Koalisi Masyarakat Sipil Peringatkan Bahaya Dominasi Militer, Sebut Demokrasi dan HAM Terancam

Vania Rossa

Rabu, 29 Juli 2026 | 18:08 WIB
Koalisi Masyarakat Sipil Peringatkan Bahaya Dominasi Militer, Sebut Demokrasi dan HAM Terancam
Petisi dan Diskusi Publik "Bahaya Remiliterisasi Bagi Demokrasi", Kantor Imparsial, Jakarta, Rabu (29/7/2026). (Suara.com/Cornelius Juan Prawira)
baca 10 detik
  • Koalisi Masyarakat Sipil meluncurkan petisi di Jakarta, Rabu (29/7/2026), untuk menolak perluasan peran militer dalam urusan sipil.
  • Pemerintah dinilai melanggar UUD 1945 karena melibatkan TNI dalam jabatan sipil, program pembangunan, serta pelatihan militer warga.
  • KontraS mencatat 20 kasus penyiksaan oleh TNI dan lima korban tewas dalam latihan dasar militer hingga pertengahan 2026.

Suara.com - Menguatnya peran militer di ranah sipil melalui berbagai kebijakan pemerintah kembali menuai sorotan.

Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan bersama sejumlah tokoh masyarakat sipil menilai kondisi tersebut berpotensi mengancam supremasi sipil, perlindungan hak asasi manusia (HAM), serta agenda reformasi sektor keamanan yang diperjuangkan sejak Reformasi 1998.

Kekhawatiran itu disampaikan dalam peluncuran Petisi dan Diskusi Publik "Bahaya Remiliterisasi bagi Demokrasi" yang digelar di Kantor Imparsial, Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Petisi tersebut berisi seruan kepada pemerintah untuk menghentikan praktik-praktik yang dinilai mengembalikan dominasi militer dalam kehidupan sipil. Hingga saat diluncurkan, petisi telah ditandatangani oleh 58 organisasi masyarakat sipil dan 274 individu yang terdiri atas tokoh masyarakat, akademisi, hingga pegiat HAM.

Pakar hukum tata negara Universitas Andalas, Feri Amsari, menilai keterlibatan militer dalam berbagai jabatan dan urusan sipil bertentangan dengan amanat Pasal 30 Undang-Undang Dasar 1945 yang menegaskan TNI berfungsi sebagai alat pertahanan negara.

Menurutnya, ketika prajurit aktif ditempatkan di jabatan sipil atau mengelola proyek strategis dan persoalan pertanahan, mereka berpotensi berhadapan langsung dengan masyarakat.

"Dalam titik ini, pertanggungjawaban berada di tangan Presiden. Presidenlah yang membuat kerusakan konstitusional ini terjadi, mencampuradukkan antara urusan pertahanan dan urusan sipil," kata Feri dalam diskusi yang digelar secara daring.

Feri mengingatkan bahwa penyelesaian persoalan dengan pendekatan militer berisiko memicu kekerasan apabila diterapkan dalam ruang sipil.

Soroti Keterlibatan TNI di Berbagai Program

baca juga

Koalisi juga menyoroti meningkatnya keterlibatan TNI dalam sejumlah program pemerintah, mulai dari Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Sebelumnya, mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang pernah menjelaskan penunjukan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN dilakukan untuk memperkuat pelaksanaan program MBG, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Namun, Peneliti Senior Imparsial Al Araf menilai keterlibatan militer dalam sektor pendidikan, ekonomi, dan sosial menunjukkan kecenderungan pemerintahan yang semakin sentralistis.

Menurutnya, kondisi tersebut justru dapat mengurangi profesionalisme TNI sebagai institusi pertahanan.

"Problem pokoknya ada di Prabowo sebagai Presiden yang melakukan politisasi militer untuk proyek kekuasaannya. Militer adalah alat pertahanan, bukan alat pembangunan," ujar Al Araf.

Ia juga menilai jargon "TNI dari rakyat, untuk rakyat" tidak semestinya dijadikan legitimasi untuk memperluas peran militer di luar fungsi pertahanan.

Petisi dan Diskusi Publik "Bahaya Remiliterisasi Bagi Demokrasi", Kantor Imparsial, Jakarta, Rabu (29/7/2026). (Suara.com/Cornelius Juan Prawira)
Petisi dan Diskusi Publik "Bahaya Remiliterisasi Bagi Demokrasi", Kantor Imparsial, Jakarta, Rabu (29/7/2026). (Suara.com/Cornelius Juan Prawira)

Soroti Dugaan Kekerasan

Koalisi turut mengutip data Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) yang mencatat sepanjang Januari hingga April 2026 terdapat 20 peristiwa penyiksaan yang diduga melibatkan anggota TNI. Dari kasus tersebut, tercatat 28 korban mengalami luka-luka dan lima orang meninggal dunia.

Selain itu, mereka juga menyinggung meninggalnya lima calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) saat mengikuti latihan dasar militer hingga pertengahan Juni 2026.

Sementara itu, Pimpinan Pusat Front Mahasiswa Nasional (FMN), Sympati Dimas Rafi'i, menilai masyarakat sipil semakin diposisikan sebagai objek pendekatan militer melalui berbagai kebijakan pembangunan.

Menurutnya, penempatan satuan militer di wilayah pedesaan juga berpotensi meningkatkan kerentanan masyarakat yang memiliki akses informasi terbatas.

"Pemerintahan Prabowo Subianto memosisikan masyarakat sipil, memosisikan rakyat sebagai daerah operasi militernya," ujar Dimas.

Empat Tuntutan Koalisi

Melalui petisi tersebut, Koalisi Masyarakat Sipil menyampaikan empat tuntutan kepada pemerintah dan DPR, yakni:

  1. Menghentikan program Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) serta berbagai bentuk pelatihan militer bagi masyarakat sipil.
  2. Mengevaluasi seluruh kebijakan yang melibatkan TNI di ranah sipil dan mengembalikan fungsi TNI sebagai institusi pertahanan negara.
  3. Merevisi UU Nomor 31 Tahun 1997 tentang Peradilan Militer agar prajurit TNI yang melakukan tindak pidana umum diadili di peradilan umum sesuai amanat TAP MPR Nomor VII Tahun 2000.
  4. Menghentikan pembentukan Batalyon Teritorial Pembangunan dan perluasan komando teritorial karena dinilai tidak sejalan dengan UU TNI serta semangat Reformasi 1998.

Reporter: Cornelius Juan Prawira

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perang Makin Panas! Amerika Kerahkan 20 Kapal Tempur Perketat Blokade Selat Hormuz Iran

Perang Makin Panas! Amerika Kerahkan 20 Kapal Tempur Perketat Blokade Selat Hormuz Iran

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 10:10 WIB

PDIP Tegaskan Kritik Anak Muda Harus Dirawat Bukan Dibungkam

PDIP Tegaskan Kritik Anak Muda Harus Dirawat Bukan Dibungkam

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 12:48 WIB

Kasus Sutrimo Jadi Ujian Negara, Koalisi Sipil Desak Usut Tuntas Kaitan dengan Eks Jampidsus

Kasus Sutrimo Jadi Ujian Negara, Koalisi Sipil Desak Usut Tuntas Kaitan dengan Eks Jampidsus

News | Senin, 27 Juli 2026 | 19:57 WIB

Terkini

3 HP Flagship Samsung Terbaru di Indonesia, Cek Harga dan Spesifikasinya

3 HP Flagship Samsung Terbaru di Indonesia, Cek Harga dan Spesifikasinya

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 14:34 WIB

Aturan Harga Saham Rp1 dan Short Selling Diterapkan Bersamaan, BEI Pasang Kuda-kuda

Aturan Harga Saham Rp1 dan Short Selling Diterapkan Bersamaan, BEI Pasang Kuda-kuda

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 14:32 WIB

Cuaca Terik, Tiga Pemicu Kebakaran di Jakarta Ini Wajib Diwaspadai

Cuaca Terik, Tiga Pemicu Kebakaran di Jakarta Ini Wajib Diwaspadai

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:30 WIB

Kasus HGB di Kementerian ATR/BPN Seret Dirjen hingga Bos Summarecon, KPK Didesak Jerat Korporasi

Kasus HGB di Kementerian ATR/BPN Seret Dirjen hingga Bos Summarecon, KPK Didesak Jerat Korporasi

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:29 WIB

DJP Bantah Restitusi Pajak Ditahan untuk Pengusaha

DJP Bantah Restitusi Pajak Ditahan untuk Pengusaha

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 14:29 WIB

Ribuan Warga di Siak Terjangkit ISPA Imbas Kualitas Udara Memburuk

Ribuan Warga di Siak Terjangkit ISPA Imbas Kualitas Udara Memburuk

Riau | Rabu, 16 September 2026 | 14:21 WIB

Ricuh Penggerebakan Bandar Narkoba di NTB: Polisi Disabet Parang, Warga Ditembak

Ricuh Penggerebakan Bandar Narkoba di NTB: Polisi Disabet Parang, Warga Ditembak

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:20 WIB

Sifat dan Rezeki Weton Selasa Wage Neptu Terendah 7, Dijuluki Lakuning Bumi

Sifat dan Rezeki Weton Selasa Wage Neptu Terendah 7, Dijuluki Lakuning Bumi

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 14:20 WIB

Netizen Dilarang Jeles, Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi Kompak Posting Foto Duduk Berdampingan

Netizen Dilarang Jeles, Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi Kompak Posting Foto Duduk Berdampingan

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:17 WIB

Petugas Berjibaku Padamkan Api, Menhut Soroti Tren Titik Api Karhutla yang Selalu Naik Saat Weekend

Petugas Berjibaku Padamkan Api, Menhut Soroti Tren Titik Api Karhutla yang Selalu Naik Saat Weekend

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:17 WIB

×