Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo

Vania Rossa, Lilis Varwati

Kamis, 27 Agustus 2026 | 13:19 WIB
Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi saat mengungkap persoalan sampah khususnya yang mengendap di drainase Kota Bandung. [Reza Deny/Harapanrakyat]
baca 10 detik
  • Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ungguli Prabowo Subianto dalam survei Tempo Data Science periode 31 Juli hingga 11 Agustus 2026.
  • Ekonom Wijayanto Samirin menyatakan lonjakan elektabilitas disebabkan konsistensi Dedi mengekspos interaksi mikro dengan rakyat melalui media sosial di Jakarta pada Rabu, 27 Agustus 2026.
  • Survei terhadap 1.260 responden di 38 provinsi tersebut menunjukkan Dedi meraih elektabilitas tertinggi di berbagai wilayah luar Jawa Barat.

Suara.com - Elektabilitas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melesat dalam survei Tempo Data Science hingga mengungguli Presiden Prabowo Subianto dalam simulasi calon presiden 2029.

Dalam simulasi dengan daftar nama, Dedi Mulyadi memperoleh elektabilitas 42 persen, sedangkan Prabowo berada jauh di bawahnya dengan 15 persen. Anies Baswedan berada di posisi ketiga dengan 10 persen. 

Ekonom Senior Universitas Paramadina Wijayanto Samirin menilai salah satu penyeban elektabilitas Dedi Mulyadi tinggi karena adanya persepsi kedekatan dengan rakyat yang secara konsisten ditampilkan melalui media sosial.

"Mereka menyukai pemimpin yang dekat dengan rakyat. Banyak pemimpin yang dekat dengan rakyat, tetapi Pak KDM itu yang paling rajin mengekspos di sosial media," kata Wijayanto di Jakarta, Rabu (27/8/2026).

Menurut dia, kedekatan Dedi dengan masyarakat tidak hanya terlihat dalam kegiatan-kegiatan besar. Aktivitas tersebut justru banyak ditampilkan hingga pada persoalan yang sangat mikro sehingga publik dapat melihat langsung interaksi Dedi dengan warga.

"Jadi kedekatan itu terekspos hingga sampai ke hal-hal yang sangat mikro sifatnya," ujarnya.

Wijayanto mengatakan strategi menampilkan kedekatan dengan rakyat sebenarnya bukan sesuatu yang sepenuhnya baru dalam politik Indonesia.

Sejumlah kepala daerah sebelumnya juga pernah melakukan hal serupa. Seperti mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, hingga mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai figur yang pernah membangun citra kedekatan dengan masyarakat melalui aktivitas dan komunikasi publik mereka.

Namun, menurut Wijayanto, kondisi saat ini berbeda karena para figur tersebut tidak lagi berada dalam posisi yang sama-sama mengisi ruang tersebut.

baca juga

Situasi itu, lanjut dia, membuat Dedi Mulyadi kini memiliki ruang yang lebih besar untuk memanen dukungan.

"Sekarang dia the only player karena itulah dia panen elektabilitas. Itu analisis saya," kata Wijayanto.

Wijayanto juga memberikan catatan penting terkait tingginya elektabilitas Dedi. Menurutnya, kenaikan tersebut belum tentu sepenuhnya didorong oleh persepsi publik terhadap keberhasilan Dedi dalam memimpin Jawa Barat.

Dia menilai keberhasilan kepemimpinan Dedi di Jawa Barat belum terlihat sebagai faktor utama yang menjelaskan lonjakan elektabilitas tersebut.

"Kalau kita lihat kesuksesan beliau memimpin Jawa Barat belum kelihatan. Provinsi-provinsi lain banyak yang lebih sukses," ujarnya.

Menurut Wijayanto, faktor yang lebih menentukan saat ini justru bagaimana Dedi berhasil mengekspos kedekatannya dengan rakyat secara masif.

"Tapi upaya mengekspos kedekatan dengan rakyat ini yang ternyata merupakan satu hal yang membuat beliau meroket," katanya.

Dalam simulasi terbuka, ketika responden diminta menyebutkan sendiri tokoh yang akan dipilih sebagai presiden jika pemilu digelar saat survei dilakukan, Dedi memperoleh 41 persen, Prabowo 15 persen, dan Anies 10 persen. 

Sementara dalam simulasi dengan daftar nama kandidat, elektabilitas Dedi mencapai 42 persen. Angka tersebut hampir tiga kali lipat elektabilitas Prabowo yang berada di angka 15 persen. 

Survei yang dilakukan pada 31 Juli hingga 11 Agustus 2026 terhadap 1.260 responden di 38 provinsi itu juga menunjukkan Dedi unggul di sejumlah wilayah di luar Jawa Barat, termasuk Banten, Jakarta, Jawa Tengah-DIY, Jawa Timur, Sumatera dan Kalimantan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ramai Foto Profil Jadi Hitam Putih dengan Tagar Still Prabowo, Brief dari Siapa?

Ramai Foto Profil Jadi Hitam Putih dengan Tagar Still Prabowo, Brief dari Siapa?

Entertainment | Kamis, 27 Agustus 2026 | 11:31 WIB

Maki-maki Netizen Malaysia kepada Presiden Prabowo Gegara Karhutla, Disuruh Ganti Nama

Maki-maki Netizen Malaysia kepada Presiden Prabowo Gegara Karhutla, Disuruh Ganti Nama

Entertainment | Kamis, 27 Agustus 2026 | 10:43 WIB

Daftar Demo dan Lokasi Aksi Massa Hari Ini 27 Agustus 2026

Daftar Demo dan Lokasi Aksi Massa Hari Ini 27 Agustus 2026

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 06:54 WIB

Terkini

Kisah Ahda Dhiyaurrohman, Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Solo, Nekat Merantau Tanpa Restu Ortu

Kisah Ahda Dhiyaurrohman, Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Solo, Nekat Merantau Tanpa Restu Ortu

Surakarta | Senin, 14 September 2026 | 19:01 WIB

Kabut Asap Palembang, KAI Bagikan 2.800 Masker untuk Lindungi Pekerja Operasional

Kabut Asap Palembang, KAI Bagikan 2.800 Masker untuk Lindungi Pekerja Operasional

Sumsel | Senin, 14 September 2026 | 19:01 WIB

TNI AL Lanjutkan Pencarian Speedboat Jurnalis Hilang Kontak

TNI AL Lanjutkan Pencarian Speedboat Jurnalis Hilang Kontak

Video | Senin, 14 September 2026 | 19:00 WIB

Purbaya Dicopot: Kisruh Rekening Massal, Rp100 Miliar Jual Beli Jabatan dan Rombak Ratusan Pejabat

Purbaya Dicopot: Kisruh Rekening Massal, Rp100 Miliar Jual Beli Jabatan dan Rombak Ratusan Pejabat

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 18:57 WIB

Color Corrector Ungu untuk Apa? Kenali Fungsinya dalam Makeup

Color Corrector Ungu untuk Apa? Kenali Fungsinya dalam Makeup

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 18:55 WIB

Izin Tambang Dicabut, Greenpeace Tagih Janji Perusahaan Pulihkan Ekologi Raja Ampat

Izin Tambang Dicabut, Greenpeace Tagih Janji Perusahaan Pulihkan Ekologi Raja Ampat

News | Senin, 14 September 2026 | 18:54 WIB

Mulai Kekeringan, Langit Jakarta Masih Nihil Awan Hujan Usai 5 Kali Modifikasi Cuaca

Mulai Kekeringan, Langit Jakarta Masih Nihil Awan Hujan Usai 5 Kali Modifikasi Cuaca

News | Senin, 14 September 2026 | 18:49 WIB

Kunjungi SCCR Indonesia, Gubernur Khofifah Dorong Penguatan Riset Kesehatan di Jatim

Kunjungi SCCR Indonesia, Gubernur Khofifah Dorong Penguatan Riset Kesehatan di Jatim

Jatim | Senin, 14 September 2026 | 18:47 WIB

Hempas Kusam dan Noda Gelap! Ini 4 Sabun Muka Korea Kandungan Brightening

Hempas Kusam dan Noda Gelap! Ini 4 Sabun Muka Korea Kandungan Brightening

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 18:46 WIB

Jalan Teknokratis Suahasil Nazara Menuju Kursi Menteri Keuangan

Jalan Teknokratis Suahasil Nazara Menuju Kursi Menteri Keuangan

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 18:44 WIB

×