AS Pakai Minyak Venezuela untuk 'Aset Cadangan', Klaim Ancaman Iran Tak Mempan

M Nurhadi

Selasa, 01 September 2026 | 09:50 WIB
AS Pakai Minyak Venezuela untuk 'Aset Cadangan', Klaim Ancaman Iran Tak Mempan
IRGC Iran merespon serangan AS dengan menyerang titik strategis AS di Timur Tengah [Ist]
baca 10 detik
  • Harga minyak dunia melonjak lebih dari dua setengah persen pada perdagangan hari Senin akibat konflik AS dan Iran.
  • Presiden AS Donald Trump berjanji membalas serangan rudal Iran yang menargetkan pangkalan udara AS di Yordania.
  • Cadangan minyak strategis AS menyusut sementara perusahaan energi multinasional bersiap menandatangani perjanjian final di Venezuela.

Suara.com - Harga minyak dunia ditutup melonjak lebih dari 2,5 persen pada perdagangan Senin. Kenaikan ini dipicu oleh berlanjutnya aksi militer antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, yang kembali memunculkan kekhawatiran pasar akan adanya gangguan pasokan global di tengah konflik yang kini telah memasuki bulan keenam.

Minyak mentah berjangka Brent ditutup naik 2,39 dolar AS, atau 2,71 persen, menjadi 90,49 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik 2,36 dolar AS, atau 2,83 persen, menjadi 85,76 dolar AS per barel. Sepanjang sesi perdagangan, harga Brent bahkan sempat melonjak hingga menyentuh angka 91,52 dolar AS per barel, yang merupakan level tertingginya sejak 25 Agustus lalu.

Lonjakan harga ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump berjanji akan "memukul keras" Iran. Ancaman ini merupakan respons terhadap serangan rudal Iran pada malam sebelumnya yang menargetkan dua pangkalan udara AS di Yordania, yang juga diklaim sebagai balasan atas serangan terhadap Pulau Larak di Iran.

"Kita akan memukul mereka dengan keras," ujar Trump seperti dikutip oleh reporter Fox News. "Pasti akan ada balasan."

Di sisi lain, persediaan di Cadangan Minyak Strategis (SPR) AS pada pekan lalu tercatat menyusut sekitar 3,1 juta barel menjadi 286,6 juta barel.

Pasar Soroti Potensi Penurunan Ketegangan

Pada hari Minggu, Trump melalui media sosialnya menyebutkan bahwa pusat energi Iran di Pulau Kharg telah "dihancurkan berkeping-keping." Namun, tidak ada bukti yang mengonfirmasi bahwa pulau tersebut sedang diserang. Unggahan yang menyertakan video buatan kecerdasan buatan (AI) itu tidak memberikan rincian lebih lanjut. Pihak Iran membantah klaim serangan tersebut dan menegaskan bahwa operasional minyak di wilayah itu tetap berjalan normal.

Menanggapi hal ini, Wakil Presiden AS JD Vance pada hari Senin menyatakan bahwa unggahan Trump tersebut merupakan sebuah "pesan" yang dikirimkan kepada Iran.

Sementara itu, para mediator tengah berupaya mencapai kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz, jalur strategis yang sebelumnya dilewati oleh seperlima pasokan minyak dunia sebelum perang meletus pada akhir Februari lalu. Namun, hingga kini upaya tersebut masih mandek.

Data pelayaran menunjukkan bahwa lalu lintas kapal komoditas yang melintasi selat tersebut pada akhir pekan turun drastis menjadi hanya lima kapal per hari.

"Beberapa pasokan minyak dari Teluk memang masih mengalir melalui selat tersebut sehingga sedikit meredam reli harga. Namun, kontak senjata langsung pertama dalam satu bulan terakhir ini telah memaksa para pedagang untuk kembali memperhitungkan premi risiko pasokan dalam jangka pendek," tulis analis dari Gelber & Associates dalam catatannya.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent, dalam wawancaranya dengan CNBC pada hari Senin, menyatakan bahwa sanksi AS terhadap Iran bertujuan "untuk menciptakan kondisi yang membuat mereka mau duduk di meja perundingan."

Untuk meredakan kekhawatiran pasokan, Trump pada hari Minggu menyatakan bahwa minyak yang diamankan dari kesepakatan dengan Venezuela akan digunakan untuk mengisi kembali Cadangan Minyak Strategis AS, yang saat ini telah merosot ke level terendah dalam 44 tahun terakhir.

Berdasarkan keterangan dari empat sumber terkait, sejumlah perusahaan energi multinasional seperti Chevron dan GE Vernova dari AS, ONGC dari India, Eni dari Italia, serta GeoPark dari Kolombia kini bersiap menandatangani perjanjian final di Venezuela. Kesepakatan ini dicapai setelah negosiasi berbulan-bulan untuk memantapkan proyek energi di negara anggota OPEC tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

AS - Iran Kembali Memanas, Harga Minyak Dunia Tembus 91 Dolar AS per Barel

AS - Iran Kembali Memanas, Harga Minyak Dunia Tembus 91 Dolar AS per Barel

Bisnis | Selasa, 01 September 2026 | 09:33 WIB

Iran Buka Peluang Diplomasi dengan AS, Tunggu Sikap Washington

Iran Buka Peluang Diplomasi dengan AS, Tunggu Sikap Washington

Video | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:10 WIB

Harga Minyak Dunia Bak Malaria, ICP 2027 Diusulkan USD75/Barel

Harga Minyak Dunia Bak Malaria, ICP 2027 Diusulkan USD75/Barel

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 18:36 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×