Apa Tujuan Pakta Pertahanan Makkah yang Digagas Turki dan Arab Saudi?

Pebriansyah Ariefana

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:26 WIB
Apa Tujuan Pakta Pertahanan Makkah yang Digagas Turki dan Arab Saudi?
Turki menegaskan Perjanjian Pertahanan Makkah atau Pakta Pertahanan Makkah yang melibatkan Arab Saudi dan Pakistan murni ditujukan untuk stabilitas regional. (SAP)
baca 10 detik
  • Turki menegaskan Perjanjian Pertahanan Makkah tidak dirancang untuk menargetkan atau memusuhi Iran.
  • Aliansi militer tiga negara mengadopsi mekanisme pertahanan kolektif mirip pasal lima NATO.
  • Kesepakatan ini bertujuan membangun kemandirian keamanan kawasan tanpa bergantung pada kekuatan luar.

Suara.com - Turki menegaskan Perjanjian Pertahanan Makkah atau Pakta Pertahanan Makkah yang melibatkan Arab Saudi dan Pakistan murni ditujukan untuk stabilitas regional. Kesepakatan kolektif ini sama sekali tidak menetapkan Iran sebagai ancaman bersama.

Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan menyebut Pakta Makkah tersebut bekerja mirip mekanisme pertahanan NATO. Namun, bantuan militer baru aktif saat negara anggota yang diserang mengajukan permintaan resmi.

Kehadiran aliansi tiga negara ini menawarkan arsitektur keamanan baru berbasis kekuatan mandiri kawasan. Langkah strategis ini dirancang untuk mengurangi ketergantungan historis terhadap kekuatan luar.

Wisatawan memadati Kawasan Uskudar, Istanbul, Turki, Sabtu (18/4/2026). [Suara.com/Iramdani]
Wisatawan memadati Kawasan Uskudar, Istanbul, Turki, Sabtu (18/4/2026). [Suara.com/Iramdani]

Penandatanganan pakta di Makkah mencakup komitmen bantuan intelijen, logistik, amunisi, hingga pengiriman pasukan. Ketiga negara juga menyepakati transfer teknologi pertahanan dan pembentukan sekretariat tetap di Arab Saudi.

Fidan menjelaskan penyusunan naskah ini sudah berlangsung selama dua tahun delapan bulan. Rentang waktu panjang tersebut membuktikan bahwa aliansi terbentuk bukan karena eskalasi mendadak dengan Tehran.

Dalam wawancara resmi, Fidan membeberkan bahwa tidak ada nama negara tertentu yang ditulis sebagai musuh.

“Tidak ada ancaman bersama yang kami tuangkan dalam bentuk tertulis,” tegasnya, dikutip dari Al Jazeera, Senin (10/8/2026).

Ia menambahkan negara mana pun yang tidak menyerang anggota aliansi tidak akan menjadi sasaran tindakan militer. Skema ini murni mekanisme bertahan demi menjaga kedaulatan tiap anggota dari serangan luar.

Di sisi lain, pejabat Iran menyampaikan keraguan atas efektivitas perjanjian tiga negara tersebut. Anggota Komisi Keamanan Nasional Iran Mahmoud Nabavian menilai kerja sama ini tidak menjamin keamanan Arab Saudi.

baca juga

Senada dengan itu, Ebrahim Rezaei menyebut kesepakatan tersebut hanya sebatas perjanjian di atas kertas. Sementara Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyerukan persaudaraan sejati sambil menegaskan kesiapan tempur pasukannya.

Respons skeptis dari Tehran muncul di tengah upaya penataan ulang keamanan di Timur Tengah. Turki justru berencana memperluas jangkauan kerja sama ini ke negara-negara tetangga lainnya.

Visi Ekspansi Aliansi Mandiri Kawasan

Fidan menekankan pentingnya peran aktif negara-negara regional dalam mengelola keamanan mandiri.

“Hegemon eksternal yang masuk ke kawasan tidak menyelesaikan masalah; mereka justru memperparahnya,” ujarnya.

Menurutnya, Turki, Arab Saudi, dan Pakistan hanyalah pilar inti dari gagasan aliansi yang lebih besar. Penguatan pertahanan kawasan dinilai memerlukan partisipasi aktif dari banyak pihak.

Fidan menyebut ruang keanggotaan terbuka lebar bagi negara lain yang memiliki visi sejalan.

“Di bawah visi presiden kami, kita tidak boleh terbatas pada tiga negara saja,” ungkap Fidan.

Ia melanjutkan dorongan ekspansi tersebut agar memayungi seluruh wilayah.

“Kita harus berkembang dan, jika perlu, membawa seluruh negara di bawah payung ini,” tuturnya.

Mesir diproyeksikan menjadi kandidat kuat berikutnya yang akan bergabung dalam aliansi ini. Proses bergabungnya Cairo tinggal menunggu penyelesaian beberapa kendala teknis yang masih dibahas.

Kesepakatan Makkah diresmikan pada 7 Agustus 2026 oleh Recep Tayyip Erdogan, Mohammed bin Salman, dan Shehbaz Sharif. Momen bersejarah ini berlangsung di tengah eskalasi konflik regional yang melibatkan serangan udara ke Iran sejak Februari 2026.

Konflik tersebut memicu rentetan serangan balasan kelompok milisi ke berbagai wilayah Teluk dan mengganggu jalur energi. Arab Saudi yang menghadapi ancaman dari berbagai penjuru mulai mencari bentuk jaminan keamanan baru.

Kerja sama ini melanjutkan perjanjian pertahanan bilateral antara Arab Saudi dan Pakistan pada September 2025. Masuknya Turki melengkapi integrasi industri militer dan kekuatan pertahanan ketiga negara di kawasan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Takut Dibom Houthi, Kapal Tanker Arab Saudi Samarkan Rute Pelayaran ke Terusan Suez

Takut Dibom Houthi, Kapal Tanker Arab Saudi Samarkan Rute Pelayaran ke Terusan Suez

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 10:37 WIB

Kilang Minyak Aramco Diserang Houthi, Asap Tebal Membumbung di Arab Saudi

Kilang Minyak Aramco Diserang Houthi, Asap Tebal Membumbung di Arab Saudi

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:35 WIB

Pemerintah Dorong Produk Indonesia Masuk Rantai Pasok Haji Arab Saudi

Pemerintah Dorong Produk Indonesia Masuk Rantai Pasok Haji Arab Saudi

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:12 WIB

Terkini

Hoaks Berseliweran di Medsos Jelang HUT RI, TNI Minta Warga Tak Mudah Terprovokasi

Hoaks Berseliweran di Medsos Jelang HUT RI, TNI Minta Warga Tak Mudah Terprovokasi

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 14:29 WIB

Polda Metro Periksa 24 Saksi Kasus Sutrimo, Status Kini Naik ke Penyidikan

Polda Metro Periksa 24 Saksi Kasus Sutrimo, Status Kini Naik ke Penyidikan

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 14:28 WIB

Apa Tujuan Pakta Pertahanan Makkah yang Digagas Turki dan Arab Saudi?

Apa Tujuan Pakta Pertahanan Makkah yang Digagas Turki dan Arab Saudi?

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 14:26 WIB

Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki

Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki

Lifestyle | Senin, 10 Agustus 2026 | 14:24 WIB

Hilal Firmansyah Mantap Maju Jadi Calon Ketua KADIN Kabupaten Bogor

Hilal Firmansyah Mantap Maju Jadi Calon Ketua KADIN Kabupaten Bogor

Bogor | Senin, 10 Agustus 2026 | 14:21 WIB

Apa Saja Bahan Aktif yang Biasanya Terkandung dalam Serum Penumbuh Rambut?

Apa Saja Bahan Aktif yang Biasanya Terkandung dalam Serum Penumbuh Rambut?

Lifestyle | Senin, 10 Agustus 2026 | 14:20 WIB

Gus Yaqut Tegaskan Kuota Haji Tambahan 20 Ribu Adalah Instruksi Langsung Jokowi

Gus Yaqut Tegaskan Kuota Haji Tambahan 20 Ribu Adalah Instruksi Langsung Jokowi

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 14:19 WIB

Misteri Kardus Cokelat Berisi Jasad Bayi Gegerkan Pahoman

Misteri Kardus Cokelat Berisi Jasad Bayi Gegerkan Pahoman

Lampung | Senin, 10 Agustus 2026 | 14:18 WIB

Ketua Komisi X DPR RI Minta Temuan Barang Diduga Senjata di Sekolah Diusut Transparan

Ketua Komisi X DPR RI Minta Temuan Barang Diduga Senjata di Sekolah Diusut Transparan

DPR | Senin, 10 Agustus 2026 | 14:18 WIB

Kasus Naik ke Penyidikan, Benarkah Sutrimo Karumga Febrie Jadi Korban Pembunuhan Berencana?

Kasus Naik ke Penyidikan, Benarkah Sutrimo Karumga Febrie Jadi Korban Pembunuhan Berencana?

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 14:16 WIB

×