- Polresta Mataram menangkap terduga pelaku pembunuhan mahasiswi berinisial NDR di Kota Mataram pada hari Rabu.
- Korban ditemukan tewas di kamar indekos kawasan Gomong, Kota Mataram, pada Minggu malam, 19 Juli 2026.
- Pemeriksaan awal kepolisian menduga terduga pelaku juga terlibat dalam dua aksi penusukan di lokasi berbeda.
Suara.com - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Mataram menangkap seorang terduga pelaku dalam kasus kematian mahasiswi berinisial NDR yang ditemukan tewas secara tidak wajar di kamar indekosnya di kawasan Gomong, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Mataram AKP I Made Dharma Yulia Putra mengatakan penangkapan dilakukan pada Rabu di wilayah Kota Mataram.
"Iya, betul. Satu orang pelaku tertangkap hari ini di wilayah Kota Mataram. Dia pelaku pembunuhan, pembacokan," kata Made Dharma di Mataram, Rabu.
Meski telah mengamankan terduga pelaku, polisi belum mengungkap identitas yang bersangkutan. Namun, penyidik memastikan pelaku tidak memiliki hubungan asmara maupun hubungan keluarga dengan korban.
"Tidak ada hubungan dengan korban. Motifnya nanti kita sampaikan lebih lanjut," ucapnya.
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menduga terduga pelaku juga terlibat dalam dua aksi penusukan di lokasi berbeda.
Made Dharma menyebut salah satu peristiwa tersebut terjadi di depan kantor TVRI.
"Ada dua TKP lagi dia pelaku penusukan, salah satunya di depan kantor TVRI," katanya.
Ia mengatakan kepolisian akan menyampaikan secara lengkap kronologi dan hasil penyidikan dalam keterangan resmi setelah proses pemeriksaan lebih lanjut selesai dilakukan.
"Untuk lengkapnya, nanti kami sampaikan secara resmi," ucapnya.
Kuasa hukum keluarga korban, Lalu Anton Hariawan, mengapresiasi langkah cepat kepolisian yang berhasil mengungkap kasus tersebut.
"Alhamdulillah, akhirnya perjuangan panjang penyidik dan tim membongkar kasus pembunuhan NDR membuahkan hasil," kata Lalu Anton.
NDR, mahasiswi asal Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat, ditemukan meninggal dunia di kamar indekosnya pada Minggu (19/7/2026) malam oleh sepupu bersama rekannya yang baru tiba dari Jakarta.
Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi terlentang dan kaku di dalam kamar dengan pintu dalam keadaan terkunci.
Dalam proses penyidikan, kepolisian telah memeriksa sejumlah saksi dan ahli, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi, melakukan autopsi, serta meminta dukungan pemeriksaan dari Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri.
Kasus kematian NDR sempat menjadi perhatian luas masyarakat dan viral di media sosial. Berbagai pihak pun mendorong kepolisian untuk segera mengungkap pelaku dan motif di balik kematian mahasiswi tersebut.