- Tim SAR gabungan telah mengevakuasi 234 penumpang KM Mutiara Sentosa II hingga Senin dini hari.
- Pemerintah melalui KNKT memastikan segera melakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap penyebab kebakaran kapal tersebut.
- Kementerian Perhubungan bersama Basarnas fokus memastikan evakuasi lanjutan serta verifikasi data seluruh penumpang dan awak.
Suara.com - Sebanyak 122 korban kebakaran KM Mutiara Sentosa II telah dievakuasi dan tiba di darat hingga Senin dini hari. Di saat yang sama, pemerintah memastikan akan mengusut penyebab kebakaran melalui investigasi yang dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Kepala Kantor SAR Surabaya sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC) Nanang Sigit PH mengatakan dari total korban yang telah tiba di darat, sebanyak 113 orang dievakuasi melalui Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, sedangkan sembilan korban lainnya tiba di Pelabuhan Kalianget, Sumenep, menggunakan KN SAR 249 Permadi.
"Sebanyak 111 korban selamat kami dahulukan untuk turun dari KM Meratus Pematang Siantar. Setelah itu mereka dibawa ke Terminal Gapura Surya Nusantara untuk menjalani pendataan oleh petugas gabungan," katanya di Surabaya, Senin dini hari.
Setelah tiba di Pelabuhan Tanjung Perak, seluruh korban menjalani pemeriksaan kesehatan. Korban yang membutuhkan penanganan medis lebih lanjut kemudian dirujuk ke rumah sakit.
Sementara di Pelabuhan Kalianget, empat korban dirujuk ke RS Garam Sumenep, sedangkan lima korban lainnya melanjutkan perjalanan menuju Surabaya setelah menjalani pendataan.
Nanang menyebut hingga Senin dini hari, tim SAR gabungan telah mengevakuasi 234 penumpang, yang terdiri atas 229 korban selamat dan lima korban meninggal dunia. Data tersebut merupakan hasil konfirmasi dari seluruh kapal yang terlibat dalam operasi pencarian dan penyelamatan.
![Insiden kebakaran yang menimpa KM Mutiara Sentosa II di perairan Laut Jawa, Minggu (2/8/2026). [Tangkapan Layar]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/02/56039-kapal-terbakar-km-mutiara-sentosa-ii.jpg)
Meski demikian, proses evakuasi masih berlangsung karena tiga kapal, yakni KM Ferindo 1, Selaras Mas, dan KRI Nala-363, masih membawa korban dalam perjalanan menuju Surabaya.
Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memastikan pemerintah segera melakukan investigasi untuk mengungkap penyebab kebakaran kapal yang terjadi di perairan utara Madura tersebut.
AHY juga menyampaikan belasungkawa dan keprihatinannya atas insiden tersebut.
“Pemerintah segera luncurkan investigasi, karena kita harus tahu persis apa penyebab dari insiden tersebut,” ujar AHY dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Menurut AHY, investigasi akan dilakukan oleh KNKT dan akan mencakup berbagai aspek, mulai dari kondisi kapal, sumber daya manusia yang bertugas di kapal, keselamatan penumpang, hingga faktor cuaca.
“Investigasi akan dilakukan oleh KNKT, Komite Nasional Keselamatan Transportasi, dan butuh waktu untuk menjelaskan kepada kita semua apa penyebabnya,” katanya.
Selain proses investigasi, pemerintah juga terus memantau jalannya evakuasi dan verifikasi data penumpang melalui koordinasi Kementerian Perhubungan, Basarnas, serta unsur patroli laut.
“Secara umum, pertama Kementerian Perhubungan, dalam hal ini Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, masih terus memastikan verifikasi data penumpang kapal hasil evakuasi bersama, bekerja sama dengan tim SAR, kemudian kapal-kapal patroli,” ujarnya.
AHY menegaskan keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan transportasi laut. Menurutnya, penerapan standar operasional, mitigasi cuaca, pemeriksaan kelaikan kapal, hingga program peremajaan armada perlu terus diperkuat agar insiden serupa tidak terulang.
“Kita ingin memastikan bahwa terkait transportasi laut, safety first, tentu ini harus kita pastikan. SOP dijalankan, protap dijalankan, keselamatan penumpang nomor satu, cuaca juga tentunya harus bisa kita mitigasi, dan selebihnya kita ingin memastikan kapal selalu dalam kondisi layak, tidak ada masalah teknis, dan semangat kita memang terus meremajakan kapal-kapal kita,” kata AHY.
Sementara itu, Kementerian Perhubungan telah mengerahkan kapal patroli Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) serta memperkuat koordinasi dengan Basarnas dan instansi terkait dalam penanganan kebakaran KM Mutiara Sentosa II.
Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Muhammad Masyhud mengatakan fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan seluruh penumpang dan awak kapal dapat dievakuasi dengan cepat dan selamat.