Kasus TPPO Bergeser ke Dunia Digital, Pencari Kerja Diminta Lebih Waspada

Vania Rossa

Kamis, 30 Juli 2026 | 12:23 WIB
Kasus TPPO Bergeser ke Dunia Digital, Pencari Kerja Diminta Lebih Waspada
Kasus TPPO di era digital semakin marak dengan modus lowongan kerja palsu. (Magnific)
baca 10 detik
  • Kemen PPPA, UNODC, dan IOM menggelar peringatan Hari Anti TPPO di Jakarta pada Rabu, 30 Juli 2026.
  • Ribuan WNI dan warga Asia Tenggara menjadi korban TPPO operasi penipuan daring melalui lowongan kerja palsu di medsos.
  • UNODC menegaskan pencegahan TPPO berbasis digital memerlukan kolaborasi lintas sektor serta peningkatan literasi masyarakat.

Suara.com - Perdagangan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) kini semakin sulit dikenali. Jika dulu perekrutan korban banyak dilakukan secara langsung, kini pelaku memanfaatkan ruang digital, mulai dari media sosial, grup percakapan, hingga iklan lowongan kerja palsu yang tampak meyakinkan.

Fenomena ini menjadi perhatian dalam peringatan Hari Dunia Anti Tindak Pidana Perdagangan Orang yang digelar Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) bersama United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) dan International Organization for Migration (IOM) di Jakarta, Rabu (30/7/2026).

Dalam kesempatan tersebut, berbagai pihak, termasuk platform pencarian kerja Jobstreet by SEEK, menekankan pentingnya meningkatkan literasi digital agar masyarakat tidak menjadi korban penipuan rekrutmen yang berujung pada perdagangan orang.

Modus Lowongan Kerja Palsu Meningkat

Data International Organization for Migration (IOM) menunjukkan kasus perdagangan orang untuk forced criminality yang berkaitan dengan operasi penipuan daring di Asia Tenggara meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2022 tercatat 296 kasus. Angka itu melonjak menjadi 978 kasus pada 2023, sebelum turun menjadi 492 kasus pada 2024. Meski menurun, jumlah tersebut masih sekitar 66 persen lebih tinggi dibandingkan dua tahun sebelumnya.

Banyak korban direkrut melalui iklan pekerjaan palsu atau tawaran kerja bergaji tinggi di luar negeri. Setelah berangkat, mereka justru dipaksa bekerja di pusat operasi penipuan daring (scam compound) dan tidak bisa keluar karena dokumen perjalanan disita.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bahkan memperkirakan sedikitnya 120.000 orang di Myanmar dan 100.000 orang di Kamboja menjadi korban perdagangan orang yang dipaksa menjalankan operasi penipuan online lintas negara.

WNI Jadi Salah Satu Kelompok Rentan

baca juga

Indonesia termasuk negara yang terdampak serius. Laporan US Department of State Trafficking in Persons Report 2024 mencatat lebih dari 3.200 Warga Negara Indonesia (WNI) masuk dalam data kasus operasi penipuan daring di Asia Tenggara. Dari jumlah tersebut, lebih dari 1.100 orang telah diidentifikasi sebagai korban perdagangan orang.

Sebagian besar korban mengaku awalnya tergiur tawaran pekerjaan dengan gaji tinggi yang beredar melalui media sosial, grup percakapan, maupun pesan pribadi.

Di dalam negeri, persoalan TPPO juga masih mengancam perempuan dan anak.

Berdasarkan data SIMFONI PPA 2021–2025, terdapat 1.276 perempuan dewasa, 44 laki-laki dewasa, 1.096 anak perempuan, dan 137 anak laki-laki yang tercatat sebagai korban TPPO. Angka tersebut diyakini baru sebagian kecil dari kasus yang sebenarnya terjadi.

Teknologi Jadi Tantangan Baru

National Programme Officer UNODC Indonesia, Abie Sancaya, mengatakan perdagangan orang kini semakin banyak difasilitasi teknologi digital. Pelaku memanfaatkan berbagai platform daring untuk merekrut korban melalui modus yang semakin kompleks.

Karena itu, menurutnya, upaya pencegahan tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum, tetapi membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk penyedia layanan ketenagakerjaan digital.

"UNODC meyakini bahwa dengan menghadirkan edukasi dan pesan-pesan pencegahan di ruang yang digunakan masyarakat untuk mencari peluang kerja, kita dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap modus rekrutmen yang menyesatkan serta memperkuat perlindungan bagi para pencari kerja dari risiko perdagangan orang," ujar Abie.

Sebagai bagian dari kolaborasi tersebut, Jobstreet by SEEK menyatakan telah memperkuat sistem keamanan platform melalui proses verifikasi perusahaan, teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi iklan mencurigakan, hingga menyediakan kanal pelaporan bagi pengguna.

Kenali Tanda-Tanda Penipuan Rekrutmen

Para pencari kerja diimbau lebih berhati-hati terhadap tawaran yang terdengar terlalu menggiurkan.

Beberapa tanda yang patut diwaspadai antara lain janji gaji tinggi tanpa kualifikasi yang jelas, permintaan pembayaran biaya administrasi atau pelatihan, hingga proses rekrutmen yang seluruhnya dilakukan melalui akun pribadi atau grup percakapan tidak resmi.

Masyarakat juga disarankan tidak membagikan data pribadi seperti nomor identitas, rekening bank, OTP, atau salinan paspor sebelum memastikan legalitas perusahaan.

Bagi yang ingin bekerja di luar negeri, penting memastikan perusahaan perekrut memiliki izin resmi serta menggunakan visa kerja yang sesuai, bukan visa kunjungan atau wisata.

Di tengah semakin berkembangnya teknologi digital, kewaspadaan menjadi benteng pertama agar pencari kerja tidak terjebak dalam praktik perdagangan orang yang kini semakin sulit dikenali.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

TPPO Kerap Berawal dari Penempatan Pekerja Migran Ilegal

TPPO Kerap Berawal dari Penempatan Pekerja Migran Ilegal

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 16:02 WIB

DPR Soroti Jalur Ilegal PMI: Berangkat Tanpa Prosedur, Pulang Membawa Risiko TPPO

DPR Soroti Jalur Ilegal PMI: Berangkat Tanpa Prosedur, Pulang Membawa Risiko TPPO

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 14:47 WIB

Kasus Eltras Jadi Evaluasi, Polda NTT Sisir Seluruh Tempat Hiburan Malam

Kasus Eltras Jadi Evaluasi, Polda NTT Sisir Seluruh Tempat Hiburan Malam

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 20:01 WIB

Terkini

Siap Uji Nyali? Ini 6 Film Horor Terbaik 2026 Buat Temani Malam Halloween

Siap Uji Nyali? Ini 6 Film Horor Terbaik 2026 Buat Temani Malam Halloween

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:15 WIB

AI Makin Canggih, Digital Humanities Jadi Kunci agar Teknologi Tetap Berpihak pada Manusia

AI Makin Canggih, Digital Humanities Jadi Kunci agar Teknologi Tetap Berpihak pada Manusia

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:14 WIB

Trik Agar Perusahaan Irit Investasi Alat Berat

Trik Agar Perusahaan Irit Investasi Alat Berat

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:11 WIB

Buku 32 Tahun Menjarah Alam: Membongkar Sejarah Hancurnya Bumi Nusantara

Buku 32 Tahun Menjarah Alam: Membongkar Sejarah Hancurnya Bumi Nusantara

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:10 WIB

Urutan Skincare Malam Viva untuk Memudarkan Flek Hitam di Usia 40 Tahun

Urutan Skincare Malam Viva untuk Memudarkan Flek Hitam di Usia 40 Tahun

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:10 WIB

The Vanishing Beauty: Kisah Kebangkitan Wanita dari Badai Pengkhianatan

The Vanishing Beauty: Kisah Kebangkitan Wanita dari Badai Pengkhianatan

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:10 WIB

Sentil Singapura Soal Potongan Ekspor Gas 8 Persen, Mentan Amran: Apalagi Kalau Kita Nakal!

Sentil Singapura Soal Potongan Ekspor Gas 8 Persen, Mentan Amran: Apalagi Kalau Kita Nakal!

Video | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:05 WIB

Adik Prabowo Pesimistis Soal Penguatan Rupiah, Menteri Ekonominya Bilang Bagus Kalau Melemah

Adik Prabowo Pesimistis Soal Penguatan Rupiah, Menteri Ekonominya Bilang Bagus Kalau Melemah

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:04 WIB

Bengkel Pesawat RI di Bali Bisa Layani Perawatan Pesawat Maskapai Eropa

Bengkel Pesawat RI di Bali Bisa Layani Perawatan Pesawat Maskapai Eropa

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:03 WIB

4.000 Peserta Bersaing, Inovasi AI Anak Muda Indonesia Hadirkan Solusi Nyata

4.000 Peserta Bersaing, Inovasi AI Anak Muda Indonesia Hadirkan Solusi Nyata

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:01 WIB

×