat Sunda

Bagi-Bagi Nasi Kotak di Pagebangan, Dede Rohana Ajak Ojol dan Warga Doakan Jurnalis di Selat Sunda

Banten | Senin, 14 September 2026 | 16:53 WIB

Dedikasi 14 Tahun Mantri BRI Dewi Natalia, Bantu Pedagang Beralih dari Rentenir

Dedikasi 14 Tahun Mantri BRI Dewi Natalia, Bantu Pedagang Beralih dari Rentenir

Jatim | Senin, 14 September 2026 | 16:50 WIB

Drama A Bona Fide Killer: Pembunuh Legendaris yang Hidup Normal sebagai Ibu

Drama A Bona Fide Killer: Pembunuh Legendaris yang Hidup Normal sebagai Ibu

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 16:50 WIB

Dari Pintu ke Pintu, Mantri BRI Dewi Natalia Bantu Pedagang Lampung Akses Pembiayaan

Dari Pintu ke Pintu, Mantri BRI Dewi Natalia Bantu Pedagang Lampung Akses Pembiayaan

Jogja | Senin, 14 September 2026 | 16:48 WIB

21 Hari Disandera OPM di Hutan Papua: Nemerina Selamat, Rekannya Tewas Kelaparan

21 Hari Disandera OPM di Hutan Papua: Nemerina Selamat, Rekannya Tewas Kelaparan

News | Senin, 14 September 2026 | 16:47 WIB

×