Karhutla Meluas di Kalbar, Wamen LH Minta Korporasi Perkuat Sekat Kanal: Apa Itu?

Bimo Aria Fundrika

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:23 WIB
Karhutla Meluas di Kalbar, Wamen LH Minta Korporasi Perkuat Sekat Kanal: Apa Itu?
Foto udara asap membumbung tinggi dari kebakaran hutan dan lahan gambut di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Jumat (31/7/2026). [ANTARA FOTO/Jessica Wuysang/YU]
baca 10 detik
  • Wamen LHK Diaz Hendropriyono meminta perusahaan di Kalimantan Barat memperkuat pencegahan karhutla dengan membangun sekat kanal pada Minggu, 23 Agustus 2026.
  • BPBD mencatat karhutla di Kalimantan Barat telah berdampak pada lahan seluas lebih dari 30.000 hektare sepanjang Januari hingga Juli 2026.
  • Kementerian Lingkungan Hidup menyerahkan lima unit alat pemadam dan sepuluh boks masker kepada masyarakat Desa Batu Ampar, Kubu Raya.

Suara.com - Wakil Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Diaz Hendropriyono, meminta perusahaan di sekitar lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat ikut memperkuat upaya pencegahan kebakaran.

Permintaan itu disampaikan Diaz saat bertemu dengan sejumlah perusahaan di Desa Limbung, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Minggu (23/8/2026). Dalam keterangannya, salah satu upaya yang didorong adalah pembangunan sekat kanal di sekitar area konsesi.

Sekat kanal digunakan untuk menahan dan mengatur aliran air agar kelembapan lahan gambut tetap terjaga. Langkah ini dinilai penting karena kebakaran di lahan gambut dapat merambat hingga lapisan bawah permukaan, sehingga lebih sulit dipadamkan.

“Kita tidak bisa menyelesaikan masalah ini dengan satu upaya saja,” kata Diaz.

Karhutla Meluas di Kalbar, Wamen LH Minta Perusahaan Perkuat Sekat Kanal. (Dok. Istimewa)
Karhutla Meluas di Kalbar, Wamen LH Minta Perusahaan Perkuat Sekat Kanal. (Dok. Istimewa)

Ia meminta perusahaan membantu membangun sekat kanal, terutama di wilayah yang masih memiliki titik panas.

Menurut Diaz, ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting dalam penanganan kebakaran gambut. Ketika gambut sudah terbakar, api dapat berada di bawah permukaan sehingga sulit dijangkau dengan penyiraman biasa.

“Kalau lahan gambut sudah terbakar, Masyarakat Peduli Api, Manggala Agni, polisi, dan masyarakat susah menyiramnya. Karena api ada di bawah permukaan. Sehingga perlu dibuat sekat kanal, agar air bisa masuk,” ujarnya.

Karhutla meluas di Kalimantan Barat

Karhutla telah terdeteksi di sejumlah wilayah Kalimantan Barat sejak awal tahun, ketika kondisi cuaca cenderung kering.

baca juga

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menunjukkan luas lahan yang terdampak karhutla di Kalimantan Barat mencapai lebih dari 30.000 hektare sepanjang Januari hingga Juli 2026.

Kebakaran juga berdampak pada kualitas udara dan menimbulkan kabut asap di sejumlah wilayah.

Diaz mengatakan penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, perusahaan hingga masyarakat.

“Saya sudah cek lahan gambut terbakar, memang ini kejadian luar biasa. Ini kejadian yang berulang terus. Saya rasa tidak ada yang bisa menyelesaikan masalah ini dengan satu cara atau satu instansi saja,” katanya.

Selain pembangunan sekat kanal, pemerintah telah menerbitkan surat edaran mengenai larangan pembukaan lahan dengan cara membakar. Pemerintah juga melakukan pembinaan terhadap Masyarakat Peduli Api serta memperkuat Unit Pelaksana Teknis Pengendalian Kebakaran Lahan dan Balai Pengelolaan Ekosistem Gambut dan Mangrove.

Dalam kunjungan tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup menyerahkan lima unit peralatan pemadaman kebakaran dan 10 boks masker kepada masyarakat terdampak di Desa Batu Ampar, Kubu Raya. PT Antam Tbk juga memberikan bantuan berupa satu paket sumur bor dan lima boks masker medis.

Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah perwakilan perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah terdampak, termasuk PT Cipta Tumbuh Berbuah, PT Sintang Raya, PT Fajar Saudara Lestari, PT Agro Alam Nusantara, PT Asia Palem Lestari, PT Bina Ovivipari Semesta, dan PT Bumi Pratama Khatulistiwa.

Pemerintah berharap keterlibatan perusahaan dapat memperkuat pencegahan karhutla, terutama di kawasan gambut yang membutuhkan pengelolaan air secara berkelanjutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Melandai! Hotspot Kalbar Sisa 28, Menhut Ingatkan Pergeseran Titik Api ke Sumatra

Melandai! Hotspot Kalbar Sisa 28, Menhut Ingatkan Pergeseran Titik Api ke Sumatra

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 16:57 WIB

Bongkar Aktor Intelektual Karhutla, DPR Desak Audit Korporasi Pelaku Pembakaran Hutan

Bongkar Aktor Intelektual Karhutla, DPR Desak Audit Korporasi Pelaku Pembakaran Hutan

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 15:56 WIB

Asap di Udara Kita, Uangnya di Bank Mereka: Hipokrasi Kebakaran Kalimantan

Asap di Udara Kita, Uangnya di Bank Mereka: Hipokrasi Kebakaran Kalimantan

Your Say | Senin, 24 Agustus 2026 | 15:50 WIB

Terkini

Rp49 Triliun Uang Rakyat Raib Kena Scam, Ini Ternyata Industri Besar!

Rp49 Triliun Uang Rakyat Raib Kena Scam, Ini Ternyata Industri Besar!

Video | Rabu, 16 September 2026 | 17:10 WIB

Diskon Ramen Haraku Terbaru: Bayar Pakai QRIS BRImo, Dapat Cashback hingga Rp100 Ribu!

Diskon Ramen Haraku Terbaru: Bayar Pakai QRIS BRImo, Dapat Cashback hingga Rp100 Ribu!

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 17:09 WIB

Bukan Soal Biaya, Mengapa ESG Perlu Dilihat Sebagai Cara Kelola Risiko?

Bukan Soal Biaya, Mengapa ESG Perlu Dilihat Sebagai Cara Kelola Risiko?

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:00 WIB

Kupas Lagu Teh Hijau Tulus, Sulitnya Mencari Rasa yang Hilang

Kupas Lagu Teh Hijau Tulus, Sulitnya Mencari Rasa yang Hilang

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 17:00 WIB

Inul Daratista Ungkap Cara Manjakan Kucing Kesayangan, Ternyata Waktu Makan Jadi Momen Bonding

Inul Daratista Ungkap Cara Manjakan Kucing Kesayangan, Ternyata Waktu Makan Jadi Momen Bonding

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 16:59 WIB

Spesifikasi Redmi Note 17 Series Lengkap, Ada yang Bawa Baterai 10.000 mAh & Anti Air 72 Jam

Spesifikasi Redmi Note 17 Series Lengkap, Ada yang Bawa Baterai 10.000 mAh & Anti Air 72 Jam

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 16:58 WIB

Menkeu Suahasil Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahlil hingga Dony Oskaria Ikut Hadir

Menkeu Suahasil Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahlil hingga Dony Oskaria Ikut Hadir

News | Rabu, 16 September 2026 | 16:56 WIB

Kembalinya Harta Karun Sasak, Kain Tenun Berusia Seabad Lebih

Kembalinya Harta Karun Sasak, Kain Tenun Berusia Seabad Lebih

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 16:56 WIB

Bhimasena Run for Whale Shark 2026: Saat Langkah Kaki Membawa Pesan untuk Laut

Bhimasena Run for Whale Shark 2026: Saat Langkah Kaki Membawa Pesan untuk Laut

Jawa Tengah | Rabu, 16 September 2026 | 16:54 WIB

Flash Sale BRImo: Beli Pulsa Cukup Bayar Pakai Uang Koin Rp1

Flash Sale BRImo: Beli Pulsa Cukup Bayar Pakai Uang Koin Rp1

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 16:48 WIB

×