Pengamat Sebut Pelabelan Londo Ireng Sebagai Upaya Meredam Suara Kritis

Bangun Santoso

Kamis, 30 Juli 2026 | 20:30 WIB
Pengamat Sebut Pelabelan Londo Ireng Sebagai Upaya Meredam Suara Kritis
Acara diskusi 'Prabowo Merosot, Londo Ireng Disebut' di Jakarta, Kamis (30/7/2026). (Suara.com/Alif Bintang)
baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto menyebut wartawan, LSM, dan pengamat sebagai "Londo Ireng" pada diskusi di Jakarta, Kamis (30/7/2026).
  • Jeirry Sumampow menyatakan pernyataan tersebut bertujuan mengalihkan perhatian publik dari berbagai kegagalan pemerintah.
  • Ari Nurcahyo menilai pelabelan tersebut sengaja dilakukan pemerintah untuk menegasikan kritik dan mempersempit ruang sipil.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto yang menyebut wartawan, LSM, dan para pengamat yang dinilai kerap melontatkan kritik terhadap pemerintah sebagai "Londo Ireng" mendapat respons kritis dari pengamat.

Mereka menilai ucapan Prabowo itu tak seharusnya keluar dari mulut presiden. Pernyataan itu juga diduga sebagai upaya pembentukan opini publik untuk mendeskreditkan kelompok kritis.

Koordinator Komite Pemilih (TePi) Indonesia, Jeirry Sumampow mengatakan, pernyataan tersebut merupakan upaya mengacaukan perhatian publik terhadap berbagai kegagalan pemerintah.

"Bagian strategi komunikasi pemerintah untuk mengacaukan fokus masyarakat terhadap isu spesifik yang menyentuh problem lebih konkret," Kata Jeirry dalam acara diskusi 'Prabowo Merosot, Londo Ireng Disebut' di Jakarta, Kamis (30/7/2026).

Menurut Jeirry, pernyataan tersebut konyol dan dapat menyesatkan kecerdasan masyarakat.

"Tidak ada dimensi mencerdaskan bangsa di sana. Bangsa ini makin bodoh dengan narasi yang selalu berulang, narasi atau diksi konyol termasuk dengan Londo Ireng ini,"

Jeirry juga khawatir, diksi tersebut dapat digunakan untuk membungkam suara-suara kritis. Apalagi diksi "Londo Ireng" lekat diartikan sebagai pengkhianat.

Padahal, menurut Jerry, pihak-pihak yang kerap mengkritik pemerintah justru peduli akan pemerintahan yang dijalankan dengan sesuai.

Senada, pengamat politik Ari Nurcahyo mengatakan pernyataan presiden itu tidak bisa dianggap sebagai selip lidah belaka. Tetapi, menurutnya hal itu merupakan kesengajaan.

baca juga

Ia menganggap pernyataan itu merupakan cara pemerintah untuk menegasikan kritik yang kerap dilontarkan masyarakat.

"Ini sebuah konstruksi wacana yang memang punya dua intensi, yakni menyerang lawan politik dan pengalihan isu terhadap problematika serius pemerintahan ini," kata Ari.

Ia juga menyamakan, situasi pemerintahan Prabowo dengan gaya pemerintahan di bawah Presiden Soeharo pada Orde Baru. Saat itu Soeharo melabeli kelompok kritis dengan sebutan "Setan Gundul".

Karena, itu Ari menilai kualitas demokrasi saat ini mengalami regresi seperti jaman Orde Baru dahulu di mana nihilnya ruang kritis.

"Penyebutan Londo Ireng itu mengafirmasi penyempitan ruang sipil. Pelabelan Londo Ireng oleh presiden itu bukan retorika kosong," pungkas Ari. (Reporter: Alif Bintang)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Masih Pakai Gaya Orde Baru, Kepuasan Publik Anjlok

Prabowo Masih Pakai Gaya Orde Baru, Kepuasan Publik Anjlok

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 20:28 WIB

Prabowo Naikkan Tukin TNI jadi 90 Persen, Mensesneg: Bukan Perlakuan Istimewa

Prabowo Naikkan Tukin TNI jadi 90 Persen, Mensesneg: Bukan Perlakuan Istimewa

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 20:08 WIB

Dari 81 Persen ke 51 Persen: Begini Pembelaan Istana Atas Merosotnya Kepuasan Publik ke Prabowo

Dari 81 Persen ke 51 Persen: Begini Pembelaan Istana Atas Merosotnya Kepuasan Publik ke Prabowo

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 19:16 WIB

Kriteria Khusus Calon Gubernur BI Pilihan Prabowo Wajib 'Merah Putih', Destry Masuk Pertimbangan?

Kriteria Khusus Calon Gubernur BI Pilihan Prabowo Wajib 'Merah Putih', Destry Masuk Pertimbangan?

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 19:11 WIB

DPR Kini Jadi 'Tukang Stempel' Pemerintah, Bukan Wakil Rakyat

DPR Kini Jadi 'Tukang Stempel' Pemerintah, Bukan Wakil Rakyat

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 18:54 WIB

'Saya Kasihan' Prabowo Larang Gubernur Mobilisasi Warga untuk Sambut Dirinya

'Saya Kasihan' Prabowo Larang Gubernur Mobilisasi Warga untuk Sambut Dirinya

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 18:53 WIB

Target Indonesia Bebas Sampah 2027, Prabowo Perintahkan ASN dan BUMN Kerja Bakti Tiap Hari

Target Indonesia Bebas Sampah 2027, Prabowo Perintahkan ASN dan BUMN Kerja Bakti Tiap Hari

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 18:38 WIB

Terkini

Prabowo Masih Pakai Gaya Orde Baru, Kepuasan Publik Anjlok

Prabowo Masih Pakai Gaya Orde Baru, Kepuasan Publik Anjlok

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 20:28 WIB

Detik-detik Wagub Babel Ditahan, Pakai Rompi Tahanan Merah lalu Bungkam

Detik-detik Wagub Babel Ditahan, Pakai Rompi Tahanan Merah lalu Bungkam

Sumsel | Kamis, 30 Juli 2026 | 20:27 WIB

Belanja Digital Gen Z: Saat Kebutuhan dan Keinginan Semakin Sulit Dibedakan

Belanja Digital Gen Z: Saat Kebutuhan dan Keinginan Semakin Sulit Dibedakan

Your Say | Kamis, 30 Juli 2026 | 20:25 WIB

Niat Bermain Berakhir Duka, Bocah 5 Tahun Tenggelam di Sungai Cianjur

Niat Bermain Berakhir Duka, Bocah 5 Tahun Tenggelam di Sungai Cianjur

Jabar | Kamis, 30 Juli 2026 | 20:24 WIB

Polisi Datang Pakai 7 Mobil, Keluarga Sutrimo Tetap Bungkam dan Tak Mau Lapor

Polisi Datang Pakai 7 Mobil, Keluarga Sutrimo Tetap Bungkam dan Tak Mau Lapor

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 20:20 WIB

Tak Perlu Tunggu 2028, Pemerintah Didesak Segera Keluarkan MBG dari Anggaran Pendidikan

Tak Perlu Tunggu 2028, Pemerintah Didesak Segera Keluarkan MBG dari Anggaran Pendidikan

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 20:15 WIB

Sempat Hilang Sebulan, Jejak Pembunuh Manusia Silver Berakhir di Rumah Kos Kediri

Sempat Hilang Sebulan, Jejak Pembunuh Manusia Silver Berakhir di Rumah Kos Kediri

Jatim | Kamis, 30 Juli 2026 | 20:14 WIB

Promo BRI, Dapatkan Cashback Spesial Isi Bensin di SPBU BP

Promo BRI, Dapatkan Cashback Spesial Isi Bensin di SPBU BP

Bri | Kamis, 30 Juli 2026 | 20:14 WIB

7 Toko Online Terpercaya yang Menjual Sepatu New Balance 530 dengan Harga Terbaik

7 Toko Online Terpercaya yang Menjual Sepatu New Balance 530 dengan Harga Terbaik

Lifestyle | Kamis, 30 Juli 2026 | 20:12 WIB

Buntut Ucapan 'Kayak Sirkus', Ini 6 Poin Jawaban Deddy Sitorus

Buntut Ucapan 'Kayak Sirkus', Ini 6 Poin Jawaban Deddy Sitorus

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 20:10 WIB

×