Muktamar NU ke-35 Memanas, 6 Kritik Tajam dari Halaqah Ulama Jombang untuk Kepemimpinan PBNU

Andi Ahmad S

Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:19 WIB
Muktamar NU ke-35 Memanas, 6 Kritik Tajam dari Halaqah Ulama Jombang untuk Kepemimpinan PBNU
Forum Ulama Nahdliyin (FUN) menggelar halaqah bertajuk "Refleksi Kepemimpinan PBNU" di Aula Universitas Darul Ulum, Jombang, Rabu (26/8/2026). [Ist]
baca 10 detik
  • Forum Ulama Nahdliyin menggelar halaqah di Jombang pada 26 Agustus 2026 untuk mengkritik kepemimpinan PBNU.
  • Para kiai menyoroti berbagai masalah seperti kasus korupsi, kontroversi pertemuan internasional, hingga penerbitan SK transaksional.
  • Pertemuan tersebut menghasilkan desakan agar warga NU bertindak tegas dan tidak memilih kembali pimpinan saat ini.

Suara.com - Menjelang pembukaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35, gelombang kritik dari arus bawah semakin menguat.

Forum Ulama Nahdliyin (FUN) menggelar halaqah bertajuk "Refleksi Kepemimpinan PBNU" di Aula Universitas Darul Ulum, Jombang, Rabu (26/8/2026).

Forum ini menjadi potret kegelisahan para kiai dan tokoh NU kultural terhadap dinamika elit PBNU saat ini.

Berikut adalah 6 poin kritis dan fakta menarik yang mencuat dalam pertemuan tersebut:

1. Munculnya Istilah "Tiga L" untuk Kondisi PBNU

Pengasuh Ponpes Wali Salatiga, KH Anis Maftuhin, melontarkan kritik pedas dengan menyebut kepemimpinan PBNU saat ini telah mengalami fenomena "Tiga L".

Menurutnya, kondisi ini mencerminkan kegagalan manajeril dan moral organisasi:

  • Luntur Keulamaannya: Marwah sebagai penjaga moral dinilai memudar.
  • Luntur Tradisi Tabayun: Hilangnya ruang dialog dan klarifikasi di internal.
  • Luntur Ri'ayatul Ummah: Lemahnya fungsi pengabdian dan penjagaan terhadap jemaah.

"Pemimpin sekarang la qowiyyan walaa amiinan (tidak kuat dan tidak terpercaya). Jangan dipilih kembali," tegas Kiai Anis.

2. Sorotan terhadap Kasus Korupsi dan Rekam Jejak

baca juga

Salah satu poin yang paling menonjol adalah kritik mengenai integritas pimpinan. KH Khariri Makmun dari Ponpes Algebra Bogor menyoroti rekam jejak pengurus yang dinilai tidak melalui penyaringan ketat di awal periode.

“Empat bulan setelah dilantik, ada kasus korupsi Bendum PBNU (Mardani Maming). Ini sejarah yang tidak pernah terjadi sebelumnya di NU. Rakyat berharap NU fokus pada kondisi masyarakat, bukan justru terbelit masalah hukum,” ungkapnya.

3. Kontroversi Pertemuan dengan Tokoh Internasional dan Zionis

Isu geopolitik juga menjadi bahan refleksi. Para ulama mempertanyakan langkah-langkah luar negeri elit PBNU yang dianggap kontraproduktif dan merusak citra organisasi di mata dunia Islam.

Kiai Khariri mengkritik narasi kolaborasi yang tidak tepat sasaran, termasuk isu pertemuan dengan tokoh-tokoh yang berkaitan dengan kebijakan garis keras internasional (Zionis).

4. Sengkarut Administrasi: Pembekuan Kaderisasi dan "SK Transaksional"

Di sisi internal, PBNU dituding melakukan pelemahan sistemik terhadap struktur di bawahnya. Beberapa kebijakan yang disoroti meliputi pembekuan MKNU dan PKPNU, serta ketidakjelasan status ratusan Surat Keputusan (SK) menjelang muktamar.

Bahkan, muncul rumor mengenai praktik transaksional dalam penerbitan SK pengurus daerah guna "pengondisian" suara pemilih di muktamar.

5. Analogi "Tikus di Lumbung Padi"

KH Mustain Syafi'i, Pengasuh Ponpes Madrasatul Quran, menggunakan perumpamaan yang sangat tajam terkait kondisi organisasi. Beliau menilai bahwa ketika elit mulai menguasai "lumbung" (sumber daya organisasi) demi kepentingan pribadi, maka warga NU harus bertindak.

“Jika tikus-tikus menguasai lumbung, ayo beli racun yang paling efektif. Kita perlu istighfar massal. Apa dosa orang NU sehingga memiliki pimpinan seperti sekarang?,” ujar Kiai Mustain dengan nada prihatin.

6. Kritik 'Bungkam' karena Konsesi Tambang

Forum ini juga menyentuh isu sensitif mengenai pemberian izin kelola tambang bagi organisasi kemasyarakatan. Para ulama kultural menilai hal tersebut telah melumpuhkan daya kritis pimpinan NU terhadap kebijakan pemerintah.

"Ketika NU dikasih tambang, pimpinannya diam semua. Padahal korupsi di negeri ini sedang darurat. Hadratus Syaikh dulu mewakafkan tanah untuk pasar bagi umat, sekarang orientasinya berbeda," tambah Kiai Mustain.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kiai Sepuh Kecam Oknum Pejabat Jual 'Restu Presiden' di Muktamar NU

Kiai Sepuh Kecam Oknum Pejabat Jual 'Restu Presiden' di Muktamar NU

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Menag Nasaruddin Umar Bantah Mundur: Itu Ada Orang yang Panik

Menag Nasaruddin Umar Bantah Mundur: Itu Ada Orang yang Panik

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:09 WIB

Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri

Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 17:32 WIB

Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar

Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 17:16 WIB

Bukan Cuma Penonton, Gus Yahya Ingin NU Jadi 'Active Player' di Isu Strategis Global

Bukan Cuma Penonton, Gus Yahya Ingin NU Jadi 'Active Player' di Isu Strategis Global

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 19:28 WIB

Terkini

Ulasan Film Khadam: Sajian Horor Lintas Negara dengan Sensasi Atmosferik!

Ulasan Film Khadam: Sajian Horor Lintas Negara dengan Sensasi Atmosferik!

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 07:00 WIB

1.276 SPPG Di-Suspend, 654 Lainnya Terancam Tutup Permanen: Ada Apa dengan Dapur MBG?

1.276 SPPG Di-Suspend, 654 Lainnya Terancam Tutup Permanen: Ada Apa dengan Dapur MBG?

News | Kamis, 17 September 2026 | 07:00 WIB

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

×