Bentrok TNI dan Suku Anak Dalam, FIAD Soroti Tentara Jadi 'Satpam Perusahaan'

Vania Rossa

Selasa, 01 September 2026 | 13:38 WIB
Bentrok TNI dan Suku Anak Dalam, FIAD Soroti Tentara Jadi 'Satpam Perusahaan'
Anak-anak dari kelompok Suku Anak Dalam (SAD) Provinsi Jambi yang berlokasi di Kabupaten Sarolangun. (Suara.com/Bangun Santosa)
baca 10 detik
  • Bentrokan terjadi antara aparat TNI dan Suku Anak Dalam di perkebunan PT SAL Jambi pada Selasa, 1 September 2026.
  • FIAD menyatakan pelibatan militer dalam pengamanan perusahaan berisiko memicu kekerasan dan mengabaikan hak masyarakat adat setempat.
  • FIAD mendesak pemerintah melakukan penyelidikan transparan, menarik TNI dari pengamanan lahan, serta memulihkan hak-hak korban.

Suara.com - Viral sebuah video yang menampilkan bentrokan antara aparat Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan masyarakat Suku Anak Dalam (SAD) atau Orang Rimba di Jambi. Peristiwa tersebut bermula saat warga yang diduga hendak membawa tandan buah segar (TBS) di area perkebunan PT SAL mendapat teguran dari aparat militer yang berjaga.

Forum Intelektual Antardisiplin (FIAD) menilai kejadian tersebut tidak dapat hanya dikategorikan sebagai tindakan kriminal biasa. Forum yang beranggotakan aktivis dan akademisi itu menyebut bentrokan tersebut sebagai alarm bahwa tata kelola pengerahan aparat pertahanan masih menyimpan persoalan struktural.

FIAD menyayangkan tentara yang seharusnya memiliki tugas utama dalam pertahanan negara justru dilibatkan dalam pengamanan area perusahaan. Mereka bahkan menyebut kondisi tersebut berisiko menempatkan TNI sebagai 'satpam perusahaan'.

Selain itu, FIAD menduga konflik tersebut turut dipicu oleh pengabaian terhadap hak masyarakat adat yang terdampak kepentingan korporasi.

FIAD juga menilai pelibatan tentara dalam pengamanan lahan perusahaan berpotensi memperbesar penggunaan kekerasan dalam menghadapi masyarakat sipil.

"FIAD meyakini bahwa kekuatan sebuah bangsa diukur dari kemampuannya melindungi yang paling rentan. Kekerasan tidak akan menyelesaikan persoalan yang bersifat struktural seperti ketimpangan penguasaan tanah dan penyingkiran masyarakat adat serta masyarakat lokal lainnya. Hanya pengakuan, dialog, dan keadilan yang bisa menyelesaikan secara adil dan bermartabat," kata FIAD melalui keterangan tertulis, Selasa (1/9/2026).

Atas peristiwa tersebut, FIAD menyampaikan lima desakan kepada pemerintah dan pihak terkait.

1. Usut Tuntas dan Transparan
FIAD mendesak agar segera dilakukan penyelidikan independen terhadap dugaan kekerasan yang melibatkan kedua belah pihak.

Menurut mereka, proses hukum harus dilakukan secara transparan dan tanpa pandang bulu.

baca juga

2. Hentikan Pendekatan Keamanan
FIAD meminta TNI ditarik dari fungsi pengamanan aset perusahaan. Menurut mereka, pengamanan perusahaan merupakan tanggung jawab perusahaan dan Polri sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

FIAD juga mendesak pemerintah mengevaluasi keterlibatan TNI maupun Polri dalam pengamanan perkebunan sawit, termasuk lahan sitaan negara, terutama di wilayah yang masih memiliki persoalan klaim masyarakat adat dan masyarakat lokal.

Menurut FIAD, status sebagai "aset negara" tidak boleh menjadi alasan untuk mengerahkan aparat bersenjata di kawasan yang masih bersengketa sebelum persoalan hak masyarakat diselesaikan.

3. Dialog Agraria yang Setara
FIAD mendorong pemerintah pusat dan pemerintah daerah, termasuk KLHK, perusahaan, serta perwakilan Orang Rimba untuk segera duduk bersama.

Dialog tersebut dinilai penting untuk membuka akses penghidupan sekaligus memberikan pengakuan terhadap wilayah-wilayah kelola adat.

FIAD juga meminta pendekatan pematokan wilayah secara sepihak dihentikan dan proses pemulihan atau restitusi hak masyarakat dibuka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aksi Represif Polisi di Demo DPR: Sweeping hingga Gas Air Mata Ditembakkan Langsung ke Massa

Aksi Represif Polisi di Demo DPR: Sweeping hingga Gas Air Mata Ditembakkan Langsung ke Massa

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 19:38 WIB

Suku Dayak Bertato Tetap Bisa Jadi Prajurit TNI

Suku Dayak Bertato Tetap Bisa Jadi Prajurit TNI

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 17:14 WIB

TPNPB-OPM Klaim Tembak 4 Marinir di Yahukimo, Sebby Sebut Ada Pengerahan Pasukan Pakai Pesawat Sipil

TPNPB-OPM Klaim Tembak 4 Marinir di Yahukimo, Sebby Sebut Ada Pengerahan Pasukan Pakai Pesawat Sipil

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 16:30 WIB

Terkini

750 BUMN Ditutup Pada Era Prabowo, Puluhan Ribu Pekerja Terancam PHK?

750 BUMN Ditutup Pada Era Prabowo, Puluhan Ribu Pekerja Terancam PHK?

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 10:07 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Merah Tembus Rp97.450 per Kg, Cabai Keriting Rp92.800

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Merah Tembus Rp97.450 per Kg, Cabai Keriting Rp92.800

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 10:06 WIB

Cara Pakai Viva Sunscreen UV Foundation di Pagi Hari, Simak 3 Langkahnya

Cara Pakai Viva Sunscreen UV Foundation di Pagi Hari, Simak 3 Langkahnya

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 10:06 WIB

Karhutla 20 Hektare di Samarinda, Api Tinggal 20 Meter dari Asrama Yonzipur

Karhutla 20 Hektare di Samarinda, Api Tinggal 20 Meter dari Asrama Yonzipur

Kaltim | Rabu, 28 Oktober 2026 | 10:04 WIB

Pemain Keturunan Mali Gabung Klub Norwegia, Bisa Jadi Amunisi John Herdman di Piala Asia 2027

Pemain Keturunan Mali Gabung Klub Norwegia, Bisa Jadi Amunisi John Herdman di Piala Asia 2027

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 10:02 WIB

Berapa Biaya Resmi Perpanjang SIM A dan SIM C 2026?

Berapa Biaya Resmi Perpanjang SIM A dan SIM C 2026?

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 10:00 WIB

Ulasan Siti Si Vampir: Kehangatan Keluarga di Balik Komedi Mistik yang Unik

Ulasan Siti Si Vampir: Kehangatan Keluarga di Balik Komedi Mistik yang Unik

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 10:00 WIB

5 Sepatu Lari Terbaik untuk Pemilik Kaki Ramping, Empuk Tanpa Longgar

5 Sepatu Lari Terbaik untuk Pemilik Kaki Ramping, Empuk Tanpa Longgar

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:56 WIB

Mulai Dibahas, Pemberian Insentif untuk Mobil Hybrid Bakal Diusulkan Tahun Ini

Mulai Dibahas, Pemberian Insentif untuk Mobil Hybrid Bakal Diusulkan Tahun Ini

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:52 WIB

Harga Emas Antam Masih Terus Naik Jadi Rp2,57 Juta/Gram

Harga Emas Antam Masih Terus Naik Jadi Rp2,57 Juta/Gram

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:52 WIB

×