Kota Makin Padat, Banjir Mengintai: Akademisi Soroti Teknologi Pengendalian Air di PIK2

Bella, Fakhri Fuadi Muflih

Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:36 WIB
Kota Makin Padat, Banjir Mengintai: Akademisi Soroti Teknologi Pengendalian Air di PIK2
Ilustrasi - Pantai Indah Kapuk PIK. [sedayuindocity]
baca 10 detik
  • Populasi perkotaan Indonesia meningkat mencapai 59,4 persen pada 2025, mendorong kebutuhan besar akan pembangunan infrastruktur serta investasi nasional.
  • Kawasan PIK2 di Kabupaten Tangerang berkembang sebagai kota mandiri terintegrasi yang menjadi pusat ekonomi baru bagi wilayah megapolitan Jabodetabek.
  • Peserta konferensi Jabodetabek Study Forum IPB University melakukan kunjungan lapangan untuk mempelajari pengelolaan tata kota dan teknologi pengendalian banjir.

Suara.com - Indonesia terus bergerak menuju ekonomi perkotaan seiring meningkatnya jumlah penduduk yang tinggal di kawasan urban. Data Bank Dunia menunjukkan, proporsi penduduk perkotaan Indonesia mencapai 59,4 persen pada 2025, naik dari 53,8 persen pada 2016.

Tren ini membuat kebutuhan terhadap infrastruktur, perumahan, transportasi, air bersih, hingga pengendalian banjir semakin besar.

Urbanisasi juga memiliki dampak langsung terhadap perekonomian. Bank Dunia menilai aglomerasi perkotaan dapat meningkatkan produktivitas dan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi, tetapi manfaat tersebut bisa terhambat jika pembangunan kota tidak diikuti penyediaan infrastruktur dan layanan dasar yang memadai.

Kebutuhan pembangunan kawasan perkotaan juga berjalan beriringan dengan investasi. Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mencatat realisasi investasi nasional pada semester I 2026 mencapai Rp1.010,6 triliun atau tumbuh 7,2 persen secara tahunan. Investasi tersebut menyerap 1,45 juta tenaga kerja langsung.

Dalam konteks tersebut, pengembangan kota baru menjadi salah satu ruang yang mempertemukan kepentingan ekonomi, pembangunan infrastruktur, lingkungan, dan kebutuhan masyarakat. Kawasan PIK2 di Kabupaten Tangerang, Banten, menjadi salah satu contoh kawasan yang tengah berkembang sebagai kawasan bisnis terintegrasi dan kota mandiri.

BPS Banten menyebut kawasan tersebut dirancang sebagai salah satu pusat ekonomi baru yang menghubungkan aktivitas bisnis, hunian, komersial, dan rekreasi.

Hal tersebut turut menjadi perhatian peserta The 8th International Conference of the Jabodetabek Study Forum 2026 dalam kunjungan lapangan ke kawasan PIK2. Forum yang dibina IPB University tersebut diikuti akademisi, peneliti, dan mahasiswa yang mempelajari perkembangan kawasan metropolitan.

Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Pengembangan Agromaritim IPB University, Ernan Rustiadi mengatakan, para peserta memiliki perhatian terhadap perkembangan megaurban Jabodetabek serta kota besar di Indonesia dan berbagai negara.

Kunjungan langsung tersebut memberikan kesempatan bagi peserta untuk melihat pengelolaan kawasan suburban berskala besar.

baca juga

“Kami ingin belajar bagaimana suatu perusahaan atau korporasi mampu mengelola kawasan suburban baru, kota baru yang berskala besar seperti ini. Dan ini contoh yang langka,” kata Ernan kepada wartawan, Minggu (9/8/2026).

Ia mengatakan, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai tata kelola kawasan sekaligus melihat implementasinya secara langsung.

“Kami sekarang mendengar langsung bagaimana tata kelolanya dijalankan sejauh ini. Dan kami belajar banyak dari kunjungan ini,” ujarnya.

Mahasiswa internasional program Magister Ilmu Pangan IPB University asal Kenya, Samuel Kamau, menilai penyelesaian persoalan urbanisasi membutuhkan hubungan yang kuat antara pemerintah dan pelaku usaha.

Menurut dia, pembangunan kawasan perkotaan tidak hanya berkaitan dengan penyediaan hunian dan aktivitas ekonomi, tetapi juga kesiapan infrastruktur dasar untuk menghadapi berbagai persoalan lingkungan.

Samuel menyoroti penyediaan fasilitas drainase, pengelolaan air limbah, serta sistem yang mengalirkan kelebihan air dari daratan menuju laut.

“Saya percaya bahwa kolaborasi seperti ini antara pemerintah dan sektor swasta sangat penting untuk membawa penyelesaian konkret dalam hal-hal tentang urbanisasi,” tutur Samuel.

Kepala Teaching Laboratory Departemen Arsitektur Lanskap IPB University Alinda F.M. Zain melihat adanya peluang kolaborasi dari sisi penelitian.

Menurut dia, sistem pengendalian banjir menggunakan teknologi menjadi salah satu aspek yang menarik untuk dipelajari lebih jauh, terutama karena persoalan banjir menjadi salah satu tantangan yang muncul seiring perkembangan kawasan perkotaan.

“Kita juga dapat banyak pengetahuan bagaimana kawasan ini yang memiliki keunikan bisa mengendalikan banjir dengan teknologi tinggi,” kata Alinda.

Pengalaman lapangan tersebut, lanjut dia, dapat menjadi titik awal untuk melakukan penelitian yang lebih mendalam.

“Mungkin IPB akan melakukan riset di sini kalau boleh. Ini namanya learning by doing, learning from the field,” ujarnya.

Sementara itu, mahasiswa internasional program Teknik Agroindustri IPB University Grace Tzonzo menyoroti teknologi yang digunakan dalam pengelolaan air.

Bagi Grace, kesempatan menyaksikan langsung sistem pengendalian banjir memberikan pengalaman baru karena negara asalnya merupakan negara yang tidak memiliki wilayah laut.

“Di sini saya bisa melihat langsung bagaimana banjir dapat dikendalikan untuk memperbaiki kondisi lingkungan,” kata Grace.

Ia juga tertarik dengan penggunaan teknologi otomatis dan energi terbarukan pada sistem pompa.

“Hal yang paling menarik bagi saya adalah sistem pompanya karena menggunakan teknologi otomatisasi dan juga memanfaatkan energi terbarukan. Itu menjadi salah satu hal yang paling mengesankan,” ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Temui Wamensos, Empat Bupati Siap Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen

Temui Wamensos, Empat Bupati Siap Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 12:31 WIB

Kemensos Bentuk TP2SR, Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen

Kemensos Bentuk TP2SR, Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 12:21 WIB

Ekonomi Hijau Jadi Strategi Nasional, Bisa Ciptakan 5 Juta Lapangan Kerja Baru pada 2029

Ekonomi Hijau Jadi Strategi Nasional, Bisa Ciptakan 5 Juta Lapangan Kerja Baru pada 2029

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 07:56 WIB

CBDK Gelontorkan Rp250 Miliar untuk Buyback Saham, Laba Semester I 2026 Melonjak 225 Persen

CBDK Gelontorkan Rp250 Miliar untuk Buyback Saham, Laba Semester I 2026 Melonjak 225 Persen

Bisnis | Kamis, 06 Agustus 2026 | 07:50 WIB

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Hutan Bukan untuk Tentara, YLBHI Cemas Pembangunan BTP TNI Picu Kerusakan Alam

Hutan Bukan untuk Tentara, YLBHI Cemas Pembangunan BTP TNI Picu Kerusakan Alam

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 20:03 WIB

Pembangunan Pipa Gas di Dusem Bakal Perkuat Ketahanan Energi dan Gerakkan Ekonomi Masyarakat

Pembangunan Pipa Gas di Dusem Bakal Perkuat Ketahanan Energi dan Gerakkan Ekonomi Masyarakat

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 10:54 WIB

Eksistensi Warga Kampung Kota Jakarta

Eksistensi Warga Kampung Kota Jakarta

Your Say | Senin, 27 Juli 2026 | 15:58 WIB

Kasihan Anak-anak! Pembangunan Gedung SDN Cipete Utara Molor Setahun: Jam Belajar Dipangkas

Kasihan Anak-anak! Pembangunan Gedung SDN Cipete Utara Molor Setahun: Jam Belajar Dipangkas

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 07:30 WIB

Delapan Bulan Pasca Bencana, Ratusan Siswa SD di Aceh Masih Belajar Darurat

Delapan Bulan Pasca Bencana, Ratusan Siswa SD di Aceh Masih Belajar Darurat

Foto | Jum'at, 24 Juli 2026 | 06:00 WIB

Terkini

Kota Makin Padat, Banjir Mengintai: Akademisi Soroti Teknologi Pengendalian Air di PIK2

Kota Makin Padat, Banjir Mengintai: Akademisi Soroti Teknologi Pengendalian Air di PIK2

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:36 WIB

Gen Z Fasih Bahasa Inggris, tapi Makin Asing dengan Bahasa Ibu, Mengapa?

Gen Z Fasih Bahasa Inggris, tapi Makin Asing dengan Bahasa Ibu, Mengapa?

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:35 WIB

3,28 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Tol Banyumanik, Negara Berpotensi Rugi Rp3,17 Miliar

3,28 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Tol Banyumanik, Negara Berpotensi Rugi Rp3,17 Miliar

Jawa Tengah | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:28 WIB

Menjelang Snoopy Run 2026, Saatnya Menjelajah Dunia Peanuts Selama 54 Hari di Sini!

Menjelang Snoopy Run 2026, Saatnya Menjelajah Dunia Peanuts Selama 54 Hari di Sini!

Lifestyle | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:28 WIB

The Last House: Pesan Moral Mendalam tentang Hubungan Manusia dan Alam

The Last House: Pesan Moral Mendalam tentang Hubungan Manusia dan Alam

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:25 WIB

80 Persen Beras Fortifikasi Tak Sesuai Klaim, Ada yang Dijual Rp42 Ribu/Kg

80 Persen Beras Fortifikasi Tak Sesuai Klaim, Ada yang Dijual Rp42 Ribu/Kg

Bisnis | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:23 WIB

Belanja Mewah di SEIBU Dapat Voucher Gratis? Cek Promo BRI Ini!

Belanja Mewah di SEIBU Dapat Voucher Gratis? Cek Promo BRI Ini!

Bri | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:22 WIB

Detik-Detik Mencekam di Sydney! Airbus A320 Nyaris Tabrakan dengan Boeing 777

Detik-Detik Mencekam di Sydney! Airbus A320 Nyaris Tabrakan dengan Boeing 777

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:05 WIB

Dukung Green Movement, PMII dan Nusa Jaya Perluas Ruang Hijau di Tengah Kota Jakarta

Dukung Green Movement, PMII dan Nusa Jaya Perluas Ruang Hijau di Tengah Kota Jakarta

Jakarta | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:00 WIB

Menyamar Jadi Polisi, Pria Ini Curi Susu di 6 Minimarket Palembang, Gunakan KTA Polri Palsu

Menyamar Jadi Polisi, Pria Ini Curi Susu di 6 Minimarket Palembang, Gunakan KTA Polri Palsu

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 18:51 WIB

×