- BMKG melaporkan gempa bumi tektonik Magnitudo 4,4 mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada Selasa sore pukul 17:53 WIB.
- Pusat gempa dangkal berada di kedalaman 5 kilometer dan berjarak 13 kilometer arah Barat Daya Kabupaten Cianjur.
- Getaran gempa dirasakan di Cianjur, Sukabumi, Bogor, Bandung, hingga Jakarta, serta memicu skala intensitas III-IV MMI di Cianjur.
Suara.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan peristiwa gempa bumi tektonik yang mengguncang wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada Selasa sore pukul 17:53 WIB.
Berdasarkan data awal yang dirilis, gempa tersebut memiliki kekuatan Magnitudo (M) 4,4.
Dalam akun X resminya, BMKG mengatakan informasi publik mendahulukan kecepatan, sehingga data kekuatan kemungkinan bisa berubah ketika sudah ada analisis komplit.
Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa pusat gempa atau episenter terletak pada koordinat 6,93 Lintang Selatan (LS) dan 107,10 Bujur Timur (BT).
Lokasi tersebut berjarak sekitar 13 kilometer arah Barat Daya dari Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Salah satu poin yang menjadi perhatian serius adalah kedalaman gempa yang terpantau hanya berada di 5 kilometer di bawah permukaan tanah.
Kedalaman gempa yang hanya 5 km ini mengategorikan lindu tersebut sebagai gempa bumi dangkal.
Dalam karakteristik geologi, gempa dangkal sering kali memberikan dampak guncangan yang lebih kuat di permukaan meskipun magnitudonya tidak terlalu besar.
Hal ini terbukti dengan luasnya jangkauan getaran yang dirasakan oleh masyarakat di luar wilayah Cianjur.
Dari pantauan di media sosial X (dulu Twitter), banyak netizen melaporkan gempa terasa di beberapa lokasi seperti Jakarta, Bandung, dan Bogor.
Getaran yang terjadi secara tiba-tiba ini membuat warga di gedung-gedung tinggi maupun perumahan terkejut.
Sejumlah kata kunci terkait gempa langsung memuncaki tangga trending topik tak lama setelah guncangan terjadi.
Beberapa warga di ibu kota memberikan kesaksian mengenai kekuatan getaran yang mereka rasakan.
"Di Jaksel berasa," kata seorang netizen.
Sementara itu, warga di wilayah penyangga Jakarta seperti Bogor juga merasakan sensasi guncangan yang cukup unik namun mengagetkan.
"Cigombong, Kab bogor Gempanya berasa sekali doang ky ada yg banting pintu tapi kaget," kata netizen lainnya.
Hingga saat ini, belum ada penjelasan mendalam dari BMKG terkait insiden gempa ini mengenai sesar penyebab atau potensi kerusakan bangunan yang ditimbulkan.
Namun, BMKG terus memperbarui data mengenai skala intensitas gempa yang dirasakan di berbagai wilayah terdampak.
Di laman resminya, update BMKG hanya menyebut gempa dirasakan di Cianjur dengan skala III-IV, Kota Sukabumi II-III, Cibadak II-III, Nagrak II-III, Warung Kondang II-III, dan Cibubur II.
Skala III-IV MMI (Modified Mercalli Intensity) di Cianjur menandakan getaran dirasakan nyata di dalam rumah, seakan-akan ada truk besar yang melintas, atau bahkan dapat menyebabkan gerabah pecah dan jendela/pintu berderit.
Untuk wilayah Kota Sukabumi, Cibadak, Nagrak, dan Warung Kondang yang berada pada skala II-III MMI, getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Sementara di Cibubur yang mencatat skala II MMI, getaran umumnya hanya dirasakan oleh beberapa orang yang sedang diam dan benda-benda ringan yang digantung mulai bergoyang pelan.
Masyarakat di Jawa Barat, khususnya Cianjur, memang memiliki tingkat kerentanan yang tinggi terhadap aktivitas kegempaan karena wilayah ini dilintasi oleh beberapa sesar aktif.
Meskipun Magnitudo 4,4 terlihat kecil dibandingkan gempa merusak lainnya, kedalaman yang sangat dangkal tetap menuntut kewaspadaan tinggi dari warga setempat terhadap potensi gempa susulan atau kerusakan struktur bangunan yang sudah rapuh.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Warga diminta untuk memastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa atau tidak ada kerusakan akibat getaran sebelum kembali ke dalam rumah.
Informasi resmi akan terus diperbarui melalui kanal komunikasi BMKG yang telah terverifikasi.