Saksi Hidup Banjir Bandang Nepal: Semburan Lumpur Besar Langsung Terjang Kami

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 27 Agustus 2026 | 11:33 WIB
Saksi Hidup Banjir Bandang Nepal: Semburan Lumpur Besar Langsung Terjang Kami
Banjir bandang Nepal (NDTV)
baca 10 detik
  • Keshav Prasad Baral selamat dari banjir lumpur Nepal, namun istrinya hilang tersapu arus.

  • Pemerintah Nepal telah mengirimkan delapan ton bantuan darurat menggunakan delapan truk militer.

  • Analisis USGS memastikan banjir bandang dipicu oleh longsoran tanah dan runtuhan es raksasa.

Suara.com - Banjir bandang lumpur pekat menghantam kawasan perbatasan Nepal dan Tibet secara mendadak hingga merobohkan pemukiman warga dalam hitungan menit. Peristiwa tragis ini menyisakan duka mendalam bagi warga lokal yang kehilangan anggota keluarga serta tempat tinggal mereka.

Keshav Prasad Baral (68) menjadi salah satu saksi hidup yang mengalami langsung dahsyatnya gelombang air bercampur material tanah tersebut. Ia menceritakan detik-detik mencekam saat lumpur tinggi menerobos masuk dan mengepung seluruh bagian rumahnya.

"Semburan lumpur besar langsung terjang kami," kata dia dikutip dari BBC, Kamis (27/8/2026).

Tanah longsor di Nepal - Tibet (Xinhua)
Tanah longsor di Nepal - Tibet (Xinhua)

"Istri saya masih berada di suatu tempat di bawah lumpur. Dia telah pergi," ungkap Keshav Prasad Baral saat menjalani perawatan medis di rumah sakit setempat.

"Empat atau lima jam kemudian, sebuah helikopter datang untuk menyelamatkan saya. Istri saya masih berada di suatu tempat di bawah lumpur. Dia telah pergi," lanjutnya menggambarkan situasi setelah air surut.

Upaya penyelamatan skala besar langsung dimobilisasi oleh pemerintah pusat untuk menjangkau titik-titik lokasi terdampak paling parah. Armada militer dikerahkan menembus jalur darat demi mengalirkan pasokan logistik darurat kepada para pengungsi.

Kantor Perdana Menteri Balendra Shah mengonfirmasi pengiriman delapan ton bantuan darurat menuju kawasan terdampak di Bhotekoshi, wilayah Rasuwa. Pasokan logistik tersebut mencakup 500 kelambu, 500 selimut, 500 lampu surya, 500 panel surya, serta 220 kantong tidur.

Bagaimana Bencana Dahsyat Ini Bisa Terjadi?

Awalnya otoritas setempat menduga adanya gempa bumi yang memicu luapan air bandang di sepanjang batas negara tersebut. Namun, analisis data seismik lanjutan membuktikan bahwa pergerakan tanah skala besar merupakan pemicu utama bencana ini.

baca juga

"Analisis tambahan terhadap gelombang seismik periode panjang menunjukkan bahwa energi seismik tersebut sebenarnya dihasilkan oleh tanah longsor," jelas Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS).

Para ahli meteorologi meyakini terdapat fenomena alam lain yang memperparah akumulasi material longsor dari hulu gunung. Guguran material es berukuran raksasa disinyalir mendorong batuan dan endapan lumpur turun ke pemukiman.

Para pejabat dari Departemen Meteorologi dan Hidrologi Nepal menyatakan bahwa kuintal bongkahan es berukuran sangat besar kemungkinan runtuh dari pegunungan, lalu menyapu batuan serta sedimen di sepanjang jalurnya.

Apakah Perubahan Iklim Menjadi Penyebab Utama?

Para ilmuwan masih melakukan penelusuran mendalam untuk memastikan keterkaitan antara fenomena cairnya gletser dengan bencana ini. Faktor penunjang lain seperti intensitas curah hujan tinggi dan penyumbatan aliran sungai juga sedang diteliti.

Meskipun perubahan iklim terbukti mempercepat pelelehan gletser di wilayah Himalaya, para peneliti menegaskan masih terlalu dini untuk menyimpulkan keterlibatannya secara spesifik pada kasus ini. Otoritas juga menyelidiki kemungkinan lain seperti jebolnya danau gletser secara mendadak.

Bencana luapan air bandang di wilayah perbatasan pegunungan Nepal dan Tibet kerap terjadi saat musim pancaroba dan pergeseran struktur tanah. Kerentanan geografis wilayah Rasuwa menjadikan kawasan hulu Bhotekoshi sangat rawan mengalami longsor material vulkanik maupun es secara mendadak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

47 Peziarah Gunung Kailash Hilang Kontak Akibat Banjir Bandang Nepal

47 Peziarah Gunung Kailash Hilang Kontak Akibat Banjir Bandang Nepal

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 11:15 WIB

Korban Hilang Longsor Jalur Perbatasan Tibet - Nepal Melonjak Hingga 558 Orang

Korban Hilang Longsor Jalur Perbatasan Tibet - Nepal Melonjak Hingga 558 Orang

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 10:56 WIB

Banjir Bandang Nepal Dipastikan Tidak Menelan Korban Warga Negara Indonesia

Banjir Bandang Nepal Dipastikan Tidak Menelan Korban Warga Negara Indonesia

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 10:24 WIB

Terkini

Cara Menghitung Hari Baik Pindah Rumah Menurut Weton dan Primbon Jawa

Cara Menghitung Hari Baik Pindah Rumah Menurut Weton dan Primbon Jawa

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 07:45 WIB

Donald Trump Sebut Perang Iran Segera Berakhir Usai Pemilu AS

Donald Trump Sebut Perang Iran Segera Berakhir Usai Pemilu AS

News | Minggu, 13 September 2026 | 07:25 WIB

Apa Perbedaan antara Cleansing Gel dan Cleansing Foam?

Apa Perbedaan antara Cleansing Gel dan Cleansing Foam?

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 07:18 WIB

Saat Cinta Datang Terlambat: Belajar Merelakan dari Lagu Raim Laode "Dunia yang Nanti"

Saat Cinta Datang Terlambat: Belajar Merelakan dari Lagu Raim Laode "Dunia yang Nanti"

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 07:15 WIB

Kata-kata Andika Mahesa Setelah Kangen Band Bubar

Kata-kata Andika Mahesa Setelah Kangen Band Bubar

Entertainment | Minggu, 13 September 2026 | 07:05 WIB

Update Terkini 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda, SAR Temukan 4 Benda Ini

Update Terkini 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda, SAR Temukan 4 Benda Ini

News | Minggu, 13 September 2026 | 07:03 WIB

294 Karhutla Terjadi di Ogan Ilir hingga September 2026

294 Karhutla Terjadi di Ogan Ilir hingga September 2026

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 07:00 WIB

Pejabat Desa di Bengkalis Jual Hutan Cagar Biosfer UNESCO Senilai Rp2 Miliar

Pejabat Desa di Bengkalis Jual Hutan Cagar Biosfer UNESCO Senilai Rp2 Miliar

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 06:58 WIB

Denis Kolinger Puji Dukungan Jakmania Saat Persija Bungkam Persib di Menit Akhir

Denis Kolinger Puji Dukungan Jakmania Saat Persija Bungkam Persib di Menit Akhir

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 06:57 WIB

4 Shio yang Menarik Keberuntungan 13 September 2026: Masa Sulit Segera Berlalu

4 Shio yang Menarik Keberuntungan 13 September 2026: Masa Sulit Segera Berlalu

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 06:56 WIB

×