Janda-janda di Gaza, Terpaksa Cerai Khulu Tak Tahan Hidup Makin Susah di Tengah Perang

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 14 Agustus 2026 | 10:58 WIB
Janda-janda di Gaza, Terpaksa Cerai Khulu Tak Tahan Hidup Makin Susah di Tengah Perang
Perempuan Gaza terpaksa melepaskan hak keuangan demi mempercepat perceraian akibat sistem peradilan hancur. (Al Jazeera)
baca 10 detik
  • Perempuan Gaza terpaksa memilih cerai khulu dan melepas hak keuangan demi mempercepat proses hukum.

  • Kerusakan fasilitas peradilan dan hilangnya dokumen akibat perang menyebabkan ribuan kasus hukum terlantar.

  • Lebih dari 8.700 kasus perceraian ditangani pengadilan Gaza di tengah keterbatasan sarana operasional.

Apa Dampak Kehilangan Dokumen Hukum bagi Para Korban?

Pemboman udara oleh militer menghancurkan berbagai kantor hukum dan memusnahkan ribuan arsip serta dokumen penting warga. Kehilangan berkas vital ini menyulitkan masyarakat untuk membuktikan hak kepemilikan maupun hak sipil mereka di mata hukum.

Macetnya fungsi bagian eksekusi putusan pengadilan membuat perempuan yang memenangkan hak nafkah tetap tidak menerima uang tersebut. Masalah ini juga menghambat pelaksanaan hak asuh serta jadwal pertemuan orang tua dengan anak-anak mereka.

Penundaan perkara yang berlarut-larut mengurung banyak perempuan dalam ikatan pernikahan yang merusak dan memicu beban psikologis mendalam. Kondisi ini memperparah trauma fisik dan mental yang sudah ada akibat kecamuk perang.

Suad al-Naami, perempuan berusia 22 tahun, juga memutuskan mengambil jalur khulu meski baru lima bulan mengarungi bahtera rumah tangga. Konflik yang memuncak di tempat pengungsian tenda mengakhiri harapannya untuk membangun keluarga yang stabil.

"Saya tidak pernah membayangkan kehidupan pernikahan saya akan dimulai seperti ini," kata al-Naami.

"Saya berharap kami memiliki rumah dan kehidupan yang stabil, tetapi pengungsian dan hidup di dalam tenda membuat semuanya menjadi lebih sulit," tuturnya.

Bagi al-Naami, melepaskan hak harta jauh lebih baik daripada harus menunggu bertahun-tahun dalam proses hukum yang tidak pasti. Ia memilih mengakhiri perselisihan agar bisa segera menata kembali kehidupannya yang hancur.

"Melepaskan hak-hak saya bukanlah hal yang mudah, tetapi saya merasa bahwa memasuki proses hukum yang panjang dan menunggu bertahun-tahun hanya akan menambah penderitaan saya," kata al-Naami.

baca juga

"Saya hanya ingin mengakhiri perselisihan dan memulai dari awal, karena bertahan dalam hubungan yang penuh masalah dalam kondisi seperti ini akan lebih sulit daripada keputusan untuk berpisah itu sendiri," pungkasnya.

Hancurnya sistem peradilan di Gaza berakar dari agresi militer Israel yang telah menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina. Penyerangan skala besar ini melumpuhkan seluruh tatanan birokrasi, sipil, dan penegakan hukum di wilayah kantong tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sadis! Israel Tahan 1.700 Jenazah Warga Palestina untuk Alat Posisi Tawar

Sadis! Israel Tahan 1.700 Jenazah Warga Palestina untuk Alat Posisi Tawar

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 13:16 WIB

Ternyata Ini di Balik Benjamin Netanyahu Tolak 15 Poin Perdamaian Gaza dari Donald Trump

Ternyata Ini di Balik Benjamin Netanyahu Tolak 15 Poin Perdamaian Gaza dari Donald Trump

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 10:47 WIB

Beraninya! Israel Tolak Mentah-mentah Rencana Damai Donald Trump untuk Gaza

Beraninya! Israel Tolak Mentah-mentah Rencana Damai Donald Trump untuk Gaza

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 07:12 WIB

Terkini

Jokowi Tunjukkan KTA PSI, Grace Natalie Ungkap Pesannya untuk Pengurus dan Kader

Jokowi Tunjukkan KTA PSI, Grace Natalie Ungkap Pesannya untuk Pengurus dan Kader

News | Senin, 28 September 2026 | 07:46 WIB

3 Zodiak yang Paling Tidak Cocok dengan Libra dalam Asmara dan Pekerjaan

3 Zodiak yang Paling Tidak Cocok dengan Libra dalam Asmara dan Pekerjaan

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 07:45 WIB

Dugaan Pelecehan di ICM, Tamsil Linrung Tegaskan Tak Ada Intervensi: Semua Tunduk Aturan

Dugaan Pelecehan di ICM, Tamsil Linrung Tegaskan Tak Ada Intervensi: Semua Tunduk Aturan

News | Senin, 28 September 2026 | 07:36 WIB

Ketua Pembina ICM Minta Maaf atas Dugaan Pelecehan dan Perundungan Siswa

Ketua Pembina ICM Minta Maaf atas Dugaan Pelecehan dan Perundungan Siswa

News | Senin, 28 September 2026 | 07:29 WIB

Toko Hamzah Batik Malioboro Terbakar Dini Hari, Saksi Sempat Dengar Suara Ledakan

Toko Hamzah Batik Malioboro Terbakar Dini Hari, Saksi Sempat Dengar Suara Ledakan

Jogja | Senin, 28 September 2026 | 07:13 WIB

Ramalan 12 Shio Hari Ini 28 September 2026: Siapa Saja yang Paling Hoki?

Ramalan 12 Shio Hari Ini 28 September 2026: Siapa Saja yang Paling Hoki?

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 07:11 WIB

Buku Sepotong Bibir Paling Indah di Dunia: Cinta, Kemiskinan, dan Kepedihan

Buku Sepotong Bibir Paling Indah di Dunia: Cinta, Kemiskinan, dan Kepedihan

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 07:10 WIB

Bupati Gowa Tersangka Tapi Belum Ditahan, Gubernur Sulsel: Tetap Jalankan Tugas

Bupati Gowa Tersangka Tapi Belum Ditahan, Gubernur Sulsel: Tetap Jalankan Tugas

Sulsel | Senin, 28 September 2026 | 07:01 WIB

Rafli Tewas Terkena Peluru di Jantung Saat Asyik Nongkrong

Rafli Tewas Terkena Peluru di Jantung Saat Asyik Nongkrong

Sulsel | Senin, 28 September 2026 | 06:54 WIB

Saham Rp1, Penyelamat Kaum Nyangkuters atau Bikin Semakin Nyungsep?

Saham Rp1, Penyelamat Kaum Nyangkuters atau Bikin Semakin Nyungsep?

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 06:15 WIB

×