-
Seluruh WNI sebanyak 51 orang di Nepal dipastikan dalam kondisi aman dan selamat.
-
Bencana timbul akibat retaknya gletser Gunung Langtang Lirung pada ketinggian 5.200 meter.
-
Ribuan korban dievakuasi serta ratusan wisatawan asing masih dalam status hilang kontak.
Suara.com - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mengonfirmasi seluruh warga negara Indonesia di Nepal berada dalam kondisi selamat usai diterjang banjir bandang dan tanah longsor. Bencana alam yang dipicu retaknya gletser Gunung Langtang Lirung tersebut menghantam pemukiman dan jalur transportasi perbatasan.
Data terkini mencatat 51 WNI yang terdiri dari 45 warga menetap dan 6 pelancong di Pokhara telah terdata dalam keadaan aman. Nilai kepastian ini menjadi prioritas pemantauan pemerintah di tengah kekacauan infrastruktur komunikasi setempat.
Pemerintah Indonesia terus berkoordinasi dengan otoritas lokal untuk mengantisipasi dampak lanjutan terhadap seluruh warga negara di area krisis. Langkah mitigasi cepat diambil mengingat ratusan wisatawan asing lainnya masih dilaporkan hilang kontak.

"Pantauan terhadap kondisi WNI seluruhnya dalam keadaan baik," kata Direktur Pelindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kementerian Luar Negeri Heni Hamidah kepada media secara daring, Jakarta, Senin.
Direktur Pelindungan Warga Negara Indonesia Kemenlu tersebut mengonfirmasi penanganan darurat masih terus berjalan secara komprehensif.
Dampak musibah ini merusak berbagai fasilitas publik serta menelan ribuan korban di sepanjang lembah perbatasan. Tim penyelamat gabungan sejauh ini berhasil mengamankan 4.451 jiwa dari lokasi bahaya.
Sebanyak 101 korban luka saat ini sedang mendapatkan perawatan medis intensif di rumah sakit terdekat. Sementara itu, sekitar 2.426 orang lainnya masih dinyatakan hilang dalam pencarian.
Krisis ini juga berdampak luas pada sektor pariwisata internasional karena merusak akses komunikasi area pegunungan. Sebanyak 184 pelancong asing dari belasan negara berhasil dievakuasi oleh tim penyelamat.
Namun, kendala jaringan membuat 420 turis mancanegara lainnya belum bisa dihubungi hingga saat ini. Petugas lapangan masih berpacu dengan waktu untuk menembus titik isolasi bencana.
Petaka lingkungan ini bermula saat gletser di Gunung Langtang Lirung pecah pada ketinggian 5.200 meter. Peristiwa pada Rabu (26/8) tersebut mengikis lereng curam secara mendadak.
Longsoran es beserta material batu bergerak cepat membentuk hantaman debris raksasa ke kawasan lembah. Aliran lumpur pekat melumat permukiman warga di wilayah Rasuwa, Nuwakot, Dhading, Kavre, hingga Lembah Kathmandu.
Dahsyatnya hempasan air dan material tanah bahkan menimbun kawasan perbatasan Gyirong di wilayah China. Kerusakan parah pada prasarana penunjang menyulitkan pendataan awal korban selamat.
Kementerian Luar Negeri terus memantau perkembangan evakuasi untuk memastikan keselamatan seluruh warga negara Indonesia. Pembaruan informasi berkala dikirimkan guna menenangkan pihak keluarga di Tanah Air.