Gerindra Protes Approval Rating Prabowo di Bawah 50 Persen: Padahal Kerjanya Bagus

Vania Rossa, Bagaskara Isdiansyah

Senin, 31 Agustus 2026 | 14:43 WIB
Gerindra Protes Approval Rating Prabowo di Bawah 50 Persen: Padahal Kerjanya Bagus
Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI dari Fraksi Gerindra, Sugiat Santoso. (tangkap layar)
baca 10 detik
  • Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso mengkritik kinerja Badan Komunikasi Pemerintah dalam rapat di Jakarta pada Senin, 31 Agustus 2026.
  • Kritik tersebut disampaikan karena tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto masih berada di bawah lima puluh persen.
  • Wamensesneg Bambang Eko merespons bahwa peningkatan anggaran Bakom Pemerintah pada 2027 harus sebanding dengan peningkatan kepuasan publik.

Suara.com - Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI dari Fraksi Gerindra, Sugiat Santoso, mengkritik kinerja Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah Republik Indonesia. Ia menyoroti rendahnya tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto meski sejumlah capaian pemerintah dinilai positif.

Hal itu disampaikan Sugiat dalam Rapat Kerja Komisi XIII DPR RI dengan Kementerian Sekretariat Negara (Kemensesneg) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (31/8/2026).

Sugiat menilai terdapat kesenjangan antara capaian pemerintah secara kuantitatif dengan persepsi publik. Ia merujuk pada hasil survei sejumlah lembaga independen yang menunjukkan tingkat kepuasan publik atau approval rating terhadap pemerintahan Prabowo masih berada di bawah 50 persen.

"Saya agak sedikit mengeluh nih, Pak, terkait dengan kinerja Bakom. Selama 2 tahun pemerintahan Pak Prabowo ini... menunjukkan bahwa angka kepuasan publik terhadap kinerja Presiden, terhadap kinerja pemerintah itu di bawah 50%. Padahal kalau kita ukur dengan ukuran-ukuran yang lebih kuantitatif terkait dengan kinerja pemerintahan Pak Prabowo, sesungguhnya itu bagus semua, Pak," ujar Sugiat.

Ia kemudian memaparkan sejumlah indikator ekonomi, termasuk pertumbuhan ekonomi yang berada di atas 5 persen serta investasi yang mencapai lebih dari Rp1.000 triliun pada 2026.

Namun, menurut Sugiat, capaian tersebut belum tercermin dalam persepsi publik.

"Ini kan menunjukkan bahwa Badan Komunikasi Pemerintah itu belum maksimal menjelaskan kepada publik, menjelaskan kepada rakyat bahwa pemerintahan Pak Prabowo Subianto sebetulnya secara kuantitatif sudah bekerja dengan sangat baik," tegasnya.

Sugiat bahkan menyitir teori manufacturing consent dari Noam Chomsky untuk menggambarkan kondisi komunikasi pemerintah dalam membangun narasi di ruang publik.

"Berarti kan ini menunjukkan bahwa Bakom Pemerintah kalah main dengan kelompok di luar sana dalam konteks membangun persepsi opini publik. Karena faktanya, di beberapa survei terbaru, approval rating pemerintahan Pak Prabowo itu di bawah 50%," lanjut Sugiat.

baca juga

Soroti Anggaran Bakom Rp1,9 Triliun

Sugiat turut menyoroti usulan anggaran Bakom Pemerintah untuk 2027 yang mencapai Rp1,9 triliun. Menurutnya, besarnya anggaran tersebut harus diikuti dengan peningkatan kepuasan publik.

"Sampaikan nanti ke Bang Qodari, ini udah kita kasih anggaran besar 1,9 triliun, kalau nanti di 2027 approval rating-nya pemerintahan Pak Prabowo masih 50%, berarti kan gagal Bakom Pemerintah," tegas Sugiat.

Ia mengaku prihatin karena menurutnya Presiden Prabowo telah bekerja maksimal, tetapi mendapatkan penilaian yang tidak sebanding dari publik akibat lemahnya komunikasi pemerintah.

"Kasihan Pak Prabowo itu diperlakukan tidak adil dalam persepsi opini publik. Kerjanya bagus tapi yang dirasakan oleh opini publik seolah-olah ini gagal semua kan. Kan kasihan Pak Pak Prabowo. Kami enggak bisa terima seperti itu, kami Fraksi Gerindra," pungkasnya.

Wamensesneg Respons Kritik Gerindra

Sementara itu, Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Bambang Eko merespons masukan Sugiat mengenai kinerja Bakom Pemerintah.

Ia mengatakan peningkatan anggaran harus diikuti dengan peningkatan kinerja dan hasil yang dapat terlihat, termasuk dari sisi survei kepuasan publik.

"Dari Gerindra, dan ini juga ada Pak Sugiat. Beliau tadi juga menyampaikan tentang Bakom. Memang kalau nanti ada peningkatan anggaran ya, Pak, itu harus seimbang," kata Bambang.

"Targetnya paling tidak itu survei yang sekarang tidak begitu baik hasilnya, 2027 itu tanggung jawabnya Bakom itu sebetulnya untuk meningkatkan," sambungnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Jawab Kritik Kabinet Gemuk: Timor Leste Saja Punya 28 Menteri

Prabowo Jawab Kritik Kabinet Gemuk: Timor Leste Saja Punya 28 Menteri

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 14:31 WIB

Dulu Dipuji, Kini MBG Dapat Rapor Merah dari Publik!

Dulu Dipuji, Kini MBG Dapat Rapor Merah dari Publik!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 14:16 WIB

Di Jombang, Prabowo Bicara Soal Alasan Pemerintahan Butuh Stabilitas

Di Jombang, Prabowo Bicara Soal Alasan Pemerintahan Butuh Stabilitas

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 13:53 WIB

Terkini

Purbaya Klaim Belanja Pemerintah Pusat ke Daerah Naik Rp 85 T di 2027 Meski TKD Dipotong

Purbaya Klaim Belanja Pemerintah Pusat ke Daerah Naik Rp 85 T di 2027 Meski TKD Dipotong

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 14:41 WIB

Razia Moral Selamatkan Keluarga, Puluhan Kaum LGBT Ditangkap di Turki

Razia Moral Selamatkan Keluarga, Puluhan Kaum LGBT Ditangkap di Turki

News | Senin, 14 September 2026 | 14:41 WIB

Terapi Gratis Anti-Stres: Keajaiban Memeluk Pohon yang Jarang Disadari

Terapi Gratis Anti-Stres: Keajaiban Memeluk Pohon yang Jarang Disadari

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 14:40 WIB

Wajah Kusam Cocok Pakai Sunscreen Apa? Begini Cara Memilih dan Rekomendasinya

Wajah Kusam Cocok Pakai Sunscreen Apa? Begini Cara Memilih dan Rekomendasinya

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 14:35 WIB

Bukan Overload, PenyebabTenggelamnya KMP Virgo 8 Transport Tunggu KNKT

Bukan Overload, PenyebabTenggelamnya KMP Virgo 8 Transport Tunggu KNKT

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 14:35 WIB

BI Kembalikan Rp440 Triliun GWM Bank, Dorong Kredit ke Sektor Strategis

BI Kembalikan Rp440 Triliun GWM Bank, Dorong Kredit ke Sektor Strategis

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 14:35 WIB

Lokasi Pasar Murah di Lima Titik Wilayah Kampar dan Pekanbaru

Lokasi Pasar Murah di Lima Titik Wilayah Kampar dan Pekanbaru

Riau | Senin, 14 September 2026 | 14:34 WIB

Kenalan Lewat Aplikasi Kencan, Wanita 18 Tahun Tewas Usai Bertemu Pria di Bekasi

Kenalan Lewat Aplikasi Kencan, Wanita 18 Tahun Tewas Usai Bertemu Pria di Bekasi

News | Senin, 14 September 2026 | 14:33 WIB

Perbedaan Cushion Skintific vs Barenbliss, Bagus Mana untuk Hasil Dewy Glow?

Perbedaan Cushion Skintific vs Barenbliss, Bagus Mana untuk Hasil Dewy Glow?

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 14:29 WIB

Suzuki Karimun Wagon R Terbaru Tertangkap Kamera: Mesin 1200 cc, Harga Baru 90 Jutaan?

Suzuki Karimun Wagon R Terbaru Tertangkap Kamera: Mesin 1200 cc, Harga Baru 90 Jutaan?

Otomotif | Senin, 14 September 2026 | 14:29 WIB

×