Suara.com - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyoroti dampak ketegasan posisi tawar Indonesia di panggung internasional yang mulai membuat negara tetangga seperti Singapura merasa ketar-ketir.
Pernyataan tersebut disampaikan Amran saat menerima audiensi 46 perwira siswa Pendidikan Reguler (Dikreg) 54 Sekolah Staf dan Komando TNI (Sesko TNI) di Jakarta, baru-baru ini.
Selain berseloroh mengenai pemotongan ekspor gas sebesar 8 persen yang membuat Singapura uring-uringan, Amran turut memamerkan keberhasilan riset dalam negeri terkait produksi bensin dan solar mandiri berbasis energi terbarukan.
Ia juga membongkar praktik kecurangan underinvoicing oleh mafia komoditas seperti CPO yang dinilainya telah menyedot potensi pendapatan negara hingga belasan ribu triliun rupiah ke luar negeri.
Di hadapan para perwira TNI, Amran menegaskan komitmen pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk memperketat tata kelola ekspor satu pintu serta mengambil alih jutaan hektar lahan sawit bermasalah.
Langkah tegas dan hilirisasi ini diharapkan dapat menghentikan kebocoran pajak sekaligus memastikan seluruh kekayaan sumber daya alam dimanfaatkan sepenuhnya untuk kedaulatan bangsa.