- Sudinhub Jakarta Selatan meresmikan pelican crossing di Jalan Kapten Tendean pada Kamis, 30 Juli.
- Fasilitas pengganti JPO tersebut dibangun untuk melayani 874 pejalan kaki yang menyeberang setiap jamnya.
- Petugas dikerahkan di lokasi untuk mengarahkan pengendara dan membantu kelancaran penyeberangan warga.
Suara.com - Pelican Crossing Pengganti JPO Tendean Resmi Beroperasi, Pejalan Kaki Kini Bisa Menyeberang dengan Mudah
Kabar baik bagi para pejalan kaki yang sering beraktivitas di kawasan Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan.
Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan (Sudinhub Jaksel) resmi mengoperasikan fasilitas pelican crossing baru sebagai pengganti Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang sebelumnya ada di lokasi tersebut.
Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan, Bernad Octavianus Pasaribu, mengonfirmasi bahwa fasilitas penyeberangan dengan lampu instruksi tersebut sudah dapat digunakan oleh masyarakat luas sejak Kamis (30/7).
"Pelican crossing sudah bisa dipakai," kata Bernad Octavianus Pasaribu kepada wartawan di Jakarta, Kamis.
Sudah Aktif Sejak Selasa
Bernad menjelaskan bahwa pengerjaan fasilitas ini dilakukan secara cepat.
Sejak Selasa (28/7), marka zebra cross sudah dibuat dan area median tengah trotoar pun telah dirapikan untuk menjamin kenyamanan warga yang melintas.
"Median sudah dipasang paving, nanti malam lanjut perapihan kembali," ucap dia.
Untuk memastikan keamanan dan kelancaran arus lalu lintas, Sudinhub Jaksel juga mengerahkan personel di lokasi.
Petugas bertugas memberikan sosialisasi sekaligus mengarahkan pengendara agar lebih waspada terhadap titik penyeberangan baru ini.
"Anggota kita juga ditempatkan di lokasi untuk membantu membiasakan kendaraan yang melintas untuk memperhatikan adanya pelican crossing baru," katanya.
Antusiasme Warga dan Tantangan di Lapangan
Berdasarkan pantauan di lokasi, kehadiran pelican crossing ini disambut antusias oleh masyarakat.
Meski begitu, proses adaptasi masih terlihat di lapangan. Banyak pejalan kaki yang tampak masih ragu dan tetap mengangkat tangan sebagai penanda tambahan saat menyeberang.
Di sisi lain, para pengendara mulai menyesuaikan diri dengan berhenti saat lampu penyeberangan menyala merah, meski tak sedikit yang mengaku baru mengetahui adanya perubahan fasilitas dari JPO ke pelican crossing tersebut.
Salah satu warga yang juga pekerja proyek di area sekitar, Oki, mengaku sangat terbantu. Baginya, fasilitas ini mempermudah mobilitas di tengah padatnya arus lalu lintas Tendean.
"Senang adanya pelican crossing. Harapannya setiap pagi atau siangnya ada petugas biar menyeberangnya lancar, sebelum ada jembatan lagi gitu," ungkap Oki.
Urgensi Penyeberangan di Jalur Padat
Keputusan pemasangan pelican crossing ini bukan tanpa alasan. Data dari Dishub DKI Jakarta menunjukkan betapa krusialnya jalur ini. Volume lalu lintas di Jalan Kapten Tendean mencapai 2.579 kendaraan per jam, sementara jumlah pejalan kaki yang menyeberang tercatat sebanyak 874 orang setiap jamnya.
Bagi masyarakat yang berada di sekitar lokasi bekas JPO Tendean, kini terdapat tiga titik penyeberangan yang bisa digunakan, yaitu:
- Pelican crossing di depan Ayam Goreng Suharti (jarak 383 meter).
- JPO di depan Gerbang Tol Bina Marga (jarak 718 meter).
- Zebra cross di U-turn Simpang Gotri (jarak 364 meter).
Dengan adanya fasilitas baru ini, Pemprov DKI berharap masyarakat dapat memanfaatkannya dengan bijak serta bersama-sama menjaga fasilitas umum demi keselamatan bersama di jalan raya.