- Pemerintah menargetkan pembangunan 1.269 Kampung Nelayan Merah Putih pada 2026 dengan anggaran Rp10 triliun untuk kesejahteraan nelayan.
- Menko Pangan Zulkifli Hasan menyatakan target peningkatan nilai tukar nelayan dari angka 103 menjadi 120 tahun depan.
- Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono merinci total 5.000 kampung nelayan akan dibangun secara bertahap hingga 2029.
Suara.com - Pemerintah menargetkan pembangunan sebanyak 1.269 lokasi Kampung Nelayan Merah Putih pada 2026 dengan alokasi anggaran mencapai sekitar Rp10 triliun.
Adapun pembangunannya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyatakan bahwa sektor kelautan kini menjadi prioritas utama di bawah pemerintahan Presiden Prabowo.
Menurutnya, tingkat kesejahteraan nelayan yang tercermin dari nilai tukar nelayan (NTN) saat ini masih berada di angka 103, jauh tertinggal dibandingkan sektor pertanian.
"Kalau nelayan kita kenapa miskin? Karena dia kurang dukungan. Kalau dia melaut, dapat ikan, ikannya kalau enggak dijual busuk. Akhirnya murah-murah ikannya dijual," ujar Zulkifli usai menggelar rapat koordinasi di Kementerian Kelautuan dan Perikanan, Jakarta pada Selasa (15/9/2026).
Total akan ada 5.000 Kampung Nelayan Merah Putih yang akan dibangun hingga akhir 2029.

Kawasan pemukiman nelayan ini akan dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti balai lelang, akses kapal, cold storage, bengkel, pabrik es, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN), hingga koperasi guna memperluas akses pasar.
Pemerintah mematok target agar nilai tukar nelayan dapat meningkat dari 103 menjadi 120 pada tahun depan.
"Milai tukar nelayan ini, kita diperintah, untuk tahun depan itu bisa menjadi 120. Tidak mudah, tapi kita harus kejar ke sana," kata Zulhas.
Selain kampung nelayan, pemerintah juga memprogramkan pembangunan budidaya ikan darat tematik di 40.000 lokasi serta percepatan revitalisasi tambak seluas 6.000 hektare yang saat ini tidak produktif.
Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, merinci target pembangunan fisik Kampung Nelayan Merah Putih secara bertahap.
"Jadi 2026 ini (sebanyak) 1.269. 2027 (sebanyak) 1.000, dan 2028 (sebanyak) 1.000, sisanya 2029," ungkap Trenggono.
Ia menjelaskan bahwa besaran anggaran per titik lokasi bervariasi berdasarkan fungsi wilayahnya.
Wilayah yang berfungsi sebagai pusat atau hub membutuhkan anggaran sekitar Rp8 miliar hingga Rp11 miliar, sedangkan wilayah penyangga dialokasikan sekitar Rp3 miliar hingga Rp5 miliar, dengan total anggaran tahun 2026 sebesar Rp10 triliun.