- BMKG melaporkan gempa bumi tektonik Magnitudo 4,4 mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada Selasa sore pukul 17:53 WIB.
- Pusat gempa dangkal berada di kedalaman 5 kilometer dan berjarak 13 kilometer arah Barat Daya Kabupaten Cianjur.
- Getaran gempa dirasakan di Cianjur, Sukabumi, Bogor, Bandung, hingga Jakarta, serta memicu skala intensitas III-IV MMI di Cianjur.
"Cigombong, Kab bogor Gempanya berasa sekali doang ky ada yg banting pintu tapi kaget," kata netizen lainnya.
Hingga saat ini, belum ada penjelasan mendalam dari BMKG terkait insiden gempa ini mengenai sesar penyebab atau potensi kerusakan bangunan yang ditimbulkan.
Namun, BMKG terus memperbarui data mengenai skala intensitas gempa yang dirasakan di berbagai wilayah terdampak.
Di laman resminya, update BMKG hanya menyebut gempa dirasakan di Cianjur dengan skala III-IV, Kota Sukabumi II-III, Cibadak II-III, Nagrak II-III, Warung Kondang II-III, dan Cibubur II.
Skala III-IV MMI (Modified Mercalli Intensity) di Cianjur menandakan getaran dirasakan nyata di dalam rumah, seakan-akan ada truk besar yang melintas, atau bahkan dapat menyebabkan gerabah pecah dan jendela/pintu berderit.
Untuk wilayah Kota Sukabumi, Cibadak, Nagrak, dan Warung Kondang yang berada pada skala II-III MMI, getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Sementara di Cibubur yang mencatat skala II MMI, getaran umumnya hanya dirasakan oleh beberapa orang yang sedang diam dan benda-benda ringan yang digantung mulai bergoyang pelan.
Masyarakat di Jawa Barat, khususnya Cianjur, memang memiliki tingkat kerentanan yang tinggi terhadap aktivitas kegempaan karena wilayah ini dilintasi oleh beberapa sesar aktif.
Meskipun Magnitudo 4,4 terlihat kecil dibandingkan gempa merusak lainnya, kedalaman yang sangat dangkal tetap menuntut kewaspadaan tinggi dari warga setempat terhadap potensi gempa susulan atau kerusakan struktur bangunan yang sudah rapuh.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Warga diminta untuk memastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa atau tidak ada kerusakan akibat getaran sebelum kembali ke dalam rumah.
Informasi resmi akan terus diperbarui melalui kanal komunikasi BMKG yang telah terverifikasi.