- Pramono menjelaskan penyebab terbengkalainya pembangunan SDN Cipete Utara 01 pada Kamis (30/7/2026).
- Proyek molor akibat perubahan rencana awal dari gedung empat lantai menjadi bangunan mixed-use setinggi 20 lantai.
- Dampak pembangunan yang mangkrak membuat kegiatan belajar mengajar siswa terpaksa dipindahkan ke SD BaPem.
Suara.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, buka suara soal penyebab utama molornya pembangunan gedung baru SDN 01 Cipete Utara yang sempat viral di media sosial.
Ia mengungkap bahwa masalah utama muncul sejak tahap awal perencanaan proyek tersebut.
“Problem utama di SDN 1 Cipete adalah ketika di awal perencanaannya untuk SD dengan tingkat empat tingkat. Kemudian dalam perjalanan berubah menjadi mixed-use, dibangun ke atas kurang lebih menjadi 20 tingkat,” ungkap Pramono di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (30/7/2026).
Perubahan konsep dari gedung empat lantai menjadi bangunan mixed-use 20 lantai itu disebut membuat proyek berjalan tidak konsisten.
“Dalam perjalanan maju-mundur, maju-mundur, maju-mundur dan nggak jadi. Sehingga ada pembangunan yang terbengkalai,” kata Pramono.
Akibat gedung yang tak kunjung rampung, kegiatan belajar mengajar siswa SDN Cipete Utara 01 terpaksa dipindahkan ke SD BaPem, yang berjarak 1,6 kilometer dari sekolah asal para siswa.
![Pembangunan gedung baru SDN Cipete Utara 01 di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, molor hampir setahun dan viral di media sosial. [Suara.com/Adiyoga Priyambodo]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/25/31528-sdn-cipete-utara.jpg)
Menanggapi sorotan tersebut, Pramono mengaku telah memanggil Kepala Dinas Pendidikan beserta jajaran terkait untuk membahas penyelesaian masalah ini.
“Saya minta untuk segera diselesaikan untuk SD-nya dulu. Untuk urusan mixed-use berikutnya,“ tegas politisi PDIP itu.
Meski demikian, Pramono belum dapat memastikan kapan pembangunan gedung sekolah tersebut akan rampung.
“Nanti saya jawab kalau sudah finalisasi untuk itu,” pungkas sang eks Sekretaris Kabinet.