- Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan pemerintah tidak bekerja untuk mengejar hasil survei kepuasan publik.
- Survei SMRC mencatat tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo merosot drastis menjadi 51,1 persen pada Juli 2026.
- Penurunan tingkat kepuasan publik tersebut disebabkan oleh merosotnya sentimen positif terhadap kondisi ekonomi politik dan penegakan hukum.
Sementara 46,3 persen menyatakan cukup puas, 35 persen kurang puas, dan 11,9 persen tidak puas sama sekali.
Deni menegaskan persepsi negatif publik terhadap kondisi ekonomi dan penegakan hukum menjadi faktor utama penurunan ini.
Evaluasi publik terhadap situasi politik juga dinilai turut memperburuk sentimen terhadap pemerintah.
Survei ini melibatkan 749 responden yang dipilih secara acak dari populasi warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih.
Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara telepon sebesar 83,8 persen dan tatap muka sebesar 16,2 persen.
SMRC menyebut margin of error survei ini sebesar plus minus 3,7 persen.
Dengan demikian, perbedaan angka minimal 7,4 persen dianggap signifikan secara statistik.
Survei dilakukan pada periode 5 hingga 19 Juli 2026, mencerminkan dinamika terbaru persepsi publik terhadap pemerintahan saat ini.