“Di rumah saya tidak bisa disiplin. Masuk Sekolah Rakyat jadi bisa disiplin,” kata Arka yang mengaku bercita-cita menjadi prajurit TNI.
Ia juga merasakan suasana toleransi yang kuat di lingkungan sekolah. Menurutnya, pihak sekolah memberikan pendampingan kepada seluruh siswa tanpa membedakan agama, termasuk mengantar siswa nonmuslim untuk beribadah ke gereja.
“(Bapak Kepsek) baik dimana Pak Kepsek bisa mengantarkan yang non-muslim ke gereja (untuk ibadah),” kata Arka.
Pada kesempatan tersebut, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyempatkan diri berdialog akrab dengan para siswa. Ia mendorong siswa baru maupun siswa lama agar berani tampil di depan teman-temannya. Antusiasme para siswa pun terlihat tinggi. Banyak di antara mereka yang dengan percaya diri menunjukkan kemampuan dan bakat yang dimiliki.
Selain itu, Gus Ipul juga menyaksikan penampilan baris-berbaris yang diperagakan siswa baru dan siswa lama di bawah bimbingan Taruna Bakti Nusantara. Para siswa tampil kompak, disiplin, dan penuh semangat, mencerminkan hasil pembinaan karakter yang telah diberikan.
Menjelang break waktu kudapan (snack) siang, Gus Ipul bersama Bupati Gresik Fandi Akhmad bergabung dengan para siswa di ruang makan. Dalam suasana hangat dan penuh keakraban, Gus Ipul mengikuti apel kudapan siang yang dipimpin oleh Arka. Usai apel, ia kembali berinteraksi dengan para siswa melalui kuis pengetahuan kebangsaan, mengajak mereka bernyanyi bersama, hingga melantunkan salawat. Suasana pun berlangsung meriah dan penuh semangat.
Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik yang berdiri di atas lahan seluas 6,5 hektare memiliki kapasitas 405 siswa, terdiri atas 90 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 225 siswa jenjang SMA. Dari jumlah siswa SMA tersebut, 90 merupakan siswa reguler, 60 siswa titipan dari Kabupaten Lamongan, dan 75 siswa berasal dari SRMA 37 Gresik.
Secara nasional, jumlah siswa Sekolah Rakyat kini telah mencapai lebih dari 43 ribu orang yang terdiri atas lebih dari 28 ribu siswa baru dan lebih dari 15 ribu siswa lama. Pemerintah memperkirakan jumlah peserta didik tahun ini akan melampaui 45 ribu siswa. Apabila pembangunan gedung Sekolah Rakyat di berbagai daerah selesai sesuai target, kapasitas penerimaan pada tahun depan diproyeksikan melebihi 100 ribu siswa.
“Insya Allah kita alokasikan tahun ini siswa lama dan siswa baru diperkirakan nanti lebih dari 45 ribu siswa. Tahun depan, kalau target pembangunan gedung-gedung selesai, itu lebih dari 100 ribu (siswa),” kata Gus Ipul.
Menurutnya, Presiden Prabowo menargetkan setiap kabupaten dan kota memiliki gedung Sekolah Rakyat yang mampu menampung sekitar 1.500 hingga 2.000 siswa dari jenjang SD, SMP, dan SMA. ***