Perang di Selat Hormuz Berpotensi Mereda dalam 48 Jam Jika AS - Iran Tak Batal Damai

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:50 WIB
Perang di Selat Hormuz Berpotensi Mereda dalam 48 Jam Jika AS - Iran Tak Batal Damai
Kapal macet di Selat Hormuz (TOI)
baca 10 detik
  • AS dan Iran mendekati kesepakatan interim untuk membuka kembali jalur pelayaran Selat Hormuz.

  • Donald Trump mengancam tindakan militer berat jika Iran memutuskan mundur dari perundingan damai.

  • Kesepakatan diplomasi ini diproyeksikan mampu menurunkan harga bahan bakar minyak di pasar dunia.

Suara.com - Amerika Serikat dan Iran kini berada di ambang kesepakatan krusial untuk memulihkan stabilitas jalur pelayaran global di Selat Hormuz. Presiden AS Donald Trump menegaskan kawasan perairan strategis itu bakal segera dibuka penuh usai kedua pihak menggelar negosiasi maraton.

Langkah diplomasinya ini menjadi titik balik penting yang berpotensi menurunkan lonjakan harga bahan bakar di pasar internasional secara signifikan.Trump mengungkapkan opsi militer sebenarnya telah disiapkan dalam skala masif sebelum akhirnya Tehran meminta jalur dialog dibuka.

Namun, ultimatum tegas tetap dilayangkan Washington jika pihak Iran mendadak mundur dari perundingan yang tengah berlangsung tersebut.

Pesawat tempur di dekat Selat Hormuz (FlightRadar24)
Pesawat tempur di dekat Selat Hormuz (FlightRadar24)

"Selat itu akan segera dibuka—atau mereka akan dihantam dengan keras, dan kemudian selat itu akan dibuka," kata Trump kepada Fox News.

Keseriusan negosiasi ini membuktikan adanya desakan kuat dari kedua belah pihak untuk menghentikan eskalasi konflik senjata di kawasan Selat.

Meskipun progres positif mulai terlihat, Amerika Serikat menegaskan jaminan keamanan mutlak tetap menjadi prioritas utama tanpa kompromi.

"Kami hendak melancarkan serangan besar-besaran—yang terbesar sejak Perang Dunia II—lalu mereka menghubungi saya dan berkata dengan sangat sopan, 'Tolong, bisakah kita bicara? Bisakah kita bicara?'... Saya jawab, 'Ya, kita bisa bicara. Mari kita selesaikan ini. Akhirnya, mari kita selesaikan ini,'" tambah Trump.

Sikap tegas AS melarang kepemilikan senjata nuklir oleh Iran menjadi syarat mati dalam menjaga arah perundingan damai ini.

"Jika mereka mundur lagi, mereka akan menanggung akibat yang sangat berat. Mereka tahu itu; mereka memahaminya. Saya tidak punya pilihan. Mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir. Sederhana saja," tegas sang presiden.

baca juga

Trump menilai komitmen aksi nyata jauh lebih krusial dibandingkan sekadar pernyataan diplomatik di depan publik semata.

Peluang tercapainya kesepakatan akhir kini bergantung pada itikad baik kedua negara dalam menyelesaikan detail teknis perjanjian.

"Satu-satunya hal yang penting adalah tindakan, dan mereka ingin mencapai kesepakatan. Kita lihat saja nanti apa yang terjadi," ujar Trump.

"Jika mereka tidak mencapai kesepakatan, itu akan sangat disayangkan."

Proses diplomasi yang berlangsung seharian penuh pada Selasa tersebut diklaim membawa angin segar bagi perekonomian global.

Terbukanya kembali akses navigasi Selat Hormuz diyakini langsung berdampak pada penurunan harga BBM hingga ke tingkat konsumen.

"Mereka melakukan negosiasi sepanjang hari ini, dan tampaknya situasinya sangat baik. Dan jika hal itu terjadi—di mana Selat tersebut dibuka... namun jika Selat itu dibuka—dan sebenarnya sebagian sudah terbuka—dan seperti yang Anda tahu, kita menguasai sepenuhnya Selat tersebut melalui blokade; tetapi jika tidak ada gesekan, maka harga minyak akan turun hingga... menurut saya, harganya akan turun menjadi $2,50 per galon," terang Trump.

Pemerintah AS mendesak perusahaan-perusahaan minyak dunia segera menyesuaikan tarif ritel begitu kesepakatan resmi ditandatangani.

Kejelasan status perdamaian dan pembukaan jalur energi vital ini diperkirakan bakal terungkap dalam waktu dekat.

"Kita sedang bergerak dengan sangat baik. Kita akan segera tahu. Kita akan tahu dalam 48 jam," ucap Trump saat bertemu awak media di California.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio turut mengonfirmasi bahwasanya titik temu teknis perlintasan perairan internasional sedang difinalisasi.

Laporan media Axios menyebut AS, Iran, dan Oman tengah mematangkan draf kesepakatan interim pembukaan Selat dan gencatan senjata.

Ketegangan militer antara Washington dan Tehran memuncak sejak Februari lalu akibat operasi militer gabungan AS dan Israel.

Iran merespons serangan tersebut melalui gempuran peluru kendali dan drone ke pangkalan-pangkalan aset AS di kawasan Teluk.

Meski sempat menyepakati gencatan senjata pada April dan MoU via Pakistan pada Juni, perjanjian perdamaian itu sempat runtuh bulan lalu.

Serangan balasan beruntun selama dua pekan sempat terjadi sebelum Trump menghentikan pemboman untuk memberi ruang bagi perundingan baru.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

AS Lipat Gandakan Produksi Komponen Interseptor Rudal PAC-3 dan THAAD

AS Lipat Gandakan Produksi Komponen Interseptor Rudal PAC-3 dan THAAD

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:28 WIB

2 Raksasa Maskapai Penerbangan Mulai Goyang karena Perang AS-Iran dan BBM Naik

2 Raksasa Maskapai Penerbangan Mulai Goyang karena Perang AS-Iran dan BBM Naik

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 11:45 WIB

80 Persen Rudal Jarak Jauh Amerika Serikat Terkuras di Perang Iran

80 Persen Rudal Jarak Jauh Amerika Serikat Terkuras di Perang Iran

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 11:07 WIB

Terkini

Misteri Mutilasi Tanah Merah Depok: Garis Polisi Melingkar, Warga Tak Kenal Korban dan Pelaku

Misteri Mutilasi Tanah Merah Depok: Garis Polisi Melingkar, Warga Tak Kenal Korban dan Pelaku

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:52 WIB

ESQA Cushion Cocok untuk Kulit Apa? Ini Beda Seri Velvet Matte dan Satin

ESQA Cushion Cocok untuk Kulit Apa? Ini Beda Seri Velvet Matte dan Satin

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:51 WIB

5 HP Paling Hot Agustus 2026: Vivo, Honor, Google, Oppo, hingga Poco Siap Sikat Pasar!

5 HP Paling Hot Agustus 2026: Vivo, Honor, Google, Oppo, hingga Poco Siap Sikat Pasar!

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:51 WIB

Perang di Selat Hormuz Berpotensi Mereda dalam 48 Jam Jika AS - Iran Tak Batal Damai

Perang di Selat Hormuz Berpotensi Mereda dalam 48 Jam Jika AS - Iran Tak Batal Damai

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:50 WIB

Daftar Harga Mobil Listrik Jaecoo 2026: Intip Spesifikasi SUV Canggih J5, J7, dan J8 di Indonesia

Daftar Harga Mobil Listrik Jaecoo 2026: Intip Spesifikasi SUV Canggih J5, J7, dan J8 di Indonesia

Otomotif | Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:47 WIB

Kasus Terduga Pelaku Judi Online Tewas, Lima Personel Polsek Beji Diperiksa Propam

Kasus Terduga Pelaku Judi Online Tewas, Lima Personel Polsek Beji Diperiksa Propam

Jatim | Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:47 WIB

A Poem Grows Inside You, Kisah Lembut tentang Keberanian Berbagi Karya

A Poem Grows Inside You, Kisah Lembut tentang Keberanian Berbagi Karya

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:45 WIB

Sharp Airest Satukan AC dan Air Purifier, Hadirkan Teknologi MERV 14 Bikin Udara Makin Sehat

Sharp Airest Satukan AC dan Air Purifier, Hadirkan Teknologi MERV 14 Bikin Udara Makin Sehat

Tekno | Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:44 WIB

Implementasi Pembatasan Ekspor Batu Bara Bikin Ekonomi Sektor Tambang Jeblok, BPS Ungkap Angkanya

Implementasi Pembatasan Ekspor Batu Bara Bikin Ekonomi Sektor Tambang Jeblok, BPS Ungkap Angkanya

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:40 WIB

Abdul Wahid Divonis 2 Tahun Penjara, KPK Ajukan Banding

Abdul Wahid Divonis 2 Tahun Penjara, KPK Ajukan Banding

Riau | Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:37 WIB

×